Assalammu'alaikum wr wb,
Ada sebuah artikel mengenai seorang fisikawan Inggris yang pantas dikenal dan
dicermati serta dikritisi.
Wassalam,
A.M
Yang Mengusulkan 'God Particle'
Bagi umum awam tujuan utama LHC (Large Hadron Collider) adalah untuk menemukan
partikel kondang "Higgs boson". James Randerson telah menemui seorang yang
menyembunyikan dirinya (self-erffacing) di balik legenda
a.. James Randerson
b.. The Guardian,
c.. Monday June 30, 2008
d.. Article history
Pakar fisika partikel Peter Higgs, di tahun 1964 telah mengusulkan akan
keberadaan suatu partikel dasar - yang kini dikenal sebagai Higgs boson - yang
memberi massa kepada semua materi yang ada. (Photograph: Murdo McLeod)
Peter Higgs jarang sekali memberikan interview. Peter Higgs yang kini berusia
79 tahun bisa jadi akan dicalonkan sebagai penerima hadiah Nobel apabila LHC
menemukan bukti-bukti bagi keberadaan partikel dasar yang diusulkannya di tahun
1964 - yang dikenal sebagai Higgs boson atau, lebih indah lagi dinamakan
sebagai, "the God Particle" - anehnya pribadi ini adalah bahwa dia teramat
pemalu menjadi seorang saintis "rock-star", terlampau keberatan atas dirinya
pribadi untuk menyebutkan nama partikel tersebut sebagaimana orang
menamakannya. Dia malah menyebutkannya sebagai "boson yang dinamai dengan nama
saya".
Menemukan Higgs boson barangkali adalah satu-satunya hal yang diketahui orang
di luar masyarakat fisika mengenai percobaan-percobaan yang bakal
diselenggarakan di Cern. Hingga baru-baru ini, orang di belakang peristiwa
tersebut adalah seorang yang sama misteriusnya dengan partikel yang belum
diketemukan tersebut.
Pada bulan April, Higgs telah mengunjungi Jenewa (Geneva) melihat-lihat LHC
sebelum didinginkan super-dingin dengan helium cair, siap untuk mendesingnya
pancaran proton pertama yang dilarikan mengelilingi jalur cincin LHC dengan
kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
Higgs boson adalah suatu partikel yang diduga memberikan massa kepada segalanya
yang ada di alam semesta, namun demikian tampaknya bagian fisika teori tersebut
bukanlah penyebab utama mengenai cerita yang didengar kebanyakan orang. Nama
sebutan theistiknya digagas oleh seorang pakar fisika yang memenangkan hadiah
Nobel, Leon Lederman, akan tetapi Higgs pribadi bukan pendukung label nama
tersebut. "Saya kira itu memalukan karena, sekalipun saya bukan seorang yang
berkepercayaan (believer), saya kira semacam salah penggunaan terminologi dan
mungkin tidak mengenakkan sementara orang."
Nama itu bahkan bukan pilihan Lederman. "Dia sebenarnya hanya ingin
menyebutkannya sebagai 'partikel terkutuk' ('goddamn particle') saja, namun
editor-nya tidak memperbolehkannya," kata Higgs.
Para pakar fisika Universitas Edinburgh dengan hati-hati mengakui dua orang
ahli teori lainnya yang namanya, bersama dengan Higgs dan God, semestinya juga
dikaitkan dengan boson. Robert Brout dan Franois Englert, dari Free University
di Brussels, yang pada periode waktu bersamaan mempunyai ide yang sama, namun
waktu itu Higgs menerima dukungan lebih banyak. "Saya agak kagok apabila ketemu
orang-orang ini karena mereka mempunyai alasan untuk merasa berkeberatan,"
katanya menghakui, ketika dia menceritakan suatu pertemuan di dalam suatu
konferensi beberapa tahun sesudah karyanya di terbitkan. Akan tetapi kini
"hubungan kami bersahabat".
Apa yang akan diperbuatnya andaikata data dari LHC, sebagaimana diharapkan oleh
para pakar fisika sungguh-sungguh membenarkan keberadaan Higgs boson? "Saya
akan membuka sebuah botol apapun," katanya, kembali ke pertapaan (in coy mode).
Sebotol apa-an? "Champagne," katanya serius. "Meminum sebotol wiski memerlukan
waktu lebih lama."
[Non-text portions of this message have been removed]