----- Forwarded Message ----
From: hetty shan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; Ika Handayani <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; pak arif <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; AAAASSSPPPPPP UUUUPPPPPNNNNN <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; ani marliza <[EMAIL 
PROTECTED]>
Cc: Lia Aulia <[EMAIL PROTECTED]>; novi <[EMAIL PROTECTED]>; P' Adji Prasmono 
<[EMAIL PROTECTED]>; P' Aviv P' Aviv <[EMAIL PROTECTED]>; Panji AkBaR <[EMAIL 
PROTECTED]>; Shylviana Shylviana <[EMAIL PROTECTED]>; Suyanto suyanto <[EMAIL 
PROTECTED]>
Sent: Friday, June 27, 2008 12:09:38 PM
Subject: [aspirasi_upn] Untuk yang Cinta Indonesia


Bagi Anda semua yang Cinta Indonesia, pasti pengen liat acara ini 
 
Be there yah...n ..see u there.....
 
Salam,
Hetty Shan
 
 
 
 
Pers Release 
 
A WORLD  MUSIC  Present
the phantom of the “ TRADITIONAL ” opera
GBB Taman Ismail Marzuki 3 july 2008 pukul 20:00 wib -  selesai
 
 
 
Dunia seni pertunjukan selalu dituntut untuk berinovasi menciptakan suatu karya 
karya pementasan yang memiliki estetika seni tinggi tanpa mengabaikan sisi 
edukasi dan komersialitas bagi para penikmatnya. Inilah yang menjadi tantangan 
bagi para pelaku seni.
 
Di tengah perkembangan dunia telekomunikasi yang begitu tinggi, di mana ruang 
dan waktu hampir tidak menjadi batasan lagi untuk berinteraksi, Hiburan telah 
beralih menjadi sesuatu yang individual. Orang–orang menjadi enggan untuk 
meluangkan waktu pergi ke gedung pertunjukan dan menyaksikan suatu pertunjukan 
yang bermutu. 
 
Adalah tugas kita bersama: pelaku, penonton dan pendukungnya untuk menyatukan 
kekuatan sesuai dengan latar belakangnya masing–masing dan mengembalikan 
interaksi sosial yang sebetulnya begitu luar biasa dalam membangun karakter 
manusia agar menjadi lebih baik.
 
Sebuah Mahakarya dunia yang melegenda “The Phantom of The Opera”, dihadirkan 
untuk pertama kalinya di Indonesia dengan sentuhan musik tradisi dan 
kontemporer yang dibalut oleh seni gerak dan tari yang tentunya mengacu ke 
budaya adi luhung khas Indonesia . 
 
The Phantom of the Traditional Opera merupakan sebuah pementasan yang 
mengkolaborasikan alat alat musik traditional   Indonesia dan manca negara dan 
dilengkapi dengan beberapa tarian , baik traditional dan kontemporer .
 
Mengapa harus mengangkat The Phantom of the opera ? 
Ini adalah suatu cara untuk penyampaian kepada masyarakat luas bahwa alat musik 
tradisi kita tidak bisa di pandang sebelah mata atau didengar dengan sebelah 
telinga. Alat musik tradisi Indonesia selalu mengalirkan ide ide kreatif dan 
tak pernah kering.
 
Dibeberapa bagian  komposisi dalam the phantom of the opera , memiliki tingkat 
kesulitan yang tinggi , terutama pada bagian overtune ataupun modulasi. Sampai 
ini dipentaskan oleh kelompok Mahagenta, survey membuktikan bahwa kelompok 
Mahagenta yang pertama mementaskan musik the phantom of the opera sebanyak 12 
piece dengan aransement traditional . 
 
Mahagenta adalah bukan kelompok musik tradisi, sehingga The Phantom of the 
Traditional Opera bisa dinikmati di berbagai kelompok usia karena variant 
pertunjukkan dan teknik entertainnya yang mengacu kepada konsep konsep 
kekinian. Misalnya ada komposisi rampak kendi sebagai komposisi pembuka pada 
lagu “Primadona” yang berirama ¾. 
 
Kemudian alat musik Bonang dan Talempong yang selalu eksis membalur nuansa yang 
pada lagu “ Angel of Music “ dengan catatan bahwa lagu tersebut mengalami 3 
kali perubahan nada dasar overtune. Inilah yang agak surprise mengingat alat 
musik tradisi rata rata terdiri hanya dari 5 not atau yang biasa kita sebut 
pentatonik. 
 
 
Pada lagu ‘ Musik of the night” nuansa Betawi sangat kental yang di perkuat 
juga dengan tari Betawi itu sendiri namun garis-garis opera tetap terpelihara 
dengan baik.
 
Pada lagu ‘ Wishing You Were Some How “ Teknik vocal Sinden memang tidak 
terlalu di stresing pada bagian ini karena di khawatirkan pendengar fanatik 
khususnya pada lagu tersebut akan kehilangan apa yang mereka kenal selama ini.
 
Perpaduan gendang dan drum pada pertunjukkan ini barangkali menjawab beberapa 
persepsi bahwa mengawinkan dua instrument tersebut juga termasuk sulit dan 
boleh dikatakan perpaduan itu belum pernah ada yang berhasil melakukan secara 
memuaskan namun oleh pemain Mahagenta, dua alat ini di jadikan sebagai media 
dialog bagi instuisi pemain yang menginterpretasikan alat itu sendiri sehingga 
perkawinannya terdengar  “bergerak dan segar.” 
 
Semoga  ini akan menjadi pengalaman bunyi bunyian  yang menyenangkan. 
    
Mahagenta, sebuah kelompok musik yang juga sebagai pelaku seni telah ikut serta 
menjawab tantangan . Animo luar biasa yang tertampung di Gedung Kesenian  
Jakarta pada 27 Desember tahun lalu, mereka dapatkan saat menggelar sebuah 
pertunjukan musik teaterikal yang berjudul “Mencari Negeri Sendiri”. Dengan 
segala keterbatasan promo yang dilakukan pada saat itu dan tanpa didukung oleh 
pihak sponsor, pertunjukan itu terbilang sukses  yang berarti; 80 % tempat 
duduk yang tersedia dipenuhi oleh penonton. Standing aplaus yang mereka 
haturkan di malam itu melengkapi kemegahan pertunjukan kolosal yang sayangnya 
hanya 1 hari saja. 
 
Dikesempatan ini Mahagenta mencoba kembali mengulang sukses pertunjukan lalu 
dengan tidak hanya berjuang sendiri, tapi mengajak para pendukung lain untuk 
bergabung bersama dan menciptakan pertunjukan berkualitas, tanpa mengabaikan 
nilai pendidikan bagi penonton dan tentu saja bernilai jual tinggi. 
 
Kami mengucapkan terimakasih banyak atas apresiasi  terhadap upaya- upaya kami 
untuk melestarikan alat musik tradisional Indonesia . Paling tidak alat 
musiknya dulu, sebab musik   Indonesia sendiri sudah tidak terselamatkan (coba 
dengar sekeliling kita).
 
Semoga cita cita kami dapat terwujud untuk mendapat tempat pada perhelatan 
bergengsi Indonesia yaitu Anugerah Musik “katanya” Indonesia
 
 
Salam Indonesia
Oeyoeng
    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke