informasi teknologi pemanasan global dari milis
:http://tech.groups.yahoo.com/group/globalwarming_indonesia/ untuk bergabung
silahkan klik [EMAIL PROTECTED]
trims
--- On Sat, 7/12/08, Harry Christianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Harry Christianto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Global Warming Indonesia ORG] Langkah Nyata Jerman mengatasi CO2
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Saturday, July 12, 2008, 2:53 AM
Masalahnya, greenhouse gases kan bukan CO2 saja..... Methane dan uap air kan
juga greenhouse gases.... Kalo ini memang berhasil tapi gas2 yang lain
meningkat kan sama saja....
Bagaimana batu berpori itu mengikat CO2? Kalau mereka bereaksi dengan bahan
kimia lain yang ada di dalam tanah kan bisa jadi polusi tanah.....
CO2 memang bisa dibekukan tapi mau disimpan di mana? Kalau terkena udara luar
kan mereka jadi gas lagi jadi kan sama saja.....
yayan <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
Jerman memiliki teknologi baru untuk mengatasi pemanasan global yaitu dengan
menyuntikkan karbondioksida kedalam perut bumi, efektifkah ? bukankan
karbondioksida bisa juga dibekukan menjadi dry ice atau es kering ?
berikut ini artikel lengkapnya, bagaimana menurut anda?
Jerman akan menjadi negara pertama di Eropa yang mencoba teknologi untuk
menyimpan karbon dioksida di dalam tanah. Ini merupakan salah satu cara menekan
emisi gas rumah kaca ke atmosfer untuk mengatasi pemanasan global.
Sebanyak 60.000 ton gas karbon dioksida akan disuntikkan ke bawah tanah pada
kedalaman 600 meter. Pada kedalaman tersebut terdapat lapisan batuan berpori
yang akan mengikat gas karbon dioksida.
Fasilitas yang disebut CO2SINK itu dibangun di Ketzin, dekat Berlin. target
pertama percobaan kali ini baru menguji kemampuan batuan untuk menyimpan karbon
dioksida selama dua tahun ke depan.
"Menyimpan karbon dioksida di dalam tanah akan memperlambat pemanasan global,
sementara para ilmuwan memiliki waktu lebih banyak untuk mencari sumber energi
alternatif," ujar Reinhard Huettl, Direktur Sains lembaga geofisika Jerman, GTZ.
Penyimpanan gas karbon dioksida di dalam tanah merupakan salah satu pilihan
untuk mengatasi emisinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejumlah
ilmuwan juga tengah mengembangkan teknologi alternatif untuk menekan laju
kenaikan kadar karbon dioksida di atmosfer yang menjadi biang pemanasan global.
[Non-text portions of this message have been removed]