wah si Abang emang pinter bener. Dah bise nge-googling.
Googling pan mahal bukan Bang, mesti pake kupi ama kue pastel, baru
enak makannya.
Hare gini, masih bisa beli googling, wah banayk duit nih Bang Pitung

2008/6/24 si pitung <[EMAIL PROTECTED]>:
> gampang bang, tinggal googling aje, tinggal kopi pake paste, kluar dah, 
> http://swaramuslim.net/more.php?id=A1663_0_1_0_M
> mohon member milist ini melek internet dah, ade fasilitas kaga' dipake, jgn 
> biasain males, kaga baek..
> nah skrng msh gosip ape dah fakta nih?
>
>
> ----- Original Message ----
> From: ! C.A. Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
> Sent: Monday, June 23, 2008 7:43:16 PM
> Subject: ATTENTION----> Re: [ppiindia] Jaringan Islam Liberal Dan Kesesatannya
>
> Assalamu'alaikum,
>
> Bung Riri, kalau anda memforward berita, mohon sumbernya jangan dihapus.
>
> Saya perhatikan, setiap anda memforward berita, tidak jelas dari media apa. 
> Seperti berita di bawah ini, apabila saya ingin mengutipnya maka tidak layak 
> di-quote menjadi kutipan makalah ilmiah (tidak jelas sumber medianya apa atau 
> websitenya apa) dan tidak bisa dijadikan daftar pustaka (referensi). Jadi, 
> kesannya cenderung memfitnah. Padahal isinya SANGAT BAGUS.
>
> Mohon rekan-rekan lainnya anggota mail-list ini yang "pernah kuliah" untuk 
> memahami ETIKA penulisan ini.
>
> Mohon perhatian bagi Moderator untuk menseleksi dari segi ETIKA PENULISAN, 
> karena ini Forum ilmiah, bukan ajang gossip. :)
>
> Salam Sukses!
> Wassalam.
>
> ************************
> Regards,
> C.A. Hidayat (Rico) - Pekanbaru
> HSE Dept.
> ************************
>
> --- On Mon, 6/23/08, riri cute <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: riri cute <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [ppiindia] Jaringan Islam Liberal Dan Kesesatannya
> To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
> [EMAIL PROTECTED]
> Date: Monday, June 23, 2008, 1:34 AM
>
> Jaringan Islam Liberal Dan Kesesatannya
>
>
> Katagori : Counter Liberalisme
> Oleh : Redaksi 23 Mar 2004 - 12:35 pm
>
> Oleh: Azhari
>
> Maraknya JIL dimasa reformasi bersamaan dengan keinginan kuat umat Islam 
> untuk menerapkan Syari'at Islam bukanlah suatu kebetulan, sepertinya JIL ini 
> dibentuk untuk menghadang kelompok "Fundamentalis" yang ingin kembali kepada 
> Islam secara Kaffah. Berikut ini mari kita coba telaah lebih jauh apa itu 
> JIL, tujuannya dan ide-ide yang diusungnya.
>
> JIL yakni sebuah kelompok dikomandoi oleh Ulil Absar Abdalla, seorang yang 
> dikenal sangat dekat dengan NU dan menantu seorang Kiai NU. Selain Ulil, 
> kontributor JIL yang lain adalah:
>
> o Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta
> o Azyumardi Azra, IAIN Syarif Hidayatullah (Universitas Islam Negara), Jakarta
>
> o Masdar F. Mas'udi, Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, Jakarta
> o Goenawan Mohamad, Majalah Tempo, Jakarta
> o Djohan Effendi, Deakin University, Australia
> o Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahhari, Bandung
> o Moeslim Abdurrahman, Jakarta
> o Nasaruddin Umar, IAIN Syarif Hidayatullah (Universitas Islam Negara), 
> Jakarta
> o Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta , dan lain-lain.
>
> Kelompok ini bertujuan ingin membuat suatu bentuk penafsiran baru atas agama 
> Islam dengan wawasan sebagai berikut:
>
> a. Keterbukaan pintu ijtihad pada semua bidang;
> b. Penekanan pada semangat religio etik, bukan pada makna literal sebuah teks;
> c. Kebenaran yang relatif, terbuka dan plural;
> d. Pemihakan pada yang minoritas dan tertindas;
> e. Kebebasan beragama dan berkepercayaan;
> f. Pemisahan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.
>
> Istilah Islam liberal ini bukanlah hal yang baru dan telah diusung oleh 
> Nurcholis Madjid pada tahun 70-an, hanya saja gaungnya sekarang lebih besar 
> karena mereka didukung dana yang sangat besar dari luar negeri dan mereka 
> menguasai jaringan media massa (Radio, Jawa Pos, Kompas, Tempo, Metro TV, dan 
> lian-lain).
>
> Menurut JIL, nama "Islam Liberal" menggambarkan prinsip-prinsip yang 
> menekankan kebebasan pribadi (seusai dengan doktrin kaum Mu'tazilah tentang 
> kebebasan manusia), dan "pembebasan" struktur sosial-politik dari dominasi 
> yang tidak sehat dan menindas.
