Pak Presiden RI itu termasuk turunan petani apa bukan? Faham tidak tentang 
cocok tanam bahan makan?
Lantas bagaimana perasaannya sebagai seorang Presiden yang mengayomi kawulonya, 
apabila para petani yang berinisiatif untuk MANDIRI secara kreatif dan ilmiah 
demi hidupnya berlangsung harus mendekam di penjara selama 5 bulan?

  ----- Original Message ----- 
  From: Satrio Arismunandar 
  To: Forum Kompas ; ppiindia ; warta-lingk ; HMI Kahmi Pro Network ; netsains 
sains ; technomedia ; jurnalisme ; [EMAIL PROTECTED] ; news Trans TV 
  Sent: Friday, June 20, 2008 2:44 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Petani Penghasil Bibit Jagung Murah Malah di Bui!


  Dari milis sebelah... koq bisa runyam seperti ini ya...
  Kita memang tidak boleh jadi bangsa dan rakyat mandiri.
   
  Mansyur
   
  *** 
   
  Barusan saya menonton acara metro realitas di Metro
  TV, topiknya mengenai beberapa petani jagung yang
  masuk bui gara-gara mencoba membuat bibit 
  jagungnya sendiri.

  Yang dapat saya simpulkan dalam cerita saya tentang
   acara tersebut adalah seperti ini :

  Ada sekelompok petani jagung di Pare Kediri yang
   mencoba membuat bibit jagung hibrida sendiri. Bibit
   jagung tersebut diperoleh dengan menyilangkan 
  beberapa varietas jagung hingga akhirnya diperoleh
   sebuah bibit jagung yang tidak kalah dengan bibit hasil
   dari perusahaan-perusaha an swasta penghasil bibit.

  Dan yang tak kalah hebat, bibit jagung tersebut di jual
   kepada para petani lain dengan harga Rp. 15.000,-/kg.
   Jauh lebih murah daripada bibit yang dijual di pasaran
   hasil dari perusahaan bibit yang dibandrol dengan harga
   Rp. 50.000,-/kg. Hasil panennyapun sama bagusnya
   dengan bibit pabrikan tersebut.

  Tapi kenapa kok malah para petani ini dihukum hingga
   akhirnya mendekam di penjara? 5 bulan lagi?

  Keberhasilan para petani ini ternyata mendapat cekalan
   dari perusahaan bibit jagung terbesar se-asia tenggara
   yaitu BISI. Bisi menggugat para petani dan dinyatakan
   telah melakukan pembajakan atas varietas mereka. Dan
   dengan latar belakang pendidikan yang sangat minim
   sekelompok petani ini diharuskan untuk berhadapan
   dengan dunia hukum tentang hak cipta yang sangat-sangat- sangat mereka tidak 
pahami.

  Apa yang sedang terjadi di Bumi Pertiwi ini?

  Setelah saya menyaksikan tayangan tersebut saya jadi
   miris akan masa depan negeri ini. Petani sebagai sumber
   penghasil pangan, kehidupannya sungguh tragis dan
   sangat mengenaskan. Sama sekali tidak ada
   keberpihakan pemerintah akan nasib para petani kita.

  Dan seandainya ini terus terjadi dan para petani telah
   kehilangan asa yang menjadikan mereka tidak lagi sudi
   menjadi petani, mau makan apa anak cucu kita nanti?
   Sungguh saya menitikkan air mata saat ini.

  Bagi rekan-rekan yang mungkin juga menyaksikan 
  acara tersebut mohon kiranya untuk melengkapi apa 
  yang saya tuliskan ini dan mungkin akan menjadi berarti
   apa yang tertulis disini apabila rekan-rekan mau 
  menyebarkannya ke milis-milis lain.

  Semoga Para Petani Tetap Semangat dan Tetap Sudi
   Memenuhi Kebutuhan Pangan Akan Anak-Anak Negeri Ini.

  "Berlombalah dalam kebaikan, bersinergi dalam karya,
   dan berikan manfaat terbaik untuk seisi alam"

   
   mata saat ini.

  Bagi rekan-rekan yang mungkin juga menyaksikan 
  acara tersebut mohon kiranya untuk melengkapi apa 
  yang saya tuliskan ini dan mungkin akan menjadi berarti
   apa yang tertulis disini apabila rekan-rekan mau 
  menyebarkannya ke milis-milis lain.

  Semoga Para Petani Tetap Semangat dan Tetap Sudi
   Memenuhi Kebutuhan Pangan Akan Anak-Anak Negeri Ini.

  "Berlombalah dalam kebaikan, bersinergi dalam karya,
   dan berikan manfaat terbaik untuk seisi alam"

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


------------------------------------------------------------------------------



  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG. 
  Version: 8.0.100 / Virus Database: 270.4.1/1510 - Release Date: 19-6-2008 
15:21


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke