Undangan Menulis di Majalah Arti "Kosa lukis kita dalam masa boom ini terjadi penyusutan jenis pengalaman rupa, yang bersangkut paut dengan penyusutan jenis medium, penyusutan macam pokok dan tema, dan keterbatasan macam gubahan," Sanento Yuliman (1941-1992).
Majalah Arti mengundang Anda, kaum muda di seluruh negeri, untuk berdiskusi, bertukar gagasan, melontarkan kritik, berdebat. Kaum muda untuk keperluan diskusi ini kami definisikan mereka yang berusia maksimal 30 tahun. Usia ini kami anggap sebagai periode paling dinamis, terutama dengan melihat latar belakang sejarah para pemikir di negeri ini. Perubahan-perubahan penting dalam berbagai aspek, mulai politik, kebudayaan hingga seni, sampai hari ini cenderung berasal dari periode usia itu. Chairil Anwar melahirkan puisi-puisi cemerlang di bawah usia 30. Muh. Yamin menggugat jagat sastra Balai Pustaka di usia 20-an, selain mendirikan Jong Sumatramen Bond dan memelopori Kongres Pemuda. Hatta juga belum lagi 30 tahun ketika mengecam kolonial Belanda. Di usia sama, Soekarno mengonsep Marhaenisme, mendirikan Partai Nasional Indonesia, dan menyampaikan pidato terkenal "Indonesia Menggugat". Kami akan menyediakan kolom yang memungkinkan Anda dapat menuangkan ide dan konsep tentang kehidupan seni rupa kita, sekarang dan masa yang akan datang. Pada tahap awal, kami mengagendakan topik "Pasar versus Wacana Seni". Ruang polemik akan mulai dibuka akhir Agustus 2008, dengan melibatkan editor yang kapabel di bidangnya. Setiap karya esei yang dimuat akan mendapatkan honor yang pantas. Kami akan menyeleksi esei Anda dengan beberapa pertimbangan penting, sekurang-kurangnya memenuhi standar penulisan media. Pada dasarnya Anda memiliki kebebasan untuk menulis esei apapun tentang seni rupa, tapi pertama-tama Anda harus membebaskan diri dulu dari keinginan untuk melakukan defamasi, fitnah dan libel. Cara ini hanya bisa dihindari dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk melakukan verifikasi sehingga esei Anda bersandar pada akurasi, komprehensi, proporsi, keberimbangan dan seterusnya. Kami keberatan dengan naskah yang bermaksud mempromosikan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan ekonomis dari pihak yang Anda promosikan. Dalam kerangka inilah, kami akan menyeleksi karya esei Anda berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pokok untuk tercapainya transparansi, yakni tidak menambah-nambahi atau mengarang-ngarang sesuatu yang tak sesuai dengan faktanya, pun tidak menyesatkan audiens pembaca. Kami menunggu karya Anda, dan mari kita benahi kehidupan seni rupa kita, sebatas kemampuan. Kami percaya, di tangan kaum muda, kehidupan demikian akan berjalan lebih baik lagi. Sejarah telah mencatat peran kaum muda, dan kami meyakini suara sejarah itu. ([EMAIL PROTECTED]) [Non-text portions of this message have been removed]