>
> Sederhananya JIL ingin mengatakan bahwa secara pribadi bebas (liberal) 
> menafsirkan Islam sesuai hawa nafsunya dan membebaskan (liberal) negara dari 
> intervensi agama (sekuler).
>
> Unik memang, pada saat seseorang telah menyatakan menganut Islam maka ia 
> terikat dengan hukum syara' atau ia seorang mukhallaf dan ia tidak bebas lagi 
> (liberal) karena ucapan dan perilakunya telah dibatasi oleh syari'at.
>
> Disisi lain bagaimana mungkin bisa menggabungkan antara Islam dan Liberal 
> karena keduanya adalah ideologi yang saling bertentangan.
>
> Islam meyakini bahwa Syari'at Allah harus dijalankan diseluruh sisi 
> kehidupan, sedangkan Liberal meyakini pemisahan urusan agama dan negara.
>
> Baiknya coba kita permudah pembahasan ide-ide JIL ini dalam 3 topik saja, 
> yakni:
>
> 1. Ijtihad: keterbukaan pintu ijtihad pada semua bidang
> 2. Inklusifisme: kebenaran yang relatif, terbuka dan plural
> 3. Sekuler: pemisahan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan 
> politik
>
> 1. Ijtihad
>
> JIL meyakini bahwa pintu ijtihad masih terbuka dalam semua bidang dan untuk 
> semua orang, penutupan pintu ijtihad akan menutup pintu akal dan kreatifitas 
> seseorang.
>
> Pintu ijtihad memang masih terbuka hingga saat ini tetapi para ulama telah 
> memberikan batasan dalam hal apa saja boleh berijtihad dan syarat seseorang 
> mampu mengeluarkan ijtihad (mujtahid).
>
> Setiap orang boleh saja berijtihad tetapi ulama memberikan syarat-syarat 
> seorang mujtahid, antara lain:
>
> a. Pengetahuan bahasa Arab, lafadz dan susunan (tarkib) yang berhubungan 
> dengan dalil-dalil hukum yang akan digali (istimbath);
> b. Pengetahuan terhadap syara' yakni nash (dalil) dari al-Qur'an dan Sunnah;
> c. Pengetahuan terhadap waqi' yang akan dihukumi.
>
> Bahkan DR Yusuf Qaradhawi (Masalah-masalah Islam kontemporer) memberikan 
> syarat yang lebih berat semisal pengetahuan bahasa Arab, mengetahui 
> tempat-tempat ijma' yang tepat, ushul fiqih, qiyas dan penyimpulan, 
> kaidah-kaidah syara'.
>
> Syarat lain harus adil, bertaqwa, tidak mengikuti hawa nafsu atau menjual 
> agamanya untuk kehidupan dunia. Dengan demikian menurut Yusuf Qaradhawi, 
> ijtihad bukan pintu yang terbuka bagi semua orang.
>
> Disisi lain pintu ijtihad tertutup untuk nash-nash (dalil) qath'i tsubut 
> (sudah pasti dari segi wujud) dan qath'i dilalah (sudah pasti dari segi 
> petunjuk). Seperti dalil-dalil berikut:
>
> Orang perempuan dan laki-laki yang berzina jilidlah masing-masing dari 
> keduanya seratus kali jilid. (Qs. an-Nuur [24]: 2).
>
> Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya 
> (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari 
> Allah. (Qs. al-Maa'idah [5]: 38).
>
> Atau kewajiban shalat, puasa, haji, adanya malaikat, syaithan, lauhul mahfuz, 
> akhirat, dan lain-lain. Disini akal tidak mampu lagi menjangkaunya dan kita 
> wajib mengimaninya sesuai dengan penjelesan al-Qur'an dan sunnah.
>
> Masalah terbukanya pintu ijtihad ini merupakan gerbang utama bagi JIL untuk 
> menghancurkan syari'at Islam, karena jika berhasil meyakinkan umat bahwa 
> ijtihad masih terbuka untuk semua bidang dan setiap orang maka mereka dapat 
> menafsirkan ayat-ayat Allah dan hadits sesuai hawa nafsu mereka. Seperti yang 
> sempat dihebohkan beberapa waktu yang lalu tentang "Jilbab tidak wajib dan 
> merupakan kebudayaan Arab"; "Laki-laki non-muslim boleh mengawini muslimah"; 
> "Kebebasan beragama atau murtad"; dan lain-lain.
>
> 2. Inklusifisme
>
> Inklusifisme secara ringkas dapat diartikan tidak eksklusif atau tidak merasa 
> paling benar sendiri, dalam bahasa JIL bahwa agama itu seperti roda yang 
> mempunyai jari-jari. Setiap agama adalah jari-jari dari roda tersebut, jika 
> semua pemeluk agama (apapun agamanya) dan dia berbuat saleh maka semuanya 
> akan menuju kesatu titik poros roda tersebut yakni syurga. Artinya, seorang 
> Muslim, Nasrani, Hindu, Budha atau Konghucu, bila menjalankan agama dengan 
> benar (saleh) maka semuanya akan masuk syurga.
>
> Hal ini jelas bertentangan dengan aqidah Islam, Innaddiina'indallah il Islami.
>
> Sesungguhnya dien (agama/sistem hidup) yang diridhai Allah adalah Islam. (Qs. 
> Ali-Imran [3]: 19).
>
> Barangsiapa yang mengambil selain Islam sebagai dien, tidak akan diterima 
> apapun darinya dan ia diakhirat tergolong orang yang rugi. (Qs. Ali-Imran 
> [3]: 85).
>
> Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku 
> cukupkan atas kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagi 
> kalian. (Qs. al-Maa'idah [5]: 3).
>
> Hai orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa 
> kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan 
> beragama Islam. (Qs. Ali-Imran [3]: 102).
>
> Islam itu unggul dan tidak ada yang dapat mengunggulinya. [HR Bukhari].
>
> Dan Islam tidak bisa disamakan dengan agama-agama lain tersebut karena 
> seorang Muslim yang beriman maka syurga balasannya, sedangkan orang-orang 
> kafir dan musyrik itu adalah orang-orang yang sesat dan merugi serta kekal 
> dalam neraka,
>
> Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik. Dan Dia mengampuni dosa 
> selain syirik itu bagi siapa saja yang dikehendaki- Nya. Siapa saja yang 
> menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya ia tersesat 
> sejauh-jauhnya. (Qs. an-Nisaa' [4]: 116).
>
> Hai orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang 
> yang diberi Alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang 
> kafir sesudah kamu beriman. (Qs. Ali-Imran [3]: 100).
>
> Dengan konsep yang menyesatkan ini, maka umat akan dengan mudah murtad karena 
> mereka merasa dengan memeluk selain Islampun mereka akan masuk syurga juga.
>
> 3. Sekuler
>
> Menurut JIL, Islam tidak mengenal pemerintahan dan agama tidak mempunyai 
> kewenangan dalam mengatur negara.
>
> Jika kita ingin menerapkan Islam secara kaffah dalam semua sektor kehidupan 
> kita maka mau tidak mau harus memformalkan syari'at Allah Swt yang terdapat 
> dalam al-Qur'an dan sunnah dalam bentuk Undang-undang (UU), dan sebuah UU 
> tidak akan berjalan jika tidak dipayungi oleh sebuah pemerintahan (daulah). 
> Hal ini-pun telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dan khalifah-khalifah 
> sesudah beliau.
>
> Beliau menjalankan pemerintahan di Madinah, menetapkan hukum-hukum 
> eknomi/perdagangan, sosial/pergaulan, politik luar negeri, membentuk pasukan, 
> peradilan, pendidikan, dan lain-lain. Beliau mengangkat pembantu-pembantu 
> (mu'awin), wali, amirul jihad, amil, qadhi, dll. Dan dilanjutkan oleh 
> Khulafaur Rasyidin dengan mengangkat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, 
> kemudian kekhalifahan Bani Muawiyah, Abassiyah hingga Utsmaniyah. Hal ini 
> merupakan suatu fakta bahwa Islam mengenal negara atau Islam tidak bisa 
> dipisahkan dengan negara.
>
> Banyak dalil-dalil yang mewajibkan terbentuknya sebuah Khilafah Islamiyah ini,
>
> Bila dibai'at dua orang Khalifah (pada waktu yang sama), maka perangilah 
> orang yang kedua. [al-Hadist].
>
> (Dan) Siapa saja yang mati dan di pundaknya tidak ada bai'at (kepada 
> Khalifah), maka ia mati dalam keadaan seperti mati jahiliah. [HR Muslim].
>
> Maka demi Tuhanmu. Mereka tidak beriman (sebenarnya) sehingga mereka 
> menjadikan kamu hakim untuk memutuskan perselisihan antara mereka. Kemudian 
> mereka tidak merasa dalam hatinya keberatan terhadap putusanmu, dan menerima 
> dengan perasaan lega. (Qs. an-Nisaa' [4]: 65).
>
> Dan kita sangat merindukan tegaknya kembali kekhilafahan Islam ini setelah 
> vakum selama 80 tahun, disaat runtuhnya Khilafah Utsmaniyah di Turki tahun 
> 1924 M.
>
> Demikianlah sepak terjang JIL dengan aqidah sesatnya dan menyesatkan umat, 
> dan merupakan tantangan bagi para hamilud dakwah untuk lebih intensif 
> berinteraksi dengan umat untuk mensosialisasikan betapa pentingnya tegaknya 
> syari'at Islam.
>
> Wallahua'lam,
>
> Get the name you always wanted with the new y7mail email address.
> www.yahoo7.com. au/mail
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------------------------------
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------------------------------
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke