(dikutip dari milis tetangga): HARI INI saya membaca sejumlah media massa, mengenai aksi mahasiswa. saya menangkap, hampir semua media menuding berbuat rusuh, brutal--yang kemudian diistilahkan dengan sebutan anarkis. Juga SCTV dan RCTI (saya melihatnya di tayangan siang hari). Hampir semua media serempak membaptis mahasiswa berbuat rusuh, membakar ban hingga menjungkirkan Avanza lalu menyulutnya dengan api dan membaralah Jakarta. Bahkan, reporter RCTI--Isyana Bagus Oka--mencecar mahasiswa dengan 'mengapa anda anarkis," dll hingga mewawancarai warga yang pro-keinginan RCTI untuk mengumbar pendapatnya bahwa mahasiswa anarkis (mungkin ada yang tidak pro tetapi tidak ditampilkan/ disiarkan- --ini hal biasa dalam produksi berita). HANYA MEDIA INDONESIA yang melihatnya dari sisi BERBEDA. Ia menggabungkan dua isu sekaligus: RAPAT PARIPURNA DPR dan AKSI EKSTRAPARLEMEN. . jelas keduanya saling terkait. Keduanya sama-sama gelisah dengan sikap pemerintah yang menaikkan harga BBM. keduanya, baik DPR maupun Mahasiswa, sama-sama mengaku memperjuangkan rakyat agar membatalkan kenaikan harga BBM. Media Indonesia menyebut, akibat tekanan mahasiswa, dengan gerakan ekstraparlemen, parlemen jalanan, akhirnya DEWAN TUNDUK dan HAK ANGKET GOOOLLLL!!!! dalam beberapa kali sidang paripurna yang mengusung interpelasi, DPR seperti macan ompong. Politisi itu cuma bergurau dan main-main. Entah berapa banyak interpelasi sudah dilayangkan dan berakhir tragis: MENJADI SAMPAH. Tetapi, kemarin, ketika gerakan jalanan bergerak menuntut pembatalan kenaikan harga BBM, PARLEMEN menyambutnya dengan penggunaan HAK ANGKET. Hak ini bisa berujung pada PEMAKZULAN PRESIDEN jika terbukti pemerintah melanggar UU dan MK meresponnya dengan rekomendasi SI MPR. Untuk hal ini, jalan masih berliku dan amat panjang. Yang ingin saya garisbawahi adalah, gerakan mahasiswa dan sedang paripurna memang satu isu. Kebetulan, darah mahasiwa dipompa juga oleh kematian Maftuh Fauzi, mahasiswa Unas. 1. Saya mengapresiasi sikap Media Indonesia atas pemberitaannya hari ini (25/6/08). Mahasiswa memang membakar ban, bahkan menjungkirbalikkan Avanza dan menyulutnya dengan api. Betul, mahasiswa merobohkan pagar rumah Dewan yang menjulang tinggi dan kokoh itu. Betul, mahasiswa mengepruk mobil logistik polisi. Semua sesuai fakta, sesuai peristiwa. tetapi, jangan lupa, mahasiswa bergerak sesuai sasaran: mahasiswa tidak membakar warung rakyat, mobil pribadi, atau merobohkan pagar rumah tukang bakso/masyarakat biasa. MAHASISWA merobohkan/membakar SIMBOL-SIMBOL KEKUASAAN yang TULI dan BUTA terhadap penderitaan rakyat. Mahasiswa merobohkan simbol-simbol KEANGKUHAN DAN KETIDAKPEDULIAN wakil-wakilnya di parlemen dalam mengawai kinerja pemerintahan. MAHASISWA sama sekali TIDAK ANARKIS. Justeru mahasiswa direpresi oleh KEANGKUHAN PENGUASA dengan pentungan dan senapan (RCTI menampilkan letusan senjata sniper ke arah mahasiswa/entah dengan amunisi karet atau asli). Koran Tempo bahkan mengutip Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng mengenai aksi bakar mahasiswa (yang ia sebut anarkis juga) dengan sebutan yang SANGAT KHAS ORBA/SOEHARTOIS: "HATI-HATI DITUNGGANGI" kepentingan lain. Pernyataan ini telah mengubah paradigma Andi dari seorang pengerek reformasi (1998, ia amat populer sebagai narasumber media massa) ke pelopor REZIM OTORITER BARU. Selama soeharto memimpin, kalimat "ditunggangi" senantiasa melekat di bibir Soeharto-Harmoko dan antek-anteknya. Siapa yang menunggangi mahasiswa Bung Andi? Konstruksi berpikir Andi Mallarangeng tampaknya perlu dicuci kembali. Ayo Bung, Tunduk Tertindas atau Bangkit Melawan!!! habe arifin --- On Wed, 6/25/08, Enda Nasution <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: Enda Nasution <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: Re: [jurnalisme] Salah Kaprah Pemberitaan Demo Ricuh To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Date: Wednesday, June 25, 2008, 6:37 PM anar·ki n 1 hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban; 2 kekacauan (dl suatu negara) http://pusatbahasa. diknas.go. id/kbbi/index. php Let's ask "Why?" a lot, Enda Nasution. YM: enda_001 Visit my blog http://enda. goblogmedia. com » 2008/6/25 Rezki Perdana <saprolegnia. parasitica@ gmail.com>: > Hari ini banyak sekali penggunaan kata "anarkis" di pemberitaan soal > demo ricuh. Dari mulai di TV, radio dan yang paling mengecewakan > kalimat itu juga ada di surat kabar sekaliber Koran Tempo yang di > halaman dua memuat judul "Warga Kecam Aksi Anarki". Kata "Anarkis" ini > benar-benar disalah artikan. Anarki dianggap berarti brutal, > seenaknya, rusuh, padahal arti kata anarki bukan itu!!. > > Anarki berasal dari dua kata A dan Narki. A : tidak, NArki : > pemerintah. KATA anarki adalah tiruan kata asing seperti anarchy > (Inggris) dan anarchie (Belanda/Jerman/ Prancis), yang juga cuma meniru > kata Yunani anarchos/anarchia. Ini merupakan kata bentukan a > (tidak/tanpa/ nihil)yang disisipin dengan archos/ archia > (pemerintah/ kekuasaan) .Anarchos/ anarchia = tanpa pemerintahan. Kata > anarki kalau ditambah ism jadi anarkism sebuah ideologi yang > dipopulerkan oleh Max Stirner (1806-1856), Pierre-Joseph Proudhon > (1809-1865), Mikhail Bakunin (1814-1876), Peter > Krapotkin (1842-1921). Mereka tokoh-tokoh anarkis awal yang bukan hanya > teoretis tapi berupaya mewujudnyatakan faham anarkisme dengan > program-program yang sistemik. > > So jadi teman-teman saya usulkan jangan pernah memakai kata anarkis > anarki atau anarkism untuk mengambarkan sesuatu yang brutal. KARENA > PENGGUNAAN KATA ANAKRIS UNTUK MENGGAMBARKAN SESUATU YANG RUSUH, > BRUTAL ITU SANGAT SANGAT SANGAT SALAH BESAR!!. Ada indikasi > penyimpangan arti kata anarkis di Idnonesia dengan tujuan tertentu. > > Hal yang sama terjadi atas singkatan "PKI" yang kemudian sering > dianggap sebagai salah satu kata yang menggambarkan sesuatu yang jahat > sadis dan brutal. Padahal PKI khan sekedar Partai Komunis Indonesia. > soalnya gue ketemu dengan beberapa orang yang menggunakan kata "PKI" > untuk mengungkapkan sesuatu yang sadis seperti , " itu PKI tuuh kalau > orang tua memerkosa anak kandungnya!" , lhoo apa hubungannya PKI dengan > memerkosa anak?. Orang yang anggota PKS sekalipun kalau moralnya emang > bejat bisa memerkosa anak kandungnya. > > Ada lagi salah kaprah yang sudah menginternasional dan sudah > melembaga. Pasti familiar dengan kata MAFIA khan?. MAFIA itu arti > awalnya adalah "Morte Alla Francia Italia Anela" artinya Maut di > Tangan Perancis adalah Tangis Italia. Ini menggambarkan kebencian > orang Sicilia Italia atas prancis.Legenda lain menceritakan bahwa > setelah seorang gadis Sisilia diperkosa dan dibunuh oleh serdadu > Perancis, ibunya meratap, "Ma fia, ma fia" ("putriku, putriku!"). Jauh > kan dengan gambaran bahwa arti MAFIA adalah kejahatan terorganisir. > > Tapi yah begitulah kondisinya teman- ada beberapa kata-kata yang > mengalami penyimpangan arti dan jadi salah kaprah. kita harus hindari > itu teman... > > > Kalau mau menggambarkan kerusuhan sebaiknya saya usul pakai kata > "brutal", "ricuh", atau apa sajalah. hindari kata anarkis karena emang > itu salah kaprah > > Kata mafia bisa kita ganti dengan kata sindikat. > > begitu saja temanssss... . > > > Rezki Hasibuan > KBR68H >

