http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/22/22140624/meteorit.dari.australia.membawa.bibit.dna
Meteorit dari Australia Membawa Bibit DNA
JAKARTA, MINGGU - Sampel meteorit yang jatuh di Australia tidak hanya setua
tata surya, namun mengandung dua unsur organik penting yang dibutuhkan untuk
membentuk DNA. Penemuan ini mendukung teori bahwa beberapa komponen material
utama untuk pembentuk kehidupan di Bumi mungkin memang berasal dari langit.
Jenis molekul organik yang ditemukan dalam meteorit Murchosin yang jatuh tahun
1969 tersebut adalah uracil dan xanthine. Keduanya termasuk dalam kelompok
material yang disebut nucleobase, bahan utama penyusun rantai DNA. Uracil dan
xanthine juga penyusun RNA, bahan baku protein pada tubuh organisme.
"Sistem kehidupan yang terbentuk mungkin mengadopsi nucleobase dari
pecahan-pecahan meteorit untuk membentuk materi genetik primitif, sampai
sempurna setelah diturunkan kepada generasi-generasi berikutnya," ujar Zita
Martins, peneliti dari Imperial College London.
Temuan ini menguatkan teori yang diperkenalkan pertama kali oleh astronom Carl
Sagan dan koleganya pada tahun 1992. Disebutkan bahwa beberapa bahan penting
penyusun kehidupan dibawa komet dan asteroid dan dibawa sepanjang perjalanannya
di ruang angkasa..
Material nucleobase ada kemungkinan bukan berasal dari meteorit melainkan dari
proses independen yang terjadi di permukaan Bumi. Namun, hasil penelitian
menunjukkan hal tersebut mustahil di awal pembentukan Bumi karena kondisi
lingkungan yang sangat keras.
Hasil pengukuran sebelumnya menunjukkan bahwa meteorit tersebut setua tata
surya sekitar 4,5 miliar tahun. Oleh karena itu, bukan hal mustahil bahwa bibit
DNA juga dikirim ke planet-planet lain selain Bumi.
"Meteorit-meteorit tersebut terbentuk sesaat usai kelahiran tata surya sehingga
materialnya mungkin menyebar ke seluruh sudut alam semesta," ujar Max
Bernstein, pakar astrokimia di Pusat Riset Ames milik NASA di California, AS.
WAH
[Non-text portions of this message have been removed]