1974 aku menolakMu tapi pisau bedah rumah sakit itu merobek perut ibu tangis pertamaku pecah bersama jerit kehilangan orang-orang yang rumahnya jadi arang jadi abu dibakar api amarahMu siapakah Kau yang begitu kuasa hingga aku tak sanggup berkata Tidak? sejak 1974 aku tak bisa menolakMu fahmi faqih
[Non-text portions of this message have been removed]

