>
>Kedaulatan Rakyat, 15 Juni 2008
>
>Penodaan Terhadap Pancasila
>Insiden Monas, Bukan Isu Agama
>
>Yogya (KR)- kasus kekerasan yang terjadi di Tugu Monas, 1 Juni 2008
>sama sekali bukan isu agama, tetapi penodaan terhadap landasan
>konstitusi negara,karena pada waktu itu Massa Aliansi kebangsaan untuk
>Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) berkumpul untuk
>memperingati Hari Lahirnya Pancasila.
>
>Tiba-tiba diserang oleh kelompok yang menamakan diri Front Pembela
>Islam (FPI).
>
>Demikian testimoni Nino Graciano, salah seorang cucu Proklamator RI
>Ir. Soekarno, yang jadi korban kekerasan di Tugu Monas bersama korban
>lain, Ni Nyoman Oming dan Bernard di Ruang Husticia, Lantai 2 Gedung
>University Center (UC) Unit II, UGM, Sabtu (14/6). Testimoni didepan
>para wartawan tersebut diselenggarakan National Integration Movement
>(NIM) atau Gerakan Integrasi Nasional.
>
>Menjawab pertanyaan wartawan bagaimana dengan penanganan yang sekarang
>dilakukan pemerintah dalam kasus tugu Monas, Nino mengatakan, yang
>perlu ditegaskan di sini bahwa kasus Tugu Monas bukan dipicu oleh isu
>Agama. Peristiwa kekerasan ini menurut Ni Nyoman Oming, Pancasila
>telah dinodai atas nama agama. Ada sesuatu yang salah, karena ada
>anak-anak dan perempuan yang berada di Tugu Monas dianiaya.
>
>Karena itu NIM mengecam aksi kekerasan terhada puluhan anggota AKKBB
>yang terjadi di Tugu Monas, 1 Juni 2008 lalu.
>
>Pada saat itu anggota AKKBB yang anggotanya terdiri dari ICRP, NIM,
>KONTRAS, LBH Jakarta, Wahid Institute dan sekitar 50 organisasi
>lainnya berkumpul di Tugu Monas Jakarta untuk mengadakan aksi damai
>memperingati Hari Lahir Pancasila ke 63.
>
>Dari Tugu Monas sedianya akan mengadakan pawai simpatik menuju
>Bundaran HI untuk berdoa bagi persatuan dan kerukunan bangsa yang
>dijadwalkan pukul 14.00, tetapi saat berkumpul sekitar pukul 13.00
>langsung diserang massa FPI yang dipimpin Komando Laskar Islam
>Munarman. Mereka menyerang menggunakan batu, tongkat bambu dan
>pentungan kayu, pasir (pedes) serta potongan besi.
>
>Mendapat perlakukan seperti itu kami tidak melakukan perlawanan,
>tetapi massa FPI menyerang secara membabi buta dan sangat emosional
>sehingga banyak jatuh korban. Kalau polisi tidak segera datang, tidak
>bisa dibayangkan berapa korban yang jatuh. Karena itu kami berharap
>ormas manapun kalau melakukan kekerasan supaya dibekukan dan jangan
>sampai ada lagi korban berjatuhan seperti yang terjadi di Monas, ujar
>Nino Graciano.
>
>Laporan yang disampaikan dr Hardyanto dari NIM Jogjakarta Solo
>Semarang (Joglosemar) sampai saat ini korban yang telah terdata 73
>orang termasuk 9 orang dari NIM.
>
>Beberapa aktivis NIM luka robek di kepala dan wajah, memar-memar di
>tubuh dan gegar otak. Aksi kekerasan ini telah membuktikan justru FPI
>jelas telah menodai Islam, nama Islam itu sendiri damai, sehingga FPI
>tak berhak dan mengaku mewakili agama yang cinta damai. (Asp)-e
>
>PANCASILA is Love, Peace, Harmony & Non Violence


Kirim email ke