> > Ada
> > sejumlah fatwa yang telah dikeluarkan MUI tentang aliran sesat ini.
> > Ahmadiyah dinyatakan sesat sejak tahun 1980. Pada tahun 2005, keluar
> > juga fatwa MUI yang menyatakan bahwa paham Sekularisme, Pluralisme
> > Agama dan Liberalisme, bertentangan dengan Islam dan haram umat 
> Islam
> > memeluknya. Tugas ulama, sejak dulu, memang memberikan fatwa. Tugas
> > ulama adalah menunjukkan mana yang sesat dan mana yang tidak; mana 
> yang
> > haq dan mana yang bathil. 
> > Tapi, gara-gara menjalankan tugas kenabian, mengelarkan fatwa sesat 
> terhadap kelompok-kelompok seperti  Lia
> > Eden, Ahmadiyah, dan sejenisnya, MUI dihujani cacian. Ada yang 
> bilang
> > MUI tolol. Sebuah jurnal keagamaan yang terbit di IAIN Semarang
> > menurunkan laporan utama: ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil 
> Tuhan.”
> > Ada praktisi hukum angkat bicara di sini, ”MUI bisa dijerat KUHP
> > Provokator.” Seorang staf dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak 
> Asasi
> > Manusia Indonesia (PBHI), dalam wawancaranya dengan jurnal keagamaan
> > ini menyatakan,  bahwa:
> > ”MUI
> > kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. Dia seakan-akan 
> mendapatkan
> > legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat, sesuatu ini
> > sesat. Padahal, dia sendiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu. 




*** yang bikin kagum adalah kok bisa2nya manusia yg katanya bertuhan
bikin organisasi atas nama agama seperti MUI.
MUI bisa bikin fatwa dan aturan manapun layaknya mereka sakti, punya
legitimasi dari tuhan, diberikan kewenangan oleh allah utk bikin
aturan seenak jidat sendiri.

memang sebaiknya MUI ini dibubarin saja, toh mereka jg tidak terlalu
berguna selain bikin stempel halal di bungkus makanan dan minuman.

fatwa2 sesatnya kepada paham2 yg berberangan sangatlah egois dan munafik.
segala macam paham yg tidak mereka sukai, dan tentunya mereka rasakan
mengancam existensi mereka sbg 'wali tuhan' langsung saja diberangus
dan disesat2kan, seperti kasus penutupan gereja yg katanya diduga
dijadikan sarana kristenisasi.
serta pelarangan orang2 utk memercayai mirza gulam ahmad sebagai rasul.
apakah pembuatan mesjid bukan islamisasi?
ini namanya double standard ibaratnya si monyet bush bilang iran dan
korea utara ga boleh punya bom nuklir tapi gue boleh!
apa bedanya?
sama toh egois dan kebobrokan pola pikirnya?

yang makin menarik, MUI ini kebal hukum dan bahkan jadinya berfungsi
lebih dari pulisi!
ada gak fatwa MUI atau kinerja mereka yg diaudit?
apakah fatwa dan aturan seenak pantat mereka itu membuat keonaran atau
ketentraman?

saya sangat setuju dgn gusdur, MUI ini cuma sekumpulan orang goblok yg
ga bisa kerja di tempat lain selain jadi wakil allah.

ya kadang saya juga maklum sih sm mereka. mau kerja apa lagi coba?
ya dikasih deh jabatan2 absurd jadi majelis ulama.
belum tentu jg orang islam semua suka dgn MUI.

hehehe.
kalo gitu teman temin, marik kita maklumi saja etnis onta ini bikin
klub wali tuhan, biar ada kerjaannya, daripada ngotorin jalanan.





Kirim email ke