ada apa dg ahmadiyah? hehe..ahmadiyah aliran sesat, malu-malu memplokamirkan menjadi agama sendiri di luar islam. KOq sesat?! ya iyalah masa' ya iya donk! Ternyata polisi ada yg sesat jg ya..kesimpulannya: orang yg membawa pistol adalah massa akkbb jg. gitu aja koq repot!
----- Original Message ---- From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, June 27, 2008 4:56:20 PM Subject: [ppiindia] Re: Jika polisi, membawa keluarganya yang Ahmadiyah (maaf untuk Asih Prasetya) Salam, Sdr Asih Prasetya, setulusnya saya minta maaf atas kesemrawutan kalimat saya sehingga pengertiannya menjadi kabur. Saya terlalu bersemangat menanggapi topik ini, karena terprovokasi posting Satrio Arismunandar yang tendenseius, terutama kalimat terakhir: .. tapi kalau dia sendiri Ahmadiyah? Saya jadi meradang : Memangnya kenapa dengan Ahmadiyah? Selanjutnya, saya sepenuhnya setuju dengan pernyataan Anda. Wassalam, Dimas. --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "asih prasetya" <asih.prasetya@ ...> wrote: > > Saya salah tulis dimana ya? > Koq malah dibalas dengan emosional begini yah? > > Begini lho masdimas.. > Maksud saya fokusnya jangan dialihkan ke masalah identitas polisi itu > Ahmadiyah atau bukan. > > Saya cuma mengajak milister untuk melihat kejadiannya, bahwa dia > mengacungkan pistol setelah diserang sama FPI. > Jadi tidak benar klaim para pembela FPI, bahwa FPI itu menyerang karena > terprovokasi oleh suara tembakan. > Lha, pistolnya saja TIDAK PERNAH DITEMBAKKAN dan baru diacungkan setelah > diserang koq. > > Intinya, FPI tetap sudah melakukan kekerasan dan karena itu harus ditindak > secara hukum. > > > Soal polisi pembawa pistol (yang diklaim sebagai pistol mainan) itu membawa keluarga (anak, istri, mertua) nya, yang diakui sebagai pengikut Ahmadiyah, hal itu sudah dinyatakan tegas oleh Humas Polri, berdasarkan pemeriksaan terhadap polisi bersangkutan. Saya bertemu langsung dan mendengar langsung keterangan itu dari Kadiv Humas Polri di Mabes Polri Jakarta kemarin. Kata Kadiv Humas, polisi itu di sana TIDAK dalam tugas. Jadi dia pergi ikut massa AKKBB atas inisiatif pribadi. Persoalan jadi makin rumit..... Kalau dia sekedar anggota intel, yang bertugas menyusup dan menyamar untuk memberi pengamanan, saya malah bisa paham. Memang tugas polisi untuk mengamankan situasi. Tapi kalau dia sendiri anggota Ahmadiyah? > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] s.com] On Behalf > Of masdimas62 > Sent: 26 Juni 2008 22:06 > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Subject: [ppiindia] Re: Jika polisi, membawa keluarganya yang Ahmadiyah > (Ralat) > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "masdimas62" <masdimas62@ > wrote: > > > > Salam, > > > > Memangnya kenapa dengan Ahmadiyah? Baru kena SKB saja sudah > > didiskrimiasi, kehilangan hak membela diri. Sungguh biadab. > > Seorang polisi, sedang bertugas maupun tidak, terpanggil untuk > > memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menenangkan kerusuhan. > > Terlebih-lebih untuk keluarga sendiri. Apa kata keluarga, kalau ada > > yang celaka saat sedang pergi dengan anggota polisi. > > "Mosok polisi nggak bisa melindungi?" Nah, kan. Salah lagi. > > Hal yang sama berlaku untuk wartawan, sedang dalam tugas atau tidak, > > bila ada kejadian, secara otomatis wartawan harus melakukan > > koordinasi dengan redaktur piket. Syukur-syukur ikut meliput. > > Setidaknya ini yang berlaku di media saya. > > Polisi terikat kontrak untuk menjaga ketertiban hukum sipil di > > masyarakat. Sedang dinas maupun tidak. Sama dengan tentara yang siap > > siap setiap waktu membela negara DARI SERANGAN negara asing. > > Lihat saja film "Die Hard". Memangnya Bruce Willis sedang dalam > > tugas, ketika menghajar teroris yang merampok dan menyandera > > isterinya ? > > Nggak nyambung?! Sama... > > > > Wassalam, > > > > > > Dimas. > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "asih prasetya" <asih.prasetya@ > > > wrote: > > > > > > Masalahnya bukan dia Ahmadiyah atau bukan.. > > > > > > Tapi bahwa dia mengacungkan pistol setelah diserang FPI > > > Bukan sebagai tindakan provokasi seperti yang dituduhkan selama ini > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]

