----- Forwarded Message ---- From: Stanley R. / Vincent V. [EMAIL PROTECTED] To: kanisius_alumni <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, June 25, 2008 1:25:29 PM Subject: [ppmb_uaj] Kronologis Kerusuhan di Depan Atma Jaya
Pada hari Selasa tanggal 24 Juni '08 terjadi kerusuhan di depan kampus Atma Jaya Semanggi yang disebabkan kasus meninggalnya mahasiswa Unas dalam tahanan polisi. Saya sendiri adalah mahasiswa Atma Jaya semester 8 yang berada di tempat kejadian ketika kerusuhan berlangsung. Kejadian terdengar bunyi tembakan mulai pukul 16.00 lewat dimana banyak "pihak" yg melakukan kerusuhan, pembakaran berusaha lari ke dalam universitas Atma Jaya untuk bersembunyi dari kejaran polisi. Rekan-rekan kami dari Himpunan dan Menwa berusaha mencegah para pelaku kerusuhan tersebut untuk membaur ke kampus kami. Alasan kami untuk tidak membiarkan para pelaku lari ke kampus disebabkan: 1/ pelaku kerusuhan tersebut yang disinyalir mahasiswa Unas, usianya sama sekali tidak terlihat seperti mahasiswa, klo saya tidak salah mungkin sekitar 30 thn ke atas. 2/ "pihak" yang melakukan kerusuhan tersebut berusaha memanas-manasi mahasiswa kami untuk ikut melakukan kerusuhan dengan alasan demi membela sesama mahasiswa. Alasan yang sangat tidak logis dan sama sekali tidak pantas diucapkan oleh seseorang yang mengaku dirinya mahasiswa yang katanya kaum intelektual. Saya melihat sendiri ketika bagaimana pihak keamanan universitas berusaha menyelamatkan penumpang dari mobil Avanza Silver plat merah yang dibakar di depan kampus. Penumpang tersebut diamankan di dalam kampus untuk mencegah tindakan anarkis dari pelaku kerusuhan di luar kampus tersebut. Sedikit miris saja rasanya kalau melihat pemberitaan yang miring tentang Atma Jaya tanpa konfirmasi yang jelas dari pihak universitas. Banyak kabar yang beredar di media televisi maupun media cetak yang mengatakan keterlibatan mahasiswa Atma Jaya dalam kerusuhan tersebut tanpa melakukan konfirmasi dahulu kepada pihak universitas. Berikut adalah konfirmasi dari Kepala M&Pr selaku pihak universitas yang telah mengirim kronologis kejadian kepada beberapa media cetak dan televisi. Semoga informasi ini dapat berguna bagi rekan-rekan sekalian untuk menyikapi kabar burung yang beredar yang belum tentu benar pemberitaannya. Best Regards Stanley Rahadian CC '04 To: [EMAIL PROTECTED] From: [EMAIL PROTECTED] Date: Wed, 25 Jun 2008 08:24:56 +0700 Subject: [ppmb_uaj] Kronologis Dear Bayu, Ini copy email yang saya kirimkan ke Perhimpunan Humas Indonesia pagi ini, mungkin dapat menjelaskan sedikit kronologisnya. Mereka adalah kelompok yang sebelumnya berdemo di depan DPR lalu dipukul mundur oleh polisi. Kalau ada yang mau melengkapi silahkan. Salam, Putu Mengenai kejadian "spektakuler" kerusuhan di depankampus kami kemarin, ijinkan saya menginformasikan bahwa mahasiswa kami tidak termasuk di dalam kelompok yang berunjuk rasa tersebut. Anak-anak kami sedangdi sibukkan dengan Ujian Akhir Semester sampai dengan 3 Juli y.a.d dan kalau sedang ujian jangankan diajak demo, diberi hadiah gratisan pun kadang mereka tidak peduli. Selama ini setiap unjukrasa yang dilakukan selalu dengan sepengetahuan pimpinan universitas. Saya stand by di pos satpam sejak pukul 16.30, waktu polisimenembaki kampus kami dengan gas air mata dan melempari dengan batu, setelahditimpuk duluan oleh pengunjuk rasa yang kemudian melarikan diri kedalam kampus, namun akhirnya tertangkap satpam. Pastilah polisi mengira itu anak kami. Setelah kejadian itu kamitutup pagar walaupun sempat ribut dulu dengan pengunjuk rasa yang mengata-ngatai anak-anak kami "banci" dan tidak pro-rakyat. Kalau pro-rakyat kog gitu caranya. Kami harus turun tangan menyelamatkan penumpang mobil Avanza yang dibakar oleh mereka lalu kami sembunyikan di dalam kampus. Saya perhatikan pengunjuk rasa itu kog gak kayak mahasiswa, paling tidak mereka terlalu tua untuk mengaku mahasiswa (rasanya kalau mahasiswa S2 dan S3 hampir mustahil mau ikut demo kan?) Perilaku dan bicaranya juga tidak mencerminkan mahasiswa, lebih mirip preman, termasuk yang wanita. Kami cukup kewalahan menghalau yang mencoba menyusup ke dalam kampus (ada yang mengaku mahasiswa FISIP padahal kami gak punya FISIP) Saya menyayangkan beberapa media (terutama TV) yang langsung men-"judge" bahwa biang kerusuhan itu mahasiswa Atma Jaya, ini cukup merusak citra universitas, kami pun harus menjawab ratusan telepon orangtua yang khawatir mengenai keselamatan anaknya. Untungnya Metro TV, radio, koran dan cyber media yang saya hubungi langsung menampung krarifikasi kami. Yah memang begitulah resiko kalau kampusnya sangat "strategis" dekat dengan gedung DPR dan Polda, senantiasa dijadikan base camp J Dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan rasa prihatin kami untuk rekan-rekan yang mungkin turut menjadi "korban" kerusuhan kemarin, terjebak dalam kemacetan yang parah. Sedih sekali rasanya melihat karyawan yang berjejal di bis-bis yang bergerak pelan. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali. Semoga pemerintah dapat segera mengambil sikap, entah terhadap kematian mahasiswa Unas atau terhadap kebijakannya menaikkan harga BBM yang menjadi pemicu semua kejadian ini.

