http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/KasusMunir/muchdi_pr_dic\
okok080620



Muchdi Pr Akhirnya Dicokok, Tapi Ada "Dalang Lebih Tinggi"



Laporan Aboeprijadi Santoso

20-06-2008



Masih ada "dalang lebih tinggi" dalam perencanaan pembunuhan pejuang HAM
Munir, demikian LSM Kontras, menyusul penahanan Mayjen purnawirawan
Muchdi Purwoprandjono sebagai tersangka. Mantan kepala BIN Jenderal
Hendropriyono "harus diperiksa" tegas mantan anggota Tim Pencari Fakta
TPF Kasus Munir, Asmara Nababan.

Maka "patahlah sudah mitos bahwa orang kuat tak tersentuh hukum,"
komentar Direktur Imparsial, Rachland Nasshidik. Muchdi, mantan Deputy V
Badan Intelejen Negara BIN Bidang Penggalangan dan mantan Danjen
Kopassus, tidak menyerahkan diri, melainkan ditahan, pukul 7 malam
kemarin. Inilah pertama kali seorang mantan petinggi TNI diancam Pasal
340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Penahanan Mayjen Muchdi Pr, tak pelak lagi, merupakan kemajuan penting
dalam proses kasus pejuang HAM Munir yang tewas dalam penerbangan ke
Amsterdam 7 September 2004. Namun proses Muchdi bisa alot. Juru bicara
Tim Pembela Muchdi Zaenal Maarif menyambut lega bahwa Babinkum, badan
pembela hukum perwira TNI, akan turun tangan. Dia bahkan membantah
Muchdi menjadi telah tersangka.

Zaenal Maarif: "Lho sekarang belum boleh dikatakan sebagai apa." (Kok
menyerahkan diri?) Karena jam 10 ada undangan, beliau tidak bisa datang,
maka baru bisa memenuhi undangan malam ini. Nanti kita lihat dulu."
(Polisi punya bukti-bukti baru untuk menetapkan dia sebagai tersangka)
"Oh iya. Tetapi kan Pak Muchdi dan kita tim kan juga mempunyai beberapa
hal yang menunjukkan bahwa Muchdi tidak pernah terlibat sama sekali.
Babinkum juga akan ikut. Kalau Babinkum saya dengar mau turun, maka akan
sama-sama kita."

Dicokok
Sambutan lega Tim Pembela Muchdi ini menarik karena Babinkum sebenarnya
sudah lama tidak diikutsertakan dalam perkara hukum perwira TNI,
misalnya dalam sengketa soal pemanggilan Komnas HAM. Tak jelas mengapa
badan tsb kini turun. Muchdi kemarin malam dijemput di Apartemen Sahid
dan menuju Mabes Polri ditemani tak kurang oleh Kabareskrim Komjen Pol.
Bambang Hendarso Danuri. Juru bicara Tim Pembela, Zaenal Maarif,
menyebut Muchdi "memenuhi undangan", bukan "menyerahkan diri". Namun
penjemputan Muchdi yang dikawal Brigjen Pol. Mathius Salempang
menunjukkan bahwa Muchdi sebenarnya dicokok. Hendarso dan Salempang
adalah dua tokoh kunci yang bekerja keras dan berjasa membongkar peranan
Muchdi.

Siang kemarin diketahui Muchdi masih meramaikan tampilan partai baru
Gerindra, Gerakan Indonesia Raya, yang dipimpin Letjen pur. Prabowo
Subijanto. Muchdi menjabat Wakil Ketua I dari kendaraan politik baru
sahabatnya tersebut.

Bukti kuat
Tiga bukti kuat dianggap menyudutkan Muchdi. Pertama, hubungan telepon
dengan Pollycarpus Budihari Priyanto sebanyak 41 kali seputar hari-hari
kematian Munir. Kedua, pengakuan mantan Direktur Garuda Indra Setiawan
bahwa dirinya diminta Muchdi mengatur agar pilot Pollycarpus ikut
penerbangan yang ditumpangi Munir. Ketiga, kesaksian bawahan Muchdi,
Budi Santoso, yang diminta memberi uang kepada Polly dan melakukan
transaksi tersebut.

Polly akrab dengan Muchdi seperti "berpacaran," kata kalangan pegiat HAM
di Kontras. Namun hingga kini keduanya membantah hal itu, bahkan Zaenal
Maarif bersikukuh Muchdi tak kenal Polly. Rachland Nasshidik tertawa
mendengar bantahan tsb, "itu bisa menjadi joke of the year," katanya.

Yang menarik, seperti dilaporkan Tim Pencari Fakta TPF Kasus Munir,
nomor telepon Muchdi di kantor adalah nomor khusus yang hanya dapat
diakses orang dalam. Polisi juga memiliki alat-alat bukti kuat termasuk
daftar telepon dalam komputer Muchdi yang memuat nomor Polly. Apa pun
motifnya, yang terang, Mayjen Muchdi dicopot dari jabatannya sebagai
Danjen Kopassus berkat kampanye keras Munir yang mengungkap penculikan
aktivis oposisi tahun 1998.

Pejabat tinggi
Maka pekerjaan rumah berikut aparat hukum adalah membuktikan apakah dan
siapa pejabat tinggi lain yang terlibat. Mantan anggota TPF Kasus Munir,
Asmara Nababan menyatakan Jenderal Hendropriyono harus diperiksa karena
dia waktu itu Kepala BIN yang pasti, paling tidak, patut, mengetahui
kasus yang melibatkan elemen-elemen BIN. "Dia harus diselidiki apa dia
tahu siapa yang memerintahkan," demikian Asmara.

Di Jakarta orang tak sangsi lagi, selain Muchdi, banyak kalangan
terlibat pembunuhan Munir. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat
memetik bekal legitimasi yang penting baginya untuk pemilu dan pilpres
2009. Tapi kasus Munir yang dinilainya sebagai "ujian sejarah" ini harus
tuntas lebih dulu, dan tidak berhenti pada Mayjen Muchdi Pr





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke