---------- Forwarded message ---------- From: Front Pembebasan Nasional <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon, 30 Jun 2008 22:45:22 +0700 Subject: Siaran Pers KPP-SMI dan Kronologis Pembubaran Aksi SMI Cab Jkt To: Front Pembebasan Nasional <[EMAIL PROTECTED]>
*KOMITE PIMPINAN PUSAT* *SERIKAT MAHASISWA INDONESIA* *JL. Jagakarsa Gg. Hidayah II, No 05 Lenteng Agung Jakarta Selatan* *Email; **serikat_mahasiswa@ yahoo.co. id* <[EMAIL PROTECTED]> *www.kppsmi.wordpress.com* <http://www.kppsmi.wordpress.com/> *Telp: 021-99681543 dan 081331643545* *SIARAN PERS NASIONAL * *MENGECAM TINDAKAN POLSEK GAMBIR YANG MEMBUBARKAN PAKSA AKSI DAMAI * *DI DEPAN ISTANA DAN MENUNTUT BATALKAN KENAIKAN BBM * *Salam Pembebasan !!!* Sekitar Jam 14.00 Hari Senin 30/6/08 sekitar 50 Mahasiswa Yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia Cab Jakarta melakukan Demontrasi di Depan Istana Negara dengan membawa Isu "*Batalkan Kenaikan Harga BBM, Berikan Subsidi pada rakyat dan Tinggalkan Elit & Parpol Penipu Rakyat". * Aksi massa yang dilakukan oleh SMI Cab Jakarta jelaslah aksi damai dan Simpatik dengan membuat surat pemberitahuan Aksi yang sudah di Fax Ke POLDA METRO JAYA pada hari minggu 29/06/08 sekitar jam 19.00, namun Pada Saat aksi berlansung oleh pihak Polda dinyatakan bahwa Surat Pemberitahuan itu belum diterima itulah yang di jadikan dasar Oleh Pihak Polda Metro Jaya Untuk memberikan Intruksi Pada Polsek Gambir Untuk Membubarkan Aksi SMI Cab Jakarta. Sekitar Jam 15.15 massa aksi di minta untuk membubarkan diri oleh polisi, perangkat aksi ingin menutup aksinya dengan orasi terakhir dari ketua SMI cabang Jakarta, tapi Polisi memaksa mengambil pengeras suara (Toa), dari kordinator aksi (korlap), disitu mulai terjadi tindakan refresif dan Intimidatif terhadap massa aksi dalam terjadi pembubaran paksa oleh polisi, satu-persatu massa aksi di tarik oleh polisi yang disertai pemukulan, tendangan, rambut di jambak, dan di seret ke Mobil tahanan. Dan Akhirnya Para Polisi Berhasil membawa sekitar 35 Anggota SMI Untuk di Proses lebih lanjut di Polda Metro Jaya. Tentu saja jika di pandang dalam berbagai sudut apapun Tindakan Represi yang dilakukan Oleh Jajaran Kepolisian Khususnya Polres Metro Jakpus dan Polsek Metro Gambir tidak dapat di benarkan, Karena Secara prinsip Aksi SMI Cab Jakarta adalah aksi Legal karena sudah memberitahukan Ke POLDA METRO JAYA. Kondisi ini jelas semakin menunjukkan bahwa Sikap Kepolisian (Khsususnya POLDA METRO JAYA) sangat tidak Profesional dalam Penanganan Aksi massa alias tidak melindungi massa aksi malah melakukan tindakan ceroboh yakni merepresi Massa Aksi. Tentu saja kasus represi dan kekerasan terhadap demontrasi rakyat dan gerakanya tidak Hanya terjadi satu kali di Negeri ini, melainkan sangat banyak kasus represi yang dilakukan oleh Kepolisian R I di berbagai daerah. Oleh Karena itu Kami Dari Serikat Mahasiswa Indonesia menyatakan Sikapnya: 1. Mengecam Tindakan Sewenang-wenang dalam bentuk represi yang dilakukan Oleh Kepolisian khususnya Polres Metro Jakpus dan Polsek Metro Gambir Kepada massa Aksi SMI. 2. Jamin Keamanan dan Rehabilitasi Nama Baik 35 Anggota SMI 3. Batalkan kenaikan BBM Dan kami Dari Serikat Mahasiswa Indonesia, tetap menyerukan kepada massa rakyat dan kekuatan Progresif Di Indonesia Untuk : 1. Tetap melawan kenaikan Harga BBM, karena tidak menutup kemungkinan harga BBM pada tahun 2009i, akan mengalami kenaikan sesuai dengan harga pasar Internasional. 2. Bergabunglah dan bangun dengan Komite-komite perlawanan dan aliansi rakyat yang independent sebagai wadah perjuangan dan persatuan rakyat Indonesia yang bebas dari kepentingan politik praktis. 3. Bangunlah posko-posko perlawanan sebagai media komunikasi dan konsolidasi untuk pendidikan pendidikan politik yang mengupas sebab dasar kenaikan BBM yang hakikatnya adalah dampak dari kebijakan ekonomi-politik neoliberal (Penjajahan gaya Baru). Demikian Siaran Pers Ini Kami Buat, terima kasih. *Jakarta, 30 Juni 2008* * Tertanda * * "Kent" Yusriansyah * *Ketua Umum KPP-SMI* ===================================================================== *PERNYATAAN SIKAP* *BATALKAN KENAIKAN HARGA BBM !* *BERIKAN SUBSIDI UNTUK RAKYAT SEBESAR-BESARNYA !* *& TINGGALKAN ELIT POLITIK PENGKHIANAT RAKYAT !* Salam Pembebasan! Satu bulan sudah rakyat indonesia melewati dan merasakan pahitnya kenaikan harga BBM. Solusi-solusi alternative yang diberikan rezim SBY-JK berupa Bantuan Tunai Langsung (BLT) dan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) dirasa sangat tidak tepat dan bukan solusi strategis jangka panjang bagi seluruh rakyat indonesia. Derasnya gelombang protes yang dilancarkan oleh seluruh gerakan rakyat di indonesia, tidak mampu menahan hasrat dan keinginan rezim untuk menolak bahkan membatalkan kenaikan harga BBM. Tekanan tersebut tidak dapat membuka mata para penguasa negeri ini. Bahwa dengan tekanan massa rakyat adalah bukti dari penolakan jutaan rakyat indonesia terhadap kenaikan harga BBM. Terlihat jelas bahwa rezim SBY-JK (rezim pro modal) berupaya untuk membungkam jeritan rakyat dengan program-program yang menurutnya adalah solusi tepat yaitu BLT dan BKM. Tidak hanya itu pembungkaman jeritan rakyat juga dilakukan dengan upaya yang lain, seperti tindakan represif yang diperlihatkan para aparat keamanan Negara dalam mengamankan setiap aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa maupun gerakan rakyat lainnya ; pemukulan terhadap aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM di Bone, Makasar, Banjarmasin, Jambi, dll. Penyerangan berlebihan oleh aparat kepolisian di Kampus Unas pada 24 Mei 2008, puluhan aktifis juga ditangkap dan dianiaya aparat, di Indramayu juga terjadi bentrok massa demonstran dengan kepolisian. Aksi KRB Jogjakarta juga direpresi oleh polisi dan menyebabkan 3 anggota SMI luka parah. Di Malang 3 aktivis buruh dari FPRM ditangkap polisi dan 15 anggota SMI luka ringan. NTB, Aksi FPN di Bima juga mengalami tindakan yang sama sehingga menyebabkan 2 anggota SMI luka parah dan sekitar 7 orang di tangkap polisi. Rentetan kejadian diatas yang dilakukan oleh rezim pro modal, semakin memperjelas wataknya yang anti rakyat dan tidak mempedulikan lagi gejolak yang muncul akibat kenaikan BBM. Dan memang rezim pro modal yang menghendaki praktek liberalisasi dan privatisasi selau seiring dengan perlakuan represif terhadap gerakan rakyat, karena kaum modal nasional dan internasional sangat membutuhkan stabilitas di Indonesia yang aman dan damai demi kenyamanan para investor (asing dan dalam negeri). *Kebijakan liberalisasi sektor Energi dan Migas di Dalam Negeri* Adalah skema kebijakan neoliberalisme (Penjajahan gaya baru) yang disambut dengan gegap gempita oleh pemerintahan nasional saat ini, sehingga mereka menyiapkan format yan lebih rapi agar semua aspek kebijakan tentang Kenaikan harga BBM pada 24/05/08 hanya ditangkap sepihak oleh penglihtan rakyat. Maka jelaslah kenyataan ini harus kita lawan adanya, Meskipun Harga BBM dunia setinggi sekarang (Berkisar 135 U$/Barell, 28/05/08) sebenarnya pemerintah secara politik sudah menetapkan proyeksi untuk mencabut subsidi BBM yang artinya juga akan memicu naiknya Harga BBM dikemudian hari. Skenario itu dapat kita lihat dalam beberapa produk hukum yang bersemangatkan neoliberalisme antara lain, UU Energi Nomer 30 Tahun 2007, APBN Perubahan 2008 tentang pembatasan jumlah Subsidi BBM sebesar Rp 126 triliun (dengan asumsi harga minyak dunia 95 U$/barrel dan jumlah BBM subsidinya 39 juta kilo liter). Selain itu, yang tidak kalah besar dampak buruknya bagi masyarakat, adalah kebijakan Pemerintah untuk melakukan liberalisasi ekonomi, khususnya disektor energi. * Liberalisasi sektor energi tidak hanya terjadi sektor hulu (Eksplorasi) tetapi juga sektor hilir (Distribusi dan pemasaran).*Lewat UU MIGAS pemerintah berjanji untuk mengikis habis monopoli di Pertamina. Yang ditawarkan kemudian adalah membuka kesempatan bagi Perusahaan swasta lain untuk ikut berkompetisi dalam distribusi dan pemasaran migas. Dengan alasan supaya kompetisi dalam distribusi dan pemasaran bisa *"adil"*, akhirnya lagi-lagi subsidi minyak harus dicabut. Sebab, jika masih ada minyak bersubsidi di pasaran, pemain asing enggan masuk. Ini setidaknya pernah ditegaskan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, *"Liberalisasi sektor hilir Migas membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas. Namun, liberalisasi ini berdampak mendongkrak harga BBM yang disubsidi Pemerintah. Sebab, kalau harga BBM masih rendah karena disubsidi, pemain asing enggan masuk" (Kompas, 14/5/03).* Coba lihat salah satu Keuntungan Modal Internasional, Exxon Mobil yang pada tahun 2007 mendapatkan keuntungan sebesar US$ 40,6 milyar (Rp. 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 milyar (Rp. 1.057 trilyun/CNN), yang didapat dari kekayaan alam Indonesia. Belum lagi di tambah dengan Perusahaan-perusahaan Internasional lainnya (saat ini sudah 90 % Industri Migas Indonesia di kuasai Modal Internasional). Dengan harga saat ini US $ 135 / barel maka nilainya mencapai 1,25 triliun per hari atau Rp 458,25 triliun per tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya, mencapai 82,8 trilun per tahun (Bandingkan dengan Defisit Anggaran Sekarang, yang hanya Rp 21,4 trilyun). Keuntungan dari Migas jika di kelola sendiri oleh Rakyat, akan bertambah, karena biaya Cost Recovery dapat diturunkan dengan drastis (biaya yang dibayarkan oleh Pemerintah Kita-kepada kontraktor minyak nasional dan Internasional yang menggarap ladang Migas Kita. Dalam hitungan persentase, biaya yang dikeluarkan Pemerintah kita adalah 100%, dan Modal Internasional, tidak mengeluarkan biaya apapun, bahkan sekarang ini, malah di tambah bonus 20 % lagi, jika ingin meneruskan usahanya di tambang marginal) Besarnya biaya Cost Recovery dari awal 2007 hingga pertengahan 2007, sudah mencapai Ro 93,9 Trilyun. Bahkan lebih gila lagi, biaya main Golf para petinggi kontraktor migas itu juga di masukan kedalam Cost Recovery. Disisi yang lain pemerintah selalu mengatakan bahwa pemberian subsidi Kepada Rakyat, termasuk mensubsidi BBM adalah tidak mendidik dan membuat rakyat hidupnya malas alias tidak mandiri secara ekonomi serta memberatkan APBN, Padahal Perlu diketahui dengan seksama sesungguhnya *Subsidi Kepada Rakyat Itu Adalah Kewajiban yang Mutlak di berikan Negara* untuk tetap mengalokasikanya sebesar mungkin agar perekomian rakyat tetap stabil ditengah situasi naikkan BBM yang diikuti Oleh naiknya sembako, Transportasi, TDL dan sebaginya. Pada perkembangan kenaikan hargaBBM, mulai bermunculan tokoh-tokoh dan partai politik oportunis yang menolak kenaikan harga BBM. Berbagai cara mereka lakukan ; ada yang terlibat langsung dalam aksi massa, iklan di koran maupun media elektronik, ataupun pernyataan secara lisan di berbagai media. Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) melihat bahwa semua itu adalah sandiwara politik, yang hanya berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek, sekedar untuk meningkatkan popularitas menuju PEMILU 2009. sebab sejatinya tidak ada perbedaan antara SBY-JK dengan tokoh serta partain politik yang mengkritik saat ini, semuanya adalah agen modal internasional (agen kapitalisme). Tidak ada satupun yang berani melawan kekuatan modal di bawah *"sistem kapitalisme"* seperti layaknya ketika presiden pertama RI Ir.Soekarno menolak dan melawan penjajahan kolonial di kala perjuangan kemerdekaan. * * Oleh karena itu Kami Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) menuntut : 1. Batalkan Kenaikan Harga BBM 2. Berikan Subsidi Untuk Rakyat Sebesar-Besarnya. 3. Hentikan Privatisasi BUMN 4. Usut Tuntas Represifitas Terhadap Gerakan Rakyat (Insiden di Unas Jakarta, Bone, Makasar, Cirebon Jawa Barat, Samarinda, Ambon, Lampung, Jambi, Jogja, Surabaya, dll) Jalan keluar nyata untuk tidak menaikan harga BBM : 1. Nasionalisasi Aset MIGAS dan aset vital lainnya di Bawah Kontrol Rakyat. 2. Hapus Hutang Luar Negeri Jakarta, 30 Juni 2008 *SMI* Serikat Mahasiswa Indonesia ====================================================================== *Kronologis Pembubaran aksi tanggal 30 juni 2008* 13.00 massa aksi memulai aksi di Hotel Indonesia dengan estimasi massa 70 orang, beberapa massa aksi ada yang membawa kendaraan bermotor dan di kawal oleh satu orang polisi bermotor 13.30 : Massa aksi melakukan orasi di depan bank indonesia 13.50 : long march sampai di HI dan dengan dikawal polisi 3 orang yang mengendarai motor thunder 13.59 : long march berhenti di menko kesra dan beberapa petugas polisi meminta keterangan kepada massa aksi 14.03 : polisi dengan jumlah 1 truk menyebrang jalan dan berhenti di trotoar 14.05 : massa aksi duduk di depan menko kesra sambil berorasi dan ada beberapa orang yang mengambil gambar dan mencatat tentang tuntutan aksi 14.10 : massa aksi berdiri sambil berorasi 14.13 : lalu polisi menyuruh massa aksi menyebrang jalan menuju ke depan istana negara 14.30 : massa aksi yang membawa kendaraan bermotor diminta polisi agar mengevakuasi motor nya karena takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, akhirnya mereka menuruti perintah polisi dan menuju monas. 15.15 : massa aksi di minta untuk membubarkan diri oleh polisi, perangkat aksi ingin menutup aksinya dengan orasi terakhir dari ketua SMI cabang jakarta, tapi polisi memaksa mengambil pengeras suara (Toa) dari kordinator aksi (korlap), disitu mulai terjadi tindakan refresip terhadap massa aksi dan terjadi pembubaran paksa oleh polisi, satu-persatu massa aksi di tarik paksa oleh polisi yang disertai pemukulan, tendangan, jambak, dan di seret. 15.30 : massa aksi yang berjumlah 35 orang di angkut oleh petugas polisi dengan truk polisi. Dan nama-nama yang di bawa oleh polisi, sebagai berikut : 1. Obin Kadir 1. Titus Japra 1. Hendra Aples 1. Minyak Kijo 1. Aries Cobra 1. Gompal Andreas 1. Kiky Joko 1. Budut Surya 1. Ncek Agus 1. Desta Agus wandi 1. Jo Cecep 1. Jeni Alie 1. Odang Mamat 1. Jamso Toni 1. Putra Kenar 1. Fiki Ringga -- *FRONT PEMBEBASAN NASIONAL (FPN)* Email: [EMAIL PROTECTED] Sekber: Jl. Pori Raya No. 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur Tlp/Fax: 021-4757881 -- FRONT PEMBEBASAN NASIONAL (FPN) Email: [EMAIL PROTECTED] Sekber: Jl. Pori Raya No. 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur Tlp/Fax: 021-4757881 [Non-text portions of this message have been removed]

