http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006118986
DANKORMAR PIMPIN APEL KHUSUS MARWILBAR
30 Jun 2008 
KORMAR (30/6),- Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri 
memimpin Apel Khusus Marinir Wilayah Barat di Kesatrian Marinir, Hartono, 
Cilandak; Senin (30/6).

Apel Khusus yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali ini merupakan Apel Khusus 
kedua, sejak Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri menjabat Komandan Korps Marinir 
pada 12 Pebruari 2008. 

Pada apel khusus ini, Komandan menyampaikan beberapa penekanan kepada seluruh 
prajurit Korps Marinir baik Perwira, Bintara, Tamtama serta PNS di lingkungan 
Korps Marinir. Beberapa penekanan tersebut, diantaranya: dalam rangka 
menghadapi Pemilihan Presiden pada tahun 2009 mendatang, Komandan didepan 
seluruh prajurit Marinir Wilayah Barat menekankan, agar dalam permohonan serta 
penggunaan material tempur Marinir harus sesuai prosedur rantai komando 
kedinasan tanpa kecuali. Penggunaan material tempur sesuai rantai komando 
kedinasan, yang telah ditetapkan serta disyahkan mulai Kepala Kelompok, 
Komandan Regu, Komandan Peleton, Komandan Kompi, Komandan Batalyon hingga 
sampai pimpinan tertinggi Korps Marinir, yakni Komandan Korps Marinir. Dengan 
adanya penggunaan material tempur yang telah ditetapkan serta disyahkan sesuai 
rantai Komando kedinasan, penggunaan material tempur Marinir tidak akan 
digunakan hanya untuk kepentingan pribadi semata, yang pada akhirnya
 dapat merugikan citra baik Korps Marinir, yang selama ini telah terjalin baik 
dengan masyarakat. 

Selain itu, Komandan menekankan bahwa kita semua, tidak terkecuali saya, yang 
hadir pada Apel Khusus Marinir Wilayah Barat ini adalah milik Korps Marinir, 
dan bukan Marinir milik kita. Artinya kita sebagai prajurit Korps Marinir harus 
siap untuk dijungkir balikkan oleh Korps Marinir. Artinya Korps Marinir, bukan 
digunakan untuk kepentingan serta keuntungan pribadi sehingga terkesan bahwa 
Korps Marinir adalah milik kita, karena Korps Marinir dapat dijungkir balikkan 
oleh kita, serta dibentuk sesuai kemauan kita secara pribadi.

Komandan juga menekankan, kita sebagai prajurit Marinir harus bangga menjadi 
Marinir. Terbukti dengan diangkatnya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono 
menjadi warga kehormatan Marinir pada 15 Juni 2008 lalu di salah satu KRI 
Angkatan Laut, bersamaan dengan pelaksanaan Latihan Gabungan TNI 2008. 

Selain itu, Komandan meminta kepada seluruh prajurit Marinir berada untuk tetap 
solid serta kompak dalam menghadapi suatu permasalahan, karena dengan 
kekompakan, kesulitan besar akan mudah terselesaikan sehingga dapat meringankan 
beban kesulitan kawan dalam memecahkan permasalahan.

Selain penekanan, Komandan meminta kepada seluruh keluarga besar Korps Marinir, 
agar dalam memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, Korps Marinir terhindar dari 
fitnah, diberi keselamatan, kebesaran dan kejayaan. 

Komandan mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit Marinir, atas 
kesuksesan, kelancaran serta ketertiban pelaksanaan Latihan Gabungan TNI 2008 
hingga mencapai sesuai dengan harapan pemerintah, tanpa adanya kecelakaan 
sedikipun (zero accident), yang juga sesuai harapan Kepala Staf Angkatan Laut. 

Ucapan terima kasih juga disampaikan Komandan, atas kehadiran para Komandan 
Komando Pelaksana Korps Marinir Wilayah Barat; Para pejabat Marinir Wilayah 
Barat; seluruh prajurit Marinir Wilayah Barat, baik Perwira, Bintara maupun 
Tamtama; serta PNS Marinir Wilayah Barat atas terlaksananya Apel Khusus Marinir 
Wilayah Barat yang kedua ini dengan penuh hikmat.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke