http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/08/13543261/sejumlah.pemimpin.negara.ingin.bertemu.sby.di.hokkaido
*Sejumlah Pemimpin Negara Ingin Bertemu SBY di Hokkaido* TOKYO, SELASA - Sejumlah kepala pemerintahan dan pimpinan organisasi internasional, seperti Sekjen PBB Ban Ki-moon, menyampaikan keinginannya untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* di tengah kesibukannya mengikuti KTT G-8 di Danau Toya (Toyako), Hokkaido. Wakil Dubes RI untuk Jepang Ronny P Yuliantoro mengatakan di Sapporo, Selasa (8/7), bahwa Sekjen PBB telah menyampaikan keinginnya tersebut kepada delegasi Indonesia. Selain Sekjen PBB Ban Ki-moon, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick, Presiden Meksiko Felipe Calderon Hinojosa, dan PM India Manmohan Singh memiliki agenda yang sama, bertemu dengan Presiden SBY. Presiden Korsel Lee Myung-Bak dan PM Australia Kevin Ruud ternyata menyusun kegiatan yang sama untuk mengadakan tatap muka secara khusus dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Serangkaian pertemuan bilateral itu masih disusun jadwal pastinya, mengingat Presiden juga memiliki agenda kerja sendiri selama mengikuti KTT G-8 di Hokkaido nanti," kata Ronny. Presiden dan rombongan baru akan tiba di Hokkaido, Selasa (8/7), setelah mengikuti pertemuan negara-negara D-8 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Senin (7/7), KTT negara-negara industri maju yang tergabung dalam G-8 memulai pertemuannya di kawasan resort danau Toya (Toyako), Hokkaido, dengan memasukkan sejumlah isu utama, seperti perubahan iklim global, keamanan pangan, melonjaknya harga minyak dunia, dan pembangunan di Afrika. Pertemuan yang berlangsung selama tiga hari itu (7-9 Juli 2008) juga melibatkan sejumlah negara berkembang lain, seperti China, India, Meksiko, Korsel, dan Indonesia. Tujuh negara-negara di Afrika juga ikut dilibatkan guna memberikan masukan kepada negara-negara maju tersebut. Hari pertama KTT G-8 membahas berbagai persoalan yang dihadapi Afrika dan para pemimpin negara G-8, yakni Inggris, Italia, Kanada, Rusia, Amerika Serikat, Perancis, Jerman, dan Jepang, berusaha mencari cara memecahkan sejumlah persoalan yang dihadapi Benua Afrika, yang paling terbelakang di planet bumi, baik dalam hal ekonomi maupun perkembangan sosialnya. KTT di Hokkaido berlangsung dengan suasana penjagaan keamanan ekstra ketat yang melibatkan sedikitnya 20.000 petugas kepolisian. Jumlah yang sama juga diterjunkan di Tokyo. MBK Sumber : Ant [Non-text portions of this message have been removed]

