bise aje nih gus radit, nyiptain agama baru, kmaren islam putih & item sekarang
agama taliban hehe
ane siy suka bagian ini nih, "Larangan ini diharapkan mencegah "kejahatan" seks
"
kaya'na gus radit kecewa berat ade larangan kaya bgini, krn 'aksi' nye jd
terhambat ye hehe
Negara Bagian Malaysia Larang Wanita Pakai Lipstik
Rabu, 25 Juni 2008
Negara bagian Malaysiamelarang wanita memakai lipstik tebal dan sepatu hak
tinggi. Larangan ini diharapkan mencegah "kejahatan" seks
Hidayatullah.com—Otoritas Kota Baru, telah
mengeluarkan kebijakan larangan terhadap wanita yang menggunakan
lipstik tebal dan meminta wanita tak menggunakan sepatu berhak tinggi.
Selain itu, pemerintah melarang kaum hawa untuk tidak menggunakan
jilbab transparan.
Kantor Berita Bernama,
mengatakan, arahan itu dikeluarkan Dewan Kotapraja di Kota Baru.
Kebijakan berupa arahan ini diarahkan terhadap wanita-wanita Muslim
yang bekerja di dalam rumah makan dan kantor-kantor bisnis di dalam
kotatersebut. Menurut pemerintah, kebijakan ini diharapkan untuk melindungi
martabat kaum wanita dan mencegak pemerkosaan.
"Menyebutkan
bahwa wanita Muslim dilarang untuk memakai dandanan tebal, seperti
gincu tebal dan sepatu berhak tinggi yang mengeluarkan bunyi keras,"
kata kantor berita itu.
"Bagi
mereka yang mendesak memakai sepatu-sepatu berhak tinggi, mereka dapat
melakukannya tetapi dengan tumit terbuat dari karet."
Juru
Bicara Dewan Kota Azman Mohamad Daham mengatakan, anjuran itu
dikeluarkan untuk menjaga martabat dan moral wanita. Untuk
menyosialisasikan seruan tersebut, pemerintah membagikan selebaran.
''Selebihnya, terserah mereka,'' kata Azman.
Menurut Bernama, pemerintah kotatersebut juga menerapkan larangan berdandan dan
mengenakan sepatu hak
tinggi yang berbunyi saat dipakai. Tapi, Azman membantah berita
tersebut.
Dia
menegaskan, satu-satunya perintah legal yang dibuat pemerintah adalah
berjilbab. ''Perintah itu sudah dibuat sepuluh tahun lalu," katanya.
Yang
melanggar aturan itu bisa dikenai denda hingga MYR 500 (sekitar Rp 1,4
juta). Tiap bulan, rata-rata ada 20 wanita yang didenda karena
melanggar aturan tersebut. ''Tapi, aturan ini hanya diberlakukan bagi
muslimah," tegas Azman.
Malaysia, suatu masyarakat yang terdiri dari banyak suku dan etnis. Negara
tetangga Indonesiaini dikenal menganut faham sunni madhab Syafi'i.
Malaysiamenganggap dirinya suatu negeri Muslim yang moderat. Muslim mencapai
sekitar 60 persen dari populasi. Kota Baru adalah ibukota dari Negeri
Kelantan, yang dikuasai oposisi partai Islam, PAS.
[bnm/cha/www.hidayatullah.com]
----- Original Message ----
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
To: zamanku <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 25, 2008 9:20:48 PM
Subject: [ppiindia] Talibanisme mulai merembet ke Malaysia
Malaysian city bans heavy make-up, noisy high-heels: Report
24 Jun, 2008, 1020 hrs IST, AGENCIES
KUALA LUMPUR: A Malaysian city has banned Muslim women from wearing brightly
coloured lipstick and noisy high-heeled shoes to work, the national news agency
Bernama reported.
City officials in Kota Bharu, the capital of conservative northern Kelantan
state -- which is run by the Islamic party PAS -- distributed a circular to
local firms last month to outline the dress code, Bernama said late Monday.
The report said the circular stated that the directive, which targetted Muslim
women working in food outlets and other business premises, was aimed at
preventing incidents like rape and illicit sex.
It ordered women not to wear thick make-up including bright lipstick, or
high-heeled shoes "that gave a tapping sound," although rubber-soled heels were
permitted.
The directive said that the headscarf worn by many Muslim women in Malaysia
should also cover the chest and not be made of transparent material, and that
those who flouted the rules faced a fine of 500 ringgit (153 dollars).
Kelantan, which has been run by PAS since 1990, is the most conservative state
in Malaysia. The country's population is dominated by Muslim Malays, alongside
large ethnic Chinese and Indian minorities.
The state's rulers have in the past made headlines with laws that require
separate queues for men and women in shops, and for imposing fines on skimpy
clothing.
However, in recent years the party has begun introducing reforms designed to
tone down its hardline reputation and woo young voters.
An official from the city's law enforcement department said there had been an
"awareness campaign" encouraging Muslim women to conform to Islamic dress codes
"with less make-up and more modesty, including wearing headscarves. "
She told AFP that she had not seen the circular reported both by Bernama and a
television network, adding there were no laws forbidding women from wearing
heavy make-up or noisy footwear.
"It is a ridiculous piece of news," said the official, who declined to be
identified.
http://economictime s.indiatimes. com/ET_Cetera/ No_heavy_ make-up_heels_
in_Malaysia_ city/articleshow /3159112. cms
mediacare
http://www.mediacar e.biz
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/