Setahu saya ada 2 partai pendukung pemerintah yang mati-matian menolak hak 
angket masalah BBM, yaitu Partai Demokrat dan Golkar. Golkar bahkan menegur  
satu2nya anggotanya yang mendukung angket BBM, yaitu Yuddy Chrisnandi.

Anehnya Golkar ngotot ingin jadi Ketua Panitia Hak Angket. Banyak yang menilai 
keinginan Golkar untuk jadi ketua panitia hak angket sebagai tidak tahu malu 
atau tidak etis karena sebelumnya justru mati-matian menentangnya.

Harusnya kalau tidak setuju dgn hak angket BBM ya tidak usah turut campur.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/03/21204613/golkar.pimpin.pansus.hak.angket.apa.gak.malu
Golkar Pimpin Pansus Hak Angket? Apa Gak Malu!
Artikel Terkait:

    * Tak Etis Golkar Rebutkan Ketua Pansus Hak Angket
    * Panitia Angket BBM Segera Lakukan Penyelidikan
    * Golkar Kepincut Nahkodai Pansus Angket
    * Inilah 51 Anggota Panitia Angket BBM

Kamis, 3 Juli 2008 | 21:20 WIB

JAKARTA, KAMIS - Tarik menarik siapa yang akan menahkodai pansus hak angket 
BBM, terus bergulir. Meski Golkar dari kubu yang awalnya menolak, kubu 
pendukung pemerintah ini malah ngotot ingin menjadi ketua pansus angket BBM. 
Sikap ini, tentu saja mendapat sindiran keras dari kubu PDI Perjuangan sebagai 
partai terbesar kedua di DPR dan partai yang sejak awal menggulirkan hak angket 
BBM.

"Jangan sampai ada persepsi publik angket BBM akan kandas ditengah jalan. 
Secara logika, bagaimana mungkin mereka yang awalnya menolak angket BBM 
kemudian ngotot ingin menjadi ketua? Publik tentu bisa menilai, bagaimana nasib 
angket ini nantinya," kata Sekertaris I FPDI Perjuanga DPR, Ganjar Pranowo, 
Kamis (3/7).

Anggota Fraksi Golkar Yuddy Chrisnandi yang terang-terangan membangkang 
intruksi partainya, malah mendukung hak angket BBM, juga menyatakan tidaklah 
pantas bagi Golkar bila ngotot ingin menjadi ketua pansus angket. Lebih baik, 
kata Yuddy, yang menahkodai pansus angket adalah fraksi yang sejak awal 
mendukung hak angket, di luar Golkar dan Demokrat.

Yuddy kemudian menyodorkan beberapa nama yang dianggap layak untuk mengisi 
posisi ketua pansus angket. Di antaranya, anggota komisi XI dari FPAN Dradjad 
Wibowo, anggota komisi V FKB Abdullah Azwar Anas, serta Wakil Ketua BK Gayus 
Lumbuun. "Yang pantas, PDIP, PAN dan PKB, bukan Golkar," tukas Yuddy Chrisnandi.

"Kalau Golkar yang pimpin pansus anget BBM, nanti ditertawakan rakyat" cetus 
Ganjar Pranowo," Ganjar Pranowo menimpali.

Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Golkar Idrus Marham punya argumentasi 
lain kenapa Golkar punya hak memimpin pansus angket BBM. Dijelaskan, sesuai 
Tatib DPR, pansus yang dibentuk DPR seluruh nggotanya berasal dari seluruh 
fraksi di DPR dan setelah diputus di rapat paripurna, tentunya menjadi haknya 
DPR, bukan lagi milik para pengusul.

"Jadi, yang berhak duduk di panitia angket BBM itu adalah seluruh fraksi di 
DPR. Apakah fraksi tersebut setuju atau tidak, tidak soal. Semua harus masuk 
jadi anggota Pansus. Fraksi Partai Golkar sebagai fraksi terbesar di DPR, tidak 
bisa ditendang begitu saja," kilah Idrus Marham.

Berbagai persiapan sudah dilakukan agar pansus angket BBM berjalan dengan baik. 
Salah seorang anggot tim pansus angket dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Abdullah 
Azwar Anas menjelaskan, beberapa pakar yang dianggap ahli dalam bidang 
perminyakan rencananya akan diundang ke DPR. Salah satunya, aku Azwar Anas, 
adalah mantan Kepala Bappenas, Kwik Kian Gie.

"Kita akan meminta pendapat dari para pengambil kebijakan.Termasuk Kwik Kia Gie 
dan menteri-menteri pertambangan masa lalu. Kwik karena pernah menjabat sebagai 
Komisaris Utama Pertamina dan kepala Bappens," kata Azwar Anas.

Alasan meminta pendapat kepada Kwik Kian Gie, jelasnya, lantaran selama 
menjabat komisaris PT Pertamina, Kwik tidak pernah mendapat data yang lengkap 
tentang lifting (produksi) minyak secara transparan.

"Ini kan masalah dari dulu setiap ada masalah dengan APBN pasti menaikkan harga 
BBM. Karena itu dengan membongkar benang kusut perminyakan dari hulu sampai 
hilir, pos penerimaan negara dari sektor migas bisa ditingkatkan, dan ini 
dampaknya bisa langsung ke masyarakat," paparnya.

Lalu, siapa yang akan menjadi ketua pansus angket BBM nantinya, baik PDI 
Perjuangan, PKB dan PAN sudah memunculkan beberapa nama. Nama Gayus Lumbuun dan 
Ganjar Pranowo untuk kandidat dari PDI Perjuangan. Dari PAN, nama Drajad Wibowo 
dan Muhammad Nadjib yang dijagokan kemudian PKB mengusulkan nama Abdullah Azwar 
Anas serta Misbah Hidayat untuk menahkodai pansus angket. Rencananya, Jumat 
(4/7) DPR akan memutuskan siapa yang akan dipilih.

Ini dia 50 Anggota Tim Pansus Angket
*Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tidak Masuk Dalam Tim

Partai Golkar:
Priyo Budi Santoso
Airlangga Hartarto
Syamsu Bahri
Mahadi Sinambela
Azhar Romli
Hafidz Zawawi
Budi Harsono
Kahar Muzakir
Zainudin Amali
Taufiq Hidayat
Victor Bungtilu Laiskodat
Setya Novanto.

PDI Perjuangan:
Sonny Keraf
Zainal Arifin
Bambang Wuryanto
Yasona H Laoly
Ganjar Pranowo
Eva Kusuma Sundari
Nadrah Izahari
Theodorus Jakob Koekerits
Irmadi Lubis
Topani Gayus Lumbuun.

Partai Demokrat
Syarif Hasan
Sutan Batoegana
EE Mangindaan
Max Sopacua
Benny K Harman

Partai Persatuan Pembangunan
Suharso Monoarfa
HBT Achda
Maiyasyak Johan
Efiyardi Asda
Hadimulyo.

Partai Amanat Nasional
Zulkifli Hasan
Muhammad Najib
Catur Sapto Edi
Drajat Wibowo
Asman Abnur

Partai Kebangkitan Bangsa
Effendi Choirie
Misbah Hidayat
Abdulah Azwar Anas
Anna Mu'awanah
Choirul Soleh Rasyid.

Partai Keadilan Sejahtera
Mahfudz Siddiq
Zulkieflimansyah
Rama Pratama
Aboe Bakar Al Habsy

Partai Gabungan di DPR, Fraksi Bintang Pelopor Demokrrasi (BPD)
Rapiuddin Hamarung
Nizar Dahlan

Partai Bintang Reformasi
Bahran Andang

Partai Damai Sejahtera
Carol Daniel Kadang

Rachmat Hidayat
Sumber : Persda Network

===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com


      

Kirim email ke