MAAF Mas MR.IMANUDIN,Membaca tulisan mas yg diantaranya: prinsip-prinsip yang bersifat paradoks biasanya mempunyai latar belakang pendidikan ilmu politik, sosial dan seni. Mereka ini adalah ampas yang tidak lolos dari saringan masuk untuk jurusan kedokteran atau teknik. Siswa yang pandai akan masuk ke jurusan kedokteran dan teknik. Dan oxymoron, biasanya masuk ke jurusan ilmu politik, sosial dan seni serta menjadi pendukung paham kebebasan, women liberation, feminist, pluralisme dan sejenisnya yang penuh dengan prinsip-prinsip paradoks.
Sebenarnya, sebagian besar sy setuju dg tulisan2x mas. tpi dg prinsip yg satu tsbt di atas, sy kurang setuju. karena tidak semua dokter/teknik tu Pandai, dan tidak semua S.IP&SOS tu AMPAS,Kedokteran akan menjadi Dokter & S.ip & S.os bisa jadi Camat. Jurusan yg di dapat seseorang bukan semuanya hasil dari kecerdasa,tapi dari niat/suka tidak sukanya orang tsbt.kesempatan kerjalah,mungkin yg dapat mempengaruhi pemikiran seseorang.juga dari pengetahuan tambahan luar, terutama pemahaman tentang agama yg benar. klau kta(islam) harus sesuai dg Al'QURAN & SUNNAH,bukan begitu kata bang Pitung(sori bang sy kutip)...Jadi sy mohon maaf,ni adalah hanya pendapat.Benar/tidak tlong di luruskan, karna sy orang yg masih harus banyak belajar tentang agama (islam.) O,ya...Salam kenal sy ne tuk bang pitung........ teruskan & jngan prnah lelah memperjuangkan prinsip islam yg sebenarnya. Menurut sy, hanya ada tiga kekuatan di dunia saat ini: 1.ISLAM 2.blok barat 3.blok timur waspadalah......di kendalikan kekuatan mana pemerintahan kita saat ini. karena akar dari penyelesaian masalah suatu negara ada pada pemerintahnya...... Jadi, Tolong bantu tuh, temen2x & mahasiswa yg lagi berjuang. karena kita bukan pasukan bersenjata, berjuang dg kata2xpun pasti nanti ada balasnnya. Wassalam

