---------- Forwarded message ----------
From: jundillah2001 <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jun 16, 2008 1:38 PM
Subject: [zamanku] Laa Ikraha Fid dien-Ketika Kekerasan FPI Binasa
To: [EMAIL PROTECTED]

Laa Ikraha Fid-dien, satu ayat yang sangat indah dalam al-quran.


               *Tidak ada pemaksaan dalam agama*

mencerminkan betapa demokratisnya Islam.

Satu ayat yang bisa menjadi antidot akan upaya segelintir orang
yang menafsirkan beberapa ayat yang mengisahkan tentang
perang atau memerintahkan berperang dengan tafsir kekerasan.
Ketika ada perintah yang menyatakan bahwa tidak ada paksaan
dalam agama, seharusnya kita bisa berpikir bahwa hatta
penghinaan verbal pun tidak boleh *apalagi sampai membuat sesama *
*umat manusia terluka* bahkan terbunuh hanya karena beda dalam
menafsirkan ayat suci.

Perbedaan dalam menafsirkan ayat suci adalah hal wajar karena orang
akan menafsirkan ayat sesuai dengan latar belakang dan tabiatnya.
Apabila satu ayat suci ditafsirkan oleh orang yang bertabiat kasar
dan keras, maka ayat tersebut pun akan ditafsirkan keras juga.

Apa yang disebut oleh sebagaian orang sebagai jumhur ulama
*tidak mejamin* bahwa tafsirnya terhadap ayat itulah *fatwa kebenaran*
karena sekali lagi satu ayat bisa juga ditafsirkan sesuai dengan
kepentingan yang menafsirkan.

Satu lembaga yang menyatakan dirinya sebagai kelompok
ulama *bukanlah jaminan bahwa dia telah mewakili seluruh umat* dalam
satu negara. Buktinya masih banyak ulama lain yang memiliki tafsir
berbeda dalam satu perkara, hanya saja kebanyakan ulama ini tidak
memiliki media atau uang untuk mengekspos tafsirnya.

Ambil contoh ayat yang memerintahkan untuk memerangi kemungkaran.
*Kenapa lantas diambil kesimpulan bahwa memerangi kemungkaran itu
harus dengan cara bunuh membunuh, bakar membakar, dan mengangkat
senjata* seperti yang selama ini dilakukan FPI. Coba kita analogikan
dengan perintah memerangi kemiskinan atau memerangi wabah flu
burung. Apakah kita juga lantas membunuhi orang-orang miskin atau
membakari orang-orang yang terkena flu burung.
*Tidak kan* ?
yang kita lakukan adalah membuka lapangan kerja, memperbaiki pendidikan,
mencari serum anti flu burung.

Kenapa ayat yang memerintahkan untuk memerangi kemungkaran
tidak ditafsirkan sama ?
Ketika terjadi kemaksiatan, prostitusi menjamur, narkoba merebak, aliran
sesat
mewabah,
*kenapa tidak* membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya
sehingga para kaum prostitute ini punya pilihan lain ?
*kenapa tidak* memberantas jaringan narkoba jangan korbannya yang dipukuli ?

*Kenapa tidak* memberikan pendidikan yang benar kepada orang-orang yang
disinyalir sudah mengikuti ajaran sesat sehingga kembali pada track
yang benar ?

Selain itu, bukankah ada ayat yang memperingati Nabi dengan jelas
bahwa Beliau hanyalah Sang Pembawa Pesan bukan yang menentukan
beriman atau tidaknya seseorang. Diriwatkan Azbabun Nuzul turunya
ayat ini ketika nabi bersedih paman yang dicintai sampai akhir hayat
tidak mengucapkan kalimah syahadah. Artinya, tugas kita pun tidak
lebih hanya sebagai penyampai pesan. *Jika kita menganggap seseorang
atau sekelompok orang telah sesat dan kafir, batas tugas kita hanya
menyampaikan apa yang kita anggap benar dan jangan mengikuti
kesesatan itu TITIK. *

Perkara dia tidak mau mengikuti Anda dan lebih
mengikuti kelompok yang Anda anggap sesat sudah bukan menjadi
tanggung jawab kita karena kita sudah mengingatkan. Bukannya malah
memukuli dan membunuh orang itu, apalagi membakari rumah orang itu
sampai tempat ibadahnya pun dihancurkan. *Itu berarti Anda sudah
melampau batas,* Anda tidak lagi menegakkan Mizan dan Keadilan. Anda
tentu tidak mengharapkan orang mengikuti Anda karena rasa takut
dipukuli atau dihancurkan rumahnya sehingga di bibir terpaksa dia
menyatakan kebenaran Anda tapi di hati dia mengutuki dan menyumpahi
Anda.

*Ada ayat yang memerintahkan kita untuk tidak berbuat kerusakan di
muka bumi. *Apa yang telah dilakukan FPI sungguh bertentangan dengan
ayat ini. Lagipula coba kita pakai logika, berapa kerugian ekonomi
karena aksi penghancuran yang sudah dilakukan FPI sejak tahun 2001.

Satu contoh kasus, ketika mereka membakar rumah ibadah, apakah
mereka tidak berpikir bahwa tempat yang mereka bakar itu di bangun
pakai uang ?! Kalau memang rumah ibadat itu dianggap menjadi sarang
beredarnya aliran sesat, daripada dibakar lebih baik kan
dialihfungsikan seperti menjadikannya sekolah yang dikelola oleh
aparat yang berwenang mengingat banyak bangunan sekolah di Indonesia
sudah tidak layak pakai.

Aksi penghancuran fasilitas umum dalam bentuk rumah ibadah yang dilakukan
FPI ini betul-betul sudah merugikan tidak hanya secara mental tapi secara
materil.
Kelakuan mereka membakari dan meruntuhkan banyak bangunan betul-betul tidak
memakai logika. Lakon FPI ini seolah-olah masyarakat Indonesia sudah
begitu kaya-nya sehingga gampang saja mengancurkan banyak bangunan
yang dibangun dengan menggunakan uang yang tentu saja bukan dalam
jumlah kecil dimana kalau uang itu diberikan pada orang miskin pasti
jauh lebih berguna.

Saya pribadi menyesali satu partai islam yang cukup besar di
Indonesia yang dulu mengkader saya, tidak bersuara untuk melawan
kekerasan dalam dakwah islam. Kenapa petinggi partai ini tidak
menyorot pada cara dakwah yang menggunakan kekerasan dan pemaksaan.
Mereka yang dulu mengajari saya nahnu duat qobla kulli sya'I, mereka
yang memerintahkan saya untuk berdakwah dengan cara yang hasanah
dengan cara yang baik tanpa paksaan. Tapi ketika terjadi kekerasan
oleh FPI di berbagai tempat dengan alasan dakwah termasuk pada
peristiwa Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monas 1 Juni 2008,
petinggi-petingginya justru mencoba mengalihkan isunya. Apakah orang-
orang ini sudah lupa asasnya dalam berdakwah ? Meskipun mereka diam,
yang pasti

TIDAK ADA ALASAN APAPUN YANG MEMBENARKAN AKSI KEKERASAN
TERHADAP SESAMA UMAT MANUSIA APALAGI SESAMA ANAK BANGSA YANG DISUSUI OLEH
IBU YANG SAMA IBU PERTIWI !!

ISU KEKERASAN FPI DI MONAS ATAU DIMANAPUN MAU DILENCENGKAN
SEJAUH APAPUN DARI FAKTANYA YANG PASTI MASYARAKAT SUDAH CERDAS MENYIMAK
BAHWA KEKERASAN DAN PERILAKU TIDAK
SOPAN LAINNYA TIDAK AKAN DITERIMA DI INDONESIA !!

SILAHKAN PERGI KE NEGARA LAIN YANG MENGIJINKAN ANDA MELAKUKAN
AKSI KEKERASAN !!

DAN, SIAPAPUN YANG MENGGUNAKAN CARA-CARA KEKERASAN UNTUK
MENG-GOL-KAN AGENDANYA, MAKA TUNGGULAH KEBINASAANNYA !!

Love


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke