Majalah Foreign Policy (FP) adalah sebuah majalah
terbitan amerika mengenai politik global, ekonomi
dan berbagai idea.

<http://www.foreignpolicy.com>

Jika media lain ataupun data-data dari PBB biasanya
sering menurunkan tabel peringkat/ranking negara-
negara dari sisi sosial, ekonomi, iptek, pendidikan,
dll., FP terutama dikenal hasil pemeringkatan antara 
negara-negara di dunia dalam bidang sosial-politik: 
tingkat demokrasi, civil-society, konflik, serta 
sisi-2 jarang dianalisis media lain, misalnya:

   -> tingkat "kedermawanan"/peran serta
      dalam kegiatan humanitarian
      dari negara-2 di dunia :)

Salah satu hasil pemeringkatan majalah SP yang
sempat mencuat kemarin adalah apa yang disebut
sebagai peringkat negara-negara di dunia
di dalam skala "kegagalan" dalam membangun
pranata-pranata dasar sosial-politik, sehingga
muncul nama beberapa negara yang digolongkan
sebagai 'negara gagal' (failed-countries).

Ini tentu berdasarkan 'kacamata' yang digunakan
redaksi majalah tersebut, yang tentu saja tidak
semua orang harus setuju ...

Kadang-kadang majalah ini juga mengetengahkan
artikel-2 yang bisa digolongkan sebagai 
"Myth-buster", artinya menantang mitos-2
atau 'wisdom' atau 'intuisi' yang selama
ini dianggap sudah benar/mapan mengenai
negara-negara di dunia.

                      ***

Pada majalah FP terbitan Juli/Agustus 2008, di samping
artikel utamanya: yang menekankan 'keunggulan India'
dibanding China sebagai the 'true, new superpower',
juga menyelipkan 'bonus' yang tidak kalah menariknya:

nama 20 orang yang oleh majalah FP ini dinobatkan
sebagai "20 Top Public Intellectuals" sebagaimana
saya cantumkan di bawah ini.

Membaca daftar nama-nama yang dicantumkan, patut
dicatat bahwa 12 dari 20 nama tersebut merupakan
nama Muslim. Hal ini mungkin tidak terlalu mengherankan
jika ditimbang bahwa dalam situasi global pasca 911,
salah satu tajuk utama yang menjadi perhatian media
adalah upaya untuk mencari jalan keluar untuk 
mengatasi atau setidak-tidaknya mengurangi potensi
konflik antara dunia 'Islam' dan dunia 'Barat'.
Jelas terlihat bahwa ke 12 nama Muslim yang dicantumkan
merupakan orang-orang yang (setidak-tidaknya) oleh
dunia barat diharapkan menjadi 'part-of-the-solution'
di dalam konflik tersebut.


Komentar di media lain mengenai pemilihan 20 nama
intelektual di majalah FP tersebut:

<http://www.todayszaman.com/tz-web/detaylar.do?load=detay&link=145674>

----( ihsan hm )------------------------------------


<http://www.foreignpolicy.com/story/cms.php?story_id=4349&page=0>


1.  Fetullah Guellen --- (religious leader, - Turkey)
2.  Muhammad Yunus --- (microfinancier, activist - Bangladesh)
3.  Yusuf Al-Qaradawi -- (islamic scholar - Qatar/Egypt)
4.  Orhan Pamuk -- (novelist - Turkey)
5.  Aitzaz Ahsan -- (lawyer, Pakistan)
6.  Amr Khaled -- (islam tele-evangelist - Egypt)
7.  Abdolkarim Soroush -- (islam theorist - Iran )
8.  Tariq Ramadan -- (philosopher, scholar of Islam - Switzerland)
9.  Mahmood Mamdani -- (cultural anthropologist - Uganda)
10. Shirin Ebadi -- (lawyer, human-right activist - Iran)
11. Noam Chomsky -- (linguist, activist - USA)
12. Al-Gore -- (climate-change activist, politician - USA)
13. Bernard Lewis -- (historian, orientalist - UK/USA)
14. Umberto eco -- (novelist, semiology - Italy)
15. Ayaan Hirsi Ali -- (activist, politician - Somalia/Netherlands)
16. Amarta Syen -- (development economist - India)
17. Fareed Zakaria -- (journalist, author - USA)
18. Garry Kasparov - (democracy activist, chess grandmaster, Russia)
19. Richard Dawkins - (biologist, author - UK)
20. Mario vargas Llosa - (novelist, Peru)




Kirim email ke