Saya membayangkan Pitung kegirangan karena berita Republika itu.
Sudah jelas. hanya berita-berita begitu yang ingin dibacanya. Otak
Pitung itu pendek sependek "itu"nya, sehingga tidak membaca berita
itu dalam konteks panjang, khususnya dalam ilmua komunikasi.
Satu, menarik sebuah berita adalah satu hal. Sedangkan kebenaran
berita adalah hal lain lagi. Boleh ajdi berita itu benar, tapi karena
adanya tekanan, makanya berita itu diralat untuk keselamatannya
sendiri. Di masa lalu, yang gemar meralat, rezim Orba. Sekarang,
ormas Islam hitam.
Kedua, kita tahu, yang membuat berita itu REPUBLIKA. Dan hanya
REPUBLIKA. Di kalangan independen, REPUBLIKA adalah pembuat berita
bias, khususnya mengenai hal-hal yang berbau Islam. Hanya berita-
berita Pro fundamentalis militan, dan pro Islam hitam, yang dimuat.
Ketiga, umat Islam moderat yang sudah dapat fakta bahwa dana infak
dipakai untuk hal-hal lain, selain menolong orang miskin, langsung
mengambil langkah, tidak mempercayai lembaga penampung dana umat
untuk skala nasional itu.
Si Pitung sudah terhibur oleh REPUBLIKA. Mungkin belum tahu, saham
REPUBLIKA sudah dimangsa Yahudi.
Biasa nurunin berita maki-maki kepada Yahudi, kini jatuh ke
pengusaha Yahudi. Kena karma!!!
Dimas
-- In [email protected], si pitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> maluuu tuch, ternyata kata-kata loe tempo hr kaga kepake haha
>
> orang bebas berpendapat apapun!!!, bahkan mau kafir jg bukan urusan
> anda!!!, kalo ada yg berprasangka pada zakat jg haknya masing2,jd
> hendaklah adu wacana, jgn menuding2 yg kampungan, krn inilah
demokrasi,
> semua punya hak yg sama sepanjang tdk memaksakan pendapatnya agar
> diterima org lain, tau gak loe!!! (kata peter sleman)
>
> nah..dah bc beritanya, DR Wawan minta maaf atas pernyataannya yg
tanpa data & fakta akurat yg menyerang ajaran agamanya sendiri. Mo
ngomong ape lg lhu tong???
>
> laen kali mikir dlu ya, jgn ngamuk2 kaya' orang salah nelen obat.
(heran gw dah, tanda seru ampe 3 bgitu kaga mo dibilang orang ngamux)
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, July 11, 2008 3:26:10 PM
> Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam
>
>
> sapa nyang ngamuk????, loe aja yg aneh, ngerecokin urusan orang
lain, pdhal org lain mo kafir mo gila, mmg loe Allah bs
menghakimi,loe tu cuma manusia jg, bedanya loe full munafik
>
> ----- Original Message ----
> From: si pitung <[EMAIL PROTECTED] com>
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Friday, July 11, 2008 14:57:32
> Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam
>
> lho koq ngamux?! emang bikin kite takut ape hehe
> nyang namenye kaum intelektual macem pengamat atau cendekiawan
atau siapapun harus ngomong pake data & fakta, jangan kebanyakan
berprasangka atawa nuduh, itu kaga baek tong. Tuduhan tanpa bukti
itu namenye FITNAH tong, kaga pernah diajarin ye dibangku skolahan?
pantes dah!
> wacana koq kaga ada ilmunya blablas pisan ya? skolah dlu dah tong,
jgn pamer kebegoan disini hehe
>
> ----- Original Message ----
> From: Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED] com>
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Friday, July 11, 2008 10:09:56 AM
> Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam
>
> orang bebas berpendapat apapun!!!, bahkan mau kafir jg bukan
urusan anda!!!, kalo ada yg berprasangka pada zakat jg haknya
masing2,jd hendaklah adu wacana, jgn menuding2 yg kampungan, krn
inilah demokrasi, semua punya hak yg sama sepanjang tdk memaksakan
pendapatnya agar diterima org lain, tau gak loe!!!
>
> ----- Original Message ----
> From: si pitung <sipitung68@ yahoo. com>
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Friday, July 11, 2008 9:18:13
> Subject: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam
>
> urusan serang menyerang syariat islam memang menjadi jargonnya
kaum pelacur liberal.
> pernah suatu ketika ada seorang pelacur liberal berkata spt ini:
>
> Adapun hal prinsip misalnya negara
> demokrasi, emansipasi wanita, dan kebebasan berpikir; Islam
liberal bisa
> menerima bentuk negara sekuler, yang menurut Ulil Abshar Abdalla
lebih unggul
> dari negara ala kaum fundamentalis. "Sebab, negara sekuler bisa
menampung
> energi kesalehan dan energi kemaksiatan sekaligus," kata Ulil,
yang disambut
> ledakan tawa peserta diskusi.(Majalah Tempo, 19-25 November 2001).
>
> Dedengkot liberal
> yg jebolan pesantren ini agaknya dah lupa ingatan, sehingga ga
sadar dg
> ucapannya yg bertolak belakang dg alquran,: Dan janganlah kamu
campur adukkan
> yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang
hak itu, sedang
> kamu mengetahui." Al-Baqarah ayat 42
>
> Akibat kekurang
> warasannya dlm berpikir lalu beliau jg mengeluarkan `fatwa'nya:
Larangan kawin
> beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-
Islam, sudah
> tidak relevan lagi.
>
> Kemudian beliau
> jg pernah mengatakan minuman sejenis vodka yg beralkohol boleh
dikonsumsi di
> rusia krn dingin hehe jgn2 seks bebas jg boleh ya, di puncak khan
dingin jg
> tuch
>
> Rupanya
> dedengkot liberal ini sdh mendapat ijin dari Allah utk
mengharamkan yg halal
> dan menghalalkan yg haram, hebat sekali bukan?
>
> Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezki
> yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya
haram dan halal". Katakanlah: "Apakah Allah
> telah memberikan izin kepadamu atau kamu
> mengada-adakan saja terhadap Allah ?" QS10:59
>
> Pernyataan2
> spt itu siy bkn lahir dari proses berpikir melainkan pengaruh
syahwat yg ada di
> kepala orang liberal. Orang liberal dikatakan sbg cendekiawan atau
pemikir itu
> dasarnya apa ya?
>
> Menurut saya, mereka tdk lebih baik dari seorang pelacur seks,
> germo atau konsumennya yg cenderung mengikuti syahwat, setidaknya
para pelacur
> tsb msh memiliki `malu', sadar bahwa perbuatan mereka adalah
salah, sedangkan
> para pelacur intelektual ini sdh kehilangan urat malunya, sehingga
mereka tdk
> malu lg menyuruh orang utk berbuat dosa. Akibatnya kelak para
pelacur liberal ini dibenamkan di dasar neraka kekal selamanya...
>
> Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian
> dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat
yang munkar dan
> melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan tangannya.
Mereka telah
> lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-
orang
> munafik itulah orang-orang yang fasik.."
>
> Republika Kamis, 10 Juli 2008
>
> Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam
>
> Diduga ada benang merah dengan skenario internasional.
>
> JAKARTA -- Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), KH Didin
Hafidudin, menilai sinyalemen pengamat intelijen Dr Wawan Hari
Purwanto tentang ''perlunya meneliti aliran dana zakat, infak, dan
shadaqah (ZIS) di Indonesia untuk memutus pendanaan teroris'',
sebagai fitnah. Itu bisa merupakan kampanye hitam (black campaign)
terhadap ajaran sosial dan pemberdayaan ekonomi umat Islam.
>
> ''Itu sebuah fitnah murahan. Kami jadi curiga, ada apa ini? Jangan-
jangan pernyataan itu dia lontarkan dengan maksud yang tidak baik,''
cetus Kiai Didin, kepada Republika, Rabu (9/7). Protes senada
disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Din
Syamsuddin..
>
> ''Program zakat bisa terganggu.. Dari sudut muzakki (pemberi
zakat), boleh jadi akan terpengaruh sehingga enggan mengeluarkan
zakat. Dia harus mengklarifikasi, apalagi pernyataannya tanpa
disertai bukti,'' tutur Din. Menurut Din, wacana seperti itu akan
bersifat tendensius dan menimbulkan persepsi negatif. ''Itu tidak
bisa disebut sebagai wacana, tapi fitnah. Saya berkeyakinan, tidak
ada dana zakat yang disalahgunakan peruntukkannya, apalagi untuk
tujuan yang tidak baik,'' tegas Din.
>
> Pendayagunaan atau penyaluran zakat, lanjut Din, sangat jelas
diatur Alquran, yakni kepada delapan ashnaf (kelompok). ''Tidak ada
di situ untuk aksi terorisme,'' tukasnya. Presiden Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengungkapkan, di dunia
internasional yang tidak suka pada kebenaran ajaran Islam pun sering
muncul tudingan seperti yang dilakukan Wawan. ''Mungkin ada benang
merahnya ke arah sana,'' ujarnya. Atau, kata Tifatul, Wawan tidak
mengerti sama sekali dengan pengelolaan ZIS. Pengelolaan dana umat
ini memiliki standar yang sama di seluruh dunia Islam.
>
> ''Ketentuan penerima zakat ini sudah jelas aturannya. Hanya
delapan ashnaf yang diperbolehkan mendapatkannya. Zakat hanya
menangani kaum dhuafa atau orang-orang lemah seperti ibnu sabil,
fuqoro, dan masakih,'' papar Tifatul.
>
> Wacana kontra produktif
> Sebelumnya, Wawan kepada Republika berdalih, pemerintah Arab Saudi
juga menerapkan pengawasan terhadap penggunaan ZIS. ''(Pengawasan)
Di sana pun menimbulkan reaksi dan protes. Jadi, wajar juga kalau
pernyataan saya mengundang protes. Saya siap menjelaskan kepada
MUI,'' tegasnya.
>
> Wawan mengemukakan, ditemukannya bom berdaya ledak lebih dahsyat
dari Bom Bali di Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini,
menunjukkan bahwa dana yang digunakan juga lebih besar. Namun, ia
lupa bahwa banyak kalangan curiga, operasi terorisme di Indonesia
lebih bernuansa rekayasa atas tekanan Amerika dan sekutunya untuk
merusak citra Islam. Tapi, Wawan malah menyarankan pula agar
permintaan ZIS yang dilakukan secara berkeliling dari rumah ke rumah
diawasi. Sebab, dengan cara itu tak ada pengawasan penggunaannya
untuk apa.
>
> Kiai Didin, kembali menilai lontaran gagasan Wawan tetap
tendensius. Ia meminta umat Islam tak terpancing apalagi sampai
menghentikan memberikan ZIS pada saluran yang benar. Pernyatan Wawan-
-yang juga mendapat reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Jawa Tengah dan Pusat--juga dianggap Kiai Didin tidak memahami tata
kelola ZIS Indonesia. Baznas sendiri mengelolanya secara transparan
dan profesional.
>
> ''Sesuai Sunah Rasulullah SAW, menyalurkan ZIS itu melalui badan
amil zakat (BAZ) atau lembaga amil zakat (LAZ). Setiap tahun bahkan
setiap tiga bulan, kami juga diaudit oleh akuntan publik
independen,' ' ungkap Kiai Didin. Direktur Pascasarjana Universitas
Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu juga menjelaskan, selain mengacu pada
syariat Islam, penyaluran dana ZIS berdasarkan Undang