Nyamarnya gimana yak?
datang aja ke Bandara SH, terminal kedatangan Luar negeri
Punglinya gak sembunyi sembunyi lagi, tapi dah jadi peraturan resmi
tidak tertulis......

--- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Rekans,
> 
> - (laporan) Pungli berlebihan atau memang itu yang sebenarnya?
Beneran nanya
> 
>   apa pura" tahu nih? :D
> - (cara) Mau menyamar digembar-gemborkan.. sekalian aja tanggal dan
> lokasinya
>   disebutkan, bos.. :-)
> - Pencitraan ini janganlah cepat ketahuan rakyat.. (iramanya lagu
Kemesraan)
> 
>   :-p
> 
> CMIIW..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Charles P <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 2008/6/20
> Subject: Re: Presiden Ingin Menyamar untuk Melihat Pungli
> 
> sepakat Mbak. Mungkin karena SBY mantan tentara, jadi yang diajarin ama
> intelejen Indonesia kan harus seperti itu. Intel ngaku2 di depan
umum dirnya
> intel di depan umum.
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: "Ana Dyah Sari" <ana_dyah_sari@ yahoo.co. id>
> Date: Fri, 20 Jun 2008 02:55:15
> Subject: Re: Presiden Ingin Menyamar untuk Melihat Pungli
> 
> Mau nyamar kok bilang-bilang
> ajak paswalpres juga gak ya? ato si Andi Malalangeng? wartawan? he he
> kalau saya dengar cerita mbah-mbah jaman dulu, Sultan HB IX memang  suka
> nyamar tapi gak pernah bilang-bilang sehingga orang memang benar2
> gak tau kalau itu sultan. Bahkan beliau juga memberi tumpangan pada
orang2
> yang dilewatinya.
> 
> ----------
> 
> Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut empat kelompok masalah yang
> menjadi penghambat pertubuhan ekonomi yaitu infrastruktur, perizinan,
> perpajakan, dan keamanan. Untuk keamanan, Presiden geram dengan
> informasi banyaknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan preman
> kepada para pelaku ekonomi. "Bayangkan kalau negara dikuasai preman.
> Preman apa pun. Ada UUD 1945, ada undang- undang, ada aturan main.
> Tidak boleh (dikuasai preman), susah nanti. Bagaimana mau low cost dan
> efisien kalau pungli ada di mana-mana," ujarnya saat membuka
> Musyawarah Nasional V Himpunan Kawasan Industri di Istana Negara,
> Jakarta, Kamis (19/6). Karena geram dengan informasi soal pungli,
> Presiden ingin menyamar ikut truk untuk melihat di mana saja ada
> pungli. "Saya mau menyamar pakai kacamata, pakai kumis. Saya kepingin
> lihat cegatan-cegatan itu di mana saja dan berapa cegatannya. Siapa
> tahu dilebih- lebihkan, tetapi siapa tahu benar ada pungutan di
> sana-sini," ujar Presiden. Namun, niat Presiden untuk menyamar surut
> sebelum dilaksanakan karena dilarang para menteri dan Pasukan
> Pengamanan Presiden (Paspampres). Presiden menuruti larangan itu
> meskipun mengaku ingin melihat sendiri seperti apa pungli yang dialami
> para pelaku ekonomi. (INU)
> 
> http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/20/0058573/kilas.ekonomi
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke