*** Ini ada kisah sambungan sang Al Amien:

SUARA PEMBARUAN DAILY
----------------------------------------------------------------------
----------

Uang, Perempuan, dan DPR
ajah DPR kembali ditampar. Rekaman pembicaraan telepon antara 
Sekretaris Daerah Bintan Azirwan dan anggota Komisi IV DPR Al Amin 
Nur Nasution yang diputar di Pengadilan Tipikor Senin (7/7) kembali 
menyuguhkan "lakon" yang mencoreng wibawa institusi wakil rakyat yang 
terhormat. Percakapan bukan lagi sekadar uang miliaran rupiah tapi 
juga bonus perempuan kepada anggota dewan guna memuluskan pengalihan 
fungsi hutan alam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Di persidangan 
terungkap saat 25 anggota DPR akan berkunjung ke Bintan untuk 
meninjau pengalihan hutan, Azirwan selaku tuan rumah mempersiapkan 
segala sesuatunya. Mulai dari hotel, uang, dan juga perempuan. 
Berikut rekaman pembicaraan Azirwan dan Al Amin.

Al Amin: Assalamu alaikum Pak, besok kan kita mau ke Bintan. Minta 
peta dan kamar hotel, sudah belum?

Azirwan: Sudah, sudah disiapkan.

Al Amin: Di mana nanti menginap bang?

Azirwan: Di Bintan, terserah mau di mana?

Amin: Enggak yang di Tanjung Pinangnya?

Azirwan: Kalau tempat itu kan jauh, dua jam atau apa kita langsung ke 
situ? Satu malam di situ, lalu kita langsung ke Batam. Hotel dan 
perempuan di Bintan, khususnya di hotel terkenal, yaitu Hotel Bintang 
Permata di Tanjung Pinang tidak se-fresh di Jakarta.

Amin: Saya membawa 25 orang DPR, termasuk staf.

Azirwan: Sudah disiapkan.

Amin: Abang mau kasih berapa satu orang (DPR).

Azirwan: Sudah ada, saya siapkan dalam dolar.

Amin: Jangan bang, dalam bentuk rupiah saja. Nanti enggak enak sama 
yang lain.

Saat dikonfirmasi hakim, Azirwan mengakui bahwa rekaman tersebut 
adalah suara dirinya dengan Al Amin. "Itu potongan-potongan 
pembicaraan dari pembicaraan-pembicaraan sebelumnya," katanya. Dia 
mengaku, seakan-akan menyiapkan sejumlah uang untuk Al Amin, hal ini 
dilakukan supaya mereka (anggota DPR) tidak menghambat proses 
pengalihan fungsi hutan di Bintan yang sudah disetujui Pemerintah. 

Dalam rekaman lain, juga muncul soal bonus perempuan untuk Al Amin.

Amin: Di mana, bos?

Azirwan: Di Ritz Carlton.

Amin: Namanya?

Azirwan: Mystere, tempatnya turun lift satu.

Amin: Jam berapa?

Azirwan: Jam 10-lah (22.00 WIB). Bos mau dicariin satu gitu. Tapi aku 
tak janji. Kalau diupayakan nanti, selera bos payah pula.

Amin: Ya, carikanlah. Yang kira-kira udah lama aku kenal bos ini 
paham kan kira-kira.

Azirwan: Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.

Amin: Tak bagus.

Azirwan: Udah dipake ya?

Saat mendengarkan pembicaraan itu, Azirwan yang menjadi terdakwa 
penyuapan tampak tersenyum. 

Dalam sidang Azirwan, kemarin menghadirkan saksi dari KPK yakni 
Sagata Hariadin (petugas penyadap telepon) serta dua penyelidik KPK 
yakni Amir Arief dan Budi Agung Nugroho. Amir yang ditugasi memantau 
pergerakan Azirwan dan Al Amin di Jakarta, mengatakan, dalam setiap 
pertemuan kedua orang tersebut selalu hadir sejumlah perempuan 
seperti di Oak Room Hotel Nikko dan Hotel Ritz Carlton. 

Hal menarik lainnya dalam persidangan yang dipimpin Mansyurdin 
Chaniaggo adalah disebut-sebutnya sejumlah nama anggota DPR dan juga 
menteri. Beberapa nama anggota DPR dari Komisi IV juga disebut 
seperti Hilman Indra, Sujud Sirodjudin, Azwas Ches Putra, dan Syafri 
Hutahuruk. 

Dalam rekaman itu juga disebut-sebut seorang bernama Kaban. Badan 
Kehormatan (BK) DPR akan meminta penjelasan kepada KPK berkaitan 
dengan pengakuan Azirwan soal 4 anggota DPR yang ikut menerima dana 
sebesar Rp 100 juta, demikian kata Wakil Ketua BK DPR Gayus Lumbuun. 

Sidang Azirwan masih akan terus bergulir. Tentunya, banyaknya pihak 
atau nama-nama yang disebut-sebut dalam persidangan ini tidak sekadar 
menjadi "bumbu" persidangan, melainkan harus diusut tuntas 
keterlibatannya. [128/M-17]




--- In [email protected], "Listy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hah?? Nenek-Nenek ketemu emBah-emBah.. hihihihiii..
> 
> Bagus juga, kalo bisa belajar dari negara2 Skandinavia.. duh, ini
> susunan hurufnya, nulisnya susah banget.. heheheee.. yaaaa..
> nenek-nenek, maklumlah.. tapi, tolong jangan beri saran untuk 
meninjau
> ke sana-sana.. ngabisin duwit lagi.. ugh..!! lewat internet saja.. 
bukan
> begitu..??
> 
> Ada saran apa ya.. untuk ke depan, supaya ada perubahan besar-
besaran,
> apakah kira-kira akan sama saja setelah tahun 2009 nanti.. rasanya,
> besar harapan di tangan pelajar2 saat ini, mudah2an mereka mau untuk
> melakukan perubahan secara serentak, di saat mereka telah cukup 
matang
> untuk duduk sebagai pejabat2 negara di kemudian hari.. insya Allah..
> 
>  
> 
> Dah malem, nenek-nenek ngantuk.. sampai jumpa..
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of RM Danardono HADINOTO
> Sent: Tuesday, July 08, 2008 6:36 PM
> To: [email protected]
> Subject: [ppiindia] Re: Mau kemana negara ini?
> 
>  
> 
> Gak apa apa mbak Listy. Saya dipanggil mas Irwan ini eyang, mungkin 
> mbak Listy juga dipanggil embah putri, tapi nenek remaja ha ha ha 
> (padahal anak kemenakanku baru dua tahun ha ha ha).
> 
> Kecenderungan terbentuknya kesenjangan sosial, yang kaya ya kayaaaa 
> sekali, yang miskin makin melarat sebenarnya alami, karena effek 
> rantai (Kettenreaktion, bahasa Jermane). Sing kaya punya peluang 
dan 
> alat untuk mengakses pendidikan, modal, networking, mitra, lha yang 
> miskin ditinggalkan semua orang termasuk bank yang malah nagih 
kredit 
> sebelum jatuhtempo..
> 
> Ini hanya teratasi dengan sikap pemerintah yang mengadakan rambu 
> rambu yang jelas, dimana pemerintah dan para elit TIDAK memperkaya 
> diri, dan tidak ikut tender tender-an. pajak dibuat sedemikian 
rupa, 
> hingga kekayaan nasional tidak merembes, dan ditampung serta 
> dituangkan kedalam program kesejahteraan sosial.
> 
> Ini tak perlu dipelajari di buku buku, di kenyataan ada, tinggal 
> mempelajarinya. Di negara negara Skandinavia.
> 
> Di semua negara Skandinavia, termasuk Denmark, negara termakmur 
> didunia itu, nggak ada mal mewah ala Pacific Place atau Senayan 
City, 
> nggak ada hotel mewah ala Ritz Carlton, dll.
> 
> Mobil mobil mewah juga gak seliweran dijalan, hampir seluruh warga, 
> dari yang sangat kaya sampai office boy menggunakan kendaraan umum.
> 
> Model seperti Al Amien? Ohh sudah masuk bui sebelumnya di Austria, 
> Jerman, swiss dan Skandinavia.
> 
> 2 tahun lalu, seluruh Management Siemens di Jerman diperiksa karena 
> kasus penyuapan, kena denda yang audzubillah tingginya...
> 
> Gitu lho mbak..
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke