Buat mas Satrio, yang - katanya - wartawan kawakan, apakah memakai 
software Barat, jas dan dasi, mobil Barat (Jepang dan Korea juga 
Barat lho), makan di KFC atau Mc Donnald's, ngopi di Jeco, ke mal 
mal, berbahasa Inggris, hidup dikawasan menengah keatas yang ber-life 
style, juga inlander ya?

Mustinya? Hidup dikampung telanjang kaki?

Salam bingung

Danardono


--- In [email protected], "masdimas62" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam,
> 
> Lagipula jika cuman 1 mahasiswa yang menolak, artinya semua 
mahasiswa 
> Pakistan menolak bea siswa, dan menghapus program beasiswa yang 
sudah 
> jalan selama ini. Kok tak disebut jumlah mereka yang menerima 
> beasiswa?
> 
> Memangnya kalau seorang Imam Samudra dendam kesumat dengan Amerika 
> berarti semua orang Islam Indonesia membenci dan ingin menyerang 
> orang Amerika di sini?
> 
> Kok begini cara berpikir seorang produser teve?
> 
> 
> Dimas. 
> 
> 
> --- In [email protected], "Muhkito Afiff" <muhkito@> wrote:
> >
> > Apakah mahasiswa Pakistan itu juga akan menolak beasiswa Harvard 
> jika 
> > militer AS tidak menyerang perbatasan Pakistan dan pemerintah AS 
> > tidak mendukung tindakan Presiden Musharraf yang iknonsitutional?
> > 
> > Kalimat pengantar Anda merupakan salah satu contoh Logical 
Fallacy, 
> > yaitu False Analogy.
> > 
> > Analoginya bisa dikatakan benar jika dan hanya jika pasukan 
militer 
> > AS melakukan serangan ke RI dan pemerintah AS mendukung tindakan 
> > Presiden RI yang tidak konstitusional.
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], Satrio Arismunandar 
> > <satrioarismunandar@> wrote:
> > >
> > > Mahasiswa Pakistan rupanya lebih punya harga diri, kalau 
> mahasiswa 
> > kita dapat penghargaan spt ini maka dia akan lebih 
lantang "memaki" 
> > bangsanya sendiri. Sebagian dari kita memang masih suka bermental 
> > inlander...
> >
>


Kirim email ke