syukur dah tuh bule dah sadar. 
Emang islam kaga pernah ngajarin maksain agame ke orang laen, dah jelas yg haq 
& yg batil tp klo ada orang yg menodai agame kite, muslim wajib ngebelain, pan 
kite sayang ma agama kite, bukan bgitu bang?



----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 24, 2008 11:28:47 AM
Subject: [ppiindia] Gema di Brisbane







Lantunan Ayat Al-Quran Menggema di Brisbane 



Brisbane, CyberNews. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, Minggu (22/6) siang, 
menggema di ruang utama aula kota (city hall) Brisbane yang dipenuhi ratusan 
orang 
Kristen dan Muslim yang datang dari berbagai daerah di sekitar ibukota negara 
bagian Queensland, Australia, itu untuk mendengarkan ceramah Yusuf Estes. 

Beberapa ayat suci umat Islam, termasuk sebuah ayat yang mengingatkan manusia 
bahwa "tidak ada paksaan dalam beragama" itu, dibacakan seorang pria Muslim 
beberapa saat sebelum mantan pendeta asal Amerika Serikat yang memeluk Islam 
sejak 
1991 itu muncul di podium. 

Ratusan orang berusia tua dan muda, termasuk ibu-ibu yang datang bersama anak 
mereka, duduk rapi di ratusan tempat duduk yang tersusun rapi di dalam aula 
kota 
berarsitektur khas Eropa abad pertengahan itu. 

Di atas kursi hadirin tersedia sebuah paket berisi CD bertajuk "Why do Priests 
and 
Preachers Enter Islam" (Kenapa Para Pendeta Masuk Islam?) dan dua buku 
masing-masing berjudul "The Key to Understanding Islam" (Kunci Memahami Islam) 
serta "Muhammad the Messanger of Allah" (Muhammad Utusan Allah). 

Paket itu disediakan Organisasi Keislaman "Discover Islam Australia" yang 
mendukung dakwah Yusuf Estes untuk memperkenalkan Islam yang damai kepada 
komunitas Australia di Brisbane. 

Dalam ceramahnya yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu, mantan pendeta 
asal Texas yang lahir dan besar dalam sebuah keluarga Kristiani yang taat ini 
menjelaskan berbagai aspek tentang Islam. 

Dengan bahasa Inggris Amerika yang sesekali diselingi dengan gurauan segar, 
imam 
di sebuah instalasi militer AS di Texas dan pendakwah Islam di Biro Penjara 
Federal AS sejak 1994 itu menjelaskan konsep ketuhanan, kenabian, kitab suci, 
kedudukan Mariam (Bunda Maria) dan Nabi Isa AS (Jesus), hingga kedudukan para 
nabi, kaum wanita dan anak-anak, serta jihad menurut Islam. 

Yusuf Estes juga membandingkan konsepsi Islam tentang ketuhanan, kenabian dan 
kedudukannya, serta kedudukan kaum wanita dan anak-anak dengan konsepsi 
Kristiani 
yang bersumber dari Perjanjian Baru (Injil). 

Mantan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian PBB untuk Para Pemimpin 
Agama 
itu mengatakan, Islam tidak menyalahkan kaum wanita atas apa yang dilakukan 
oleh 
Hawa yang bersama Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang Allah SWT, 
sehingga 
mereka diturunkan ke bumi dan diampuni Allah kekhilafan mereka. "Dalam Islam, 
kita 
(setiap manusia) bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan," katanya. 

Tentang anak-anak yang dilahirkan, Islam berpandangan bahwa setiap anak 
mendapatkan rahmat dan dirahmati. Karena itu, menurut Islam, setiap anak yang 
meninggal dunia akan masuk surga terlepas dari agama apa pun yang dianut oleh 
orang tua mereka, kata Yusuf Estes. 

Makna Islam 

Dengan lugas, pendakwah AS yang lahir di Ohio tahun 1944 ini juga memaparkan 
makna 
kata "Islam" di depan ratusan orang yang tampak mendengarkan ceramahnya dengan 
seksama itu. "Islam berarti berserah diri (surrender) kepada perintah Allah dan 
senantiasa damai atas apa pun yang menimpa diri kita," katanya. 

Yusuf Estes mengatakan, orang-orang yang mengikuti ajaran Islam dengan 
sebenar-benarnya akan senantiasa siap sedia terhadap apa pun yang menimpa diri 
mereka. Di dalam Islam, kejujuran merupakan nilai baik yang bersifat wajib bagi 
setiap diri Muslim. 

Umat Islam tidak boleh berbohong walaupun itu dilakukan hanya untuk tujuan 
bergurau. "Jangan pernah berbohong walaupun itu hanya sekadar untuk bergurau. 
Karena itu, Muslim tidak melakukan gurauan terhadap Muslim lainnya, kitab-kitab 
suci, dan seluruh nabi dan rasul yang diyakini Islam, termasuk Isa AS (Jesus)," 
katanya. 

Bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam dan alasan mengapa 
dia memeluk Islam, Yusuf Estes merekomendasikan beberapa situs internet yang 
bisa 
dirujuk, seperti http://www.yusufest es.com/, http://shareislam. com/, 
http://www.hearisla m.com/, dan http://chatislam. com/. 

Ceramahnya di City Hall Brisbane itu merupakan puncak kegiatan dakwahnya guna 
membangun pemahaman yang benar dan lebih proporsional tentang Islam dan Muslim 
kepada komunitas non-Muslim Australia di beberapa kota di negara bagian 
Queensland. 

Salah faham dan ketakutan (fobia) terhadap Islam masih terus terjadi di 
masyarakat 
Australia sebagai akibat dari rendahnya pemahaman mereka terhadap Islam serta 
pemberitaan media setempat yang keliru dan tidak proporsional tentang Islam dan 
umat Islam. 

Hasil penelitian pakar studi-studi keislaman dari Universitas Griffith, Halim 
Rane, bertajuk "Knowing One Another: An Antidote for Mass Media Islam" 
menegaskan 
besarnya sumbangan media Australia terhadap penciptaan kesalahpahaman publik 
ini. 

Yusuf Estes mengawali misi dakwahnya pada 9 Juni lalu di Masjid Lutwyche. Di 
masjid ini, dia mengupas masalah konflik dan koherensi. Seterusnya pada 10 
Juni, 
dia memberi ceramah di Universitas Griffith. Selama di Brisbane itu, Yusuf 
Estes 
pun mengupas kilas balik perjalanan spiritualitas dirinya, bagaimana kehidupan 
Muslim di Dunia Barat, serta memberikan lokakarya tentang dakwah Islam di 
Masjid 
Kuraby, Holland Park, Darul Uloom dan Gold Coast. 

Kehadirannya di Brisbane tidak terlepas dari peran "Discover Islam Australia" 
(Temukan Islam Australia), salah satu organisasi keislaman di Brisbane yang 
memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan perdamaian dan harmoni melalui 
pengenalan Islam yang benar kepada masyarakat Australia. 



(Ant /CN05) 
23/06/2008 11:35 wib - Internasional Aktual 
sumber : http://www.suaramer deka.com/ 





    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke