emang sangat jarang mahasiswa yg 'berprestasi' spt mahasiswa pakistan ini. Beasiswa dr amerika seringkali diperebutkan oleh mahasiswa2 teknik, itu bagus krn katanya di sono hebat soal bgituan. Tp lucunya mahasiswa lulusan skolah agama, jg berebut beasiswa dr amerika ini, buat apa ya? emangnya disono gudangnya ilmu agama? hehe..bs aja nih cendekiawan2 kesasar, susah cr duit klo cuma lulusan skolah agama, paling banter jd peg negri di KUA atau depag itu pun sulitnya minta ampyun, Beda bgt dg negara tetangga, lulusan skolah agama langsung dibooking buat mengisi tempat di struktur pegawai negri. makanya syukur2 yg py bakat tersendiri bs jd penulis buku atau lainnya, atau bs jg berdagang. Yang gawat itu yg imannya lemah, gelap mata akhirnya rela menjual diri dg menjadi corongnya orientalis, dimana-mana kerjanya ngasongin pemikiran orientalis yg dah ga laku lg hehe kasian ya!
----- Original Message ---- From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, June 29, 2008 5:23:36 PM Subject: [ppiindia] Re: Mahasiswa Pakistan tolak beasiswa Harvard dari AS Salam, Lagipula jika cuman 1 mahasiswa yang menolak, artinya semua mahasiswa Pakistan menolak bea siswa, dan menghapus program beasiswa yang sudah jalan selama ini. Kok tak disebut jumlah mereka yang menerima beasiswa? Memangnya kalau seorang Imam Samudra dendam kesumat dengan Amerika berarti semua orang Islam Indonesia membenci dan ingin menyerang orang Amerika di sini? Kok begini cara berpikir seorang produser teve? Dimas. --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "Muhkito Afiff" <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > > Apakah mahasiswa Pakistan itu juga akan menolak beasiswa Harvard jika > militer AS tidak menyerang perbatasan Pakistan dan pemerintah AS > tidak mendukung tindakan Presiden Musharraf yang iknonsitutional? > > Kalimat pengantar Anda merupakan salah satu contoh Logical Fallacy, > yaitu False Analogy. > > Analoginya bisa dikatakan benar jika dan hanya jika pasukan militer > AS melakukan serangan ke RI dan pemerintah AS mendukung tindakan > Presiden RI yang tidak konstitusional. > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Satrio Arismunandar > <satrioarismunandar @> wrote: > > > > Mahasiswa Pakistan rupanya lebih punya harga diri, kalau mahasiswa > kita dapat penghargaan spt ini maka dia akan lebih lantang "memaki" > bangsanya sendiri. Sebagian dari kita memang masih suka bermental > inlander... > [Non-text portions of this message have been removed]

