Eropa Telah Menyatakan Perang terhadap Islam dan Al Qur'an      
Sunday, 08 June 2008 19:02


Menyusul keputusan Dewan Eropa baru-baru ini tentang larangan
pengajaran fakta Penciptaan di sekolah-sekolah, pokok persoalan kedua
yang bergulir dalam rencana adalah putusan Pengadilan Eropa untuk Hak
Asasi Manusia (ECHR) pada tanggal 9 Oktober bahwa pelajaran agama di
sekolah-sekolah Turki adalah pelanggaran terhadap hak pendidikan.
Dengan putusan ini, beragam pengubahan perlu dilakukan terhadap cara
pengajaran agama di sekolah-sekolah Turki dan, menurut ECHR, bahkan
pelajaran agama dengan cara bagaimanapun perlu dicegah.

Pada kenyataannya, pengubahan yang dimaksudkan di sini tidak memiliki
tujuan selain menghapuskan sama sekali pendidikan agama, untuk
memalingkan generasi muda dari keimanan kepada Allah (Tuhan) dan
menanamkan pola pikir materialis dalam diri mereka. Keputusan melarang
pengajaran Paham Penciptaan di sekolah-sekolah berdasarkan keputusan
Dewan Eropa yang diambil di awal Oktober memiliki tujuan yang sama.
Kenyataan bahwa laporan yang dimaksud tersebut menetapkan bahwa hanya
teori evolusi yang seharusnya diizinkan di kurikulum dengan jelas
menyingkap kekhawatiran bahwa para siswa yang belajar tentang fakta
Penciptaan tidak akan tumbuh menjadi materialis. Inilah mengapa Paham
Penciptaan telah digambarkan sebagai ancaman bagi Eropa dan keputusan
di atas telah diambil. Keadaan yang sama berlaku pada pelajaran agama
yang saat ini diberikan di Turki. Khawatir terhadap para siswa yang
belajar tentang Islam dan meninggalkan pemikiran materialisme, Eropa
saat ini telah menganjurkan dihentikannya pelajaran agama di
sekolah-sekolah dengan beragam alasan. Upaya Eropa adalah jelas:
menyatakan perang terhadap iman kepada Allah dan Islam.

Tidak ada keraguan bahwa alasan bagi semua ini adalah pembongkaran
rahasia ke seluruh dunia bahwa Darwinisme, dan materialisme
pendukungnya, keduanya adalah penipuan. Kalangan Darwinis dan
materialis telah dilanda ketakutan di hadapan karya Harun Yahya Atlas
Penciptaan, yang menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup masa kini
sama persis dengan nenek moyang mereka yang hidup di masa lalu. Mereka
sadar bahwa mereka takkan mampu lagi menyebarluaskan penipuan itu
sebagaimana telah mereka lakukan selama 150 tahun terakhir. Dunia kini
telah menyaksikan bahwa teori evolusi Darwin adalah kebohongan yang
sangat buruk. Filsafat materialis, yang mendorong ketiadaan agama,
kini sedang berada keadaan sekarat dan di abad ke-21 umat manusia akan
terbebaskan dari penipuan semacam itu, insya Allah, dan kembali pada
tujuan hakiki penciptaannya. Takut dan terkejut oleh kenyataan ini,
kalangan Darwinis-materialis kini tengah berupaya mengambil tindak
pencegahan melawan perkembangan luar biasa ini. Tapi apa yang tamat,
adalah tamat dan seluruh dunia kini tahu tentang penipuan Darwinis.
Siswa sekolah kini sedang melancarkan serangan mereka sendiri melawan
Darwinisme dan menolak mempelajari penipuan ini.

Apa yang diinginkan kalangan Darwinis-materialis adalah membangun
masyarakat tanpa agama, tanpa sedikit pun keimanan kepada Allah. Namun
kenyataannya, masyarakat tanpa agama akan semakin mendorong
kemerosotan akhlak, meningkatkan peperangan, pembantaian dan
pemberontakan yang mengiringi ketiadaan agama, dan menimpakan bencana
bagi seluruh umat manusia. Apa yang perlu dilakukan adalah mendorong
orang, khususnya kaum muda, untuk mengikuti nilai-nilai ajaran agama
daripada memalingkan mereka dari agama dan menganjurkan filsafat
materialis.

Alasan ketakutan yang dialami kalangan Darwinis Eropa sangatlah jelas:
Mereka telah menyadari bahwa Penciptaan adalah kenyataan satu-satunya,
yang kini telah diketahui seluruh dunia. Mereka membayangkan bahwa
mereka mampu menghentikan perkembangan ini dengan melarang pelajaran
agama dan menghilangkan Paham Penciptaan dari kurikulum. Mereka yakin
mereka akan menang dalam peperangan yang mereka lancarkan melawan iman
kepada Allah. (Sudah pasti Allah tak terkalahkan.) Mereka ingin yakin
bahwa Darwinisme akan dianut dan diterima, meskipun mereka sangat tahu
bahwa ini tidak akan pernah terjadi. Agama keliru atau kebohongan yang
dibuat melawan iman kepada Allah tidak memiliki jalan bertahan hidup.
Allah Yang Mahakuasa mengungkapkan hal senada dalam ayat-ayat-Nya:

    Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang
hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu
lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati (Allah
dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (QS. Al Anbiyaa', 21:18)

    Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah
air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih
yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api
untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti
buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar
dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak
ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia
tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS.
Ar Ra'd, 13:17)

Dengan keruntuhan pasti Darwinisme, pengaruh Darwinis banyak melemah
dibandingkan sebelumnya. Berkembangnya nilai-nilai ajaran Islam adalah
janji Allah dan akan, dengan izin-Nya, menjadi kenyataan.
Isyarat-isyarat ini dapat disaksikan di seluruh dunia. Agama hak-Nya,
dengan kehendak-Nya, telah menang. Kaum Darwinis tidak lagi mampu
menyesatkan manusia. Permusuhan Eropa terhadap Islam tidak akan
mengubah apa pun. Dengan izin Allah, sebagaimana halnya dengan setiap
pemikiran menyimpang yang pernah melawan nilai-nilai ajaran Islam,
serangan balik yang terkini ini, juga, hanya akan semakin menguatkan
agama Islam.

Kirim email ke