http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/10/09295583/jejak.air.ditemukan.di.bulan

*Jejak Air Ditemukan di Bulan*


JAKARTA, KAMIS - Bukti-bukti terbaru mengindikasikan kandungan air di Bulan.
Para ilmuwan menemukan jejak air dari sampel tanah Bulan yang dibawa pulang
misi Apollo empat dekade lalu.

Jejak air diketahui dari kandungan zat kimia yang mudah menguap di dalam
butiran-butiran kaca berwarna-warni dari sampel tanah Bulan. Kerikil semacam
ini biasanya terbentuk dari tetesan lava yang membeku saat menerobos ke
permukaan.

Kerikil-kerikil kaca tersebut diperkirakan terbentuk dari percikan lava saat
terjadi letusan vulkanik sekitar 3 miliar tahun lalu. Sekitar 95 persen
kandungan air mungkin menguap ke ruang angkasa. Kadar air di dalam kerikil
kaca tersebut hanya sekitar 46 ppm (bagian per mil) atau jauh lebih kecil
daripada mineral serupa di Bumi.

"Saya pikir jika beruntung kita segera melihatnya. Tapi seperti kebanyakan
orang, saya juga berpikir bahwa peluangnya kecil," ujar Alberto Saal, pakar
geokimia dari Universitas Brown. Ia dan timnya melaporkan temuan tersebut
dalam jurnal Nature terbaru.

Untuk mengungkap misteri air di Bulan, NASA telah menyiapkan pengiriman
satelit LRO (Lunar Reconnaissance Orbiter) tahun ini. Satelit tersebut akan
mengamati kutub-kutub Bulan di samping melakukan survei pendahuluan untuk
mempersipakan misi pendaratan manusia ke Bulan pada satu dekade ke depan.

Selain itu, pencarian air juga menjadi salah satu fokus misi LCROSS (Lunar
Crater Observation and Sensing Satellite) yang akan diluncurkan tahun 2009.
LCROSS akan menghunjamkan dua instrumen yang dibawanya ke permukaan Bulan
untuk mendapatkan sampel lebih dalam.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke