Mohon info yang lebih rinci. Negara ini penduduknya 90% lebih Muslim, 
lalu siapa yang mau mencoreng siapa?

Salam

Danardono

--- In [email protected], "cicidaryati" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Trik Media Mencoreng Islam
> 
> Percikaniman. Org - Berbagai lembaga, seperti media massa dan
> sekolah-sekolah memberikan berbagai data yang telah dipilah dan
> dipilih; mereka membesar-besarkan masalah dan meremehkan
> perkara-perkara lainnya.
> 
> Semua itu dilakukan agar masyarakat tidak bisa berfikiran terbuka
> ketika menganalisis suatu masalah, sehingga acapkali terjebak dengan
> Teori Konspirasi. Teori semacam ini membuat masyarakat tidak mampu
> memahami akan permasalahan mereka sebenarnya; karena dengan adanya
> teori ini muncul anggapan, bahwa segala permasalahan yang dihadapi
> masyarakat disebabkan oleh `musuh fiktif' yang sengaja diciptakan 
> oleh penguasa atau –bisa jadi- diciptakan oleh masyarakat sendiri 
> akibat rasa takut yang membelenggu mereka.
> 
> Zachariah Matthews dari Cair (Canadian Islamic Congres's) 
membeberkan
> sejumlah trik media Barat yang terbit di Canada, dalam memproduksi
> citra buruk tentang Islam; yang bisa kita dapati pula pada sebagian
> pers Indonesia.Pertama, Sensasi.
> 
> Berita di buat berdasarkan fakta yang tidak pernah ada, atau hanya
> mengandung sedikit kebenaran. Namun semakin lama dihebohkan, kisah
> semacam ini akan kehilangan substansinya. Misalnya, kisah perkosaan
> massal terhadap etnis China pada kerusuhan Mei 1998 di Indonesia.
> Dalam dokumen Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), dalam debat tentang
> ada tidaknya fakta perkosaan masal yang tengah di-ulik, seorang
> pimpinan TGPF menyatakan kepada rekannya," Jangankan satu kasus,
> setengah kasus pun cukup."
> 
> Standar ganda juga diterapkan oleh media. Ketika kasus monas 
kemarin,
> aktivis KLI yang menyerang AKKBB disebut `pelaku kekerasan'. Akan
> tetapi label tersebut tidak disematkan kepada AKKBB yang melakukan
> kekerasan simbolik dengan kampanye dan pernyataan provokatifnya.
> 
> Trik kedua, Mengemukakan berita atau klaim dusta. Sering klaim 
> tentang Islam tanpa disertai dukungan bukti, atau dengan bukti yang 
> sangat lemah. Misalnya, ketika Detik.com dan KoranTempo 
memberitakan 
> foto Munarman mencekik, atau aksi KLI yang diklaim FPI. Pun juga 
> gambar bocah menangis yang disebut-sebut anak-anak AKKBB.
> 
> Trik ketiga, Misrepresentasi. Kerap kali media menggunakan trik pars
> pro toto (generalisasi) . Satu atau dua kasus dijadikan berita 
> massal. Misalnya, media menulis' oknum' untuk aparat atau polisi. 
> Tapi ketika menyiarkan aksi sebagian kecil KLI, mereka menyebut 
> sebagai tindakan FPI.
> 
> Trik keempat, Pembatasan akses. Publik muslim tidak diberi akses 
yang
> sama pada media. Contoh yang telanjang adalah aksi yang dilakukan
> hampir 100.000 massa muslim mengepung istana pada 7 Juni siang. Pers
> umumnya tidak memberitakan aksi demo tersebut. Menghilangnya Jajak
> pendapat dan hasilnya di situs Liputan6.com yang ternyata mayoritas
> masyarakat mendukung eksistensi FPI, merupakan contoh akses yang
> bersifat vulgar.
> 
> Trik kelima, Stereotype. FPI oleh media massa diidentikan dengan
> kekerasan. Sebaliknya, kalangan Sipilis (Sekulerisme- Plurasislem- 
> Liberalisme) , dicitrakan sebagai sosok yang santun, damai, sejuk, 
> meskipun menebar terror verbal berbungkus kalimat-kalimat indah. 
> Lewat Resonansi di Republika, kolumnis Zaim Uchrawi yang juga 
> direktur Balai Pustaka, mendorong pembubaran FPI dan Ahmadiah. 
> Berikutnya ia menyebut Syafii Anwar ( tokoh Sipilis pemimpin
> LSM ICIP) sebagai `intelektual muslim yang santun' .
> 
> Trik keenam, Pengendalian reporter. Robert Fisk, koresponden pada
> media massa London the Independent menulis " Para editor Amerika
> mempunyai kebiasaan membuang reporter mereka jika mereka mulai
> memahami secara objektif situasi daerah liputannya." Pada peristiwa
> demo besar 9 Juni 2008, kemana larinya hasil liputan para wartawan 
> kita?
> 
> The last, Pemahaman bahwa informasi saat ini banyak dikuasai oleh
> orang-orang yang tidak senang terhadap Islam – sipilis - merupakan
> modal dasar. Informasi yang tidak objektif tentang Islam bisa di
> counter atau didudukkan dengan baik asalkan kita mau memperkaya
> cakrawala berfikir. Membiasakan mendengarkan lebih dari satu 
pendapat
> tentang suatu masalah, dan kemudian memilih suatu pendapat 
> berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan. Tidak bersikap taklid 
> buta dan kaku, akan tetapi selalu membuka pemikiran dan hati, serta 
> konsisten dengan kebenaran, meskipun kebenaran itu datangnya dari 
> orang-orang yang tidak kita sukai.
> 
> Allah swt berfirman :
> "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang 
> yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi yang 
> adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, 
> mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena 
> adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, 
> sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjalkan." 
(TQS.al-
> Maaidah :
> ***
> 
> (Ibnu Khaldun Aljabari, 2 Juli 2008)
> 
> Mencari Informasi menarik dan terpercaya tentang Aliansi Kebangsaan
> untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), "Tabloid Suara
> Islam" Edisi 46 : Membedah Jantung AKKBB bisa menjadi salah satu
> sumbernya.
>


Kirim email ke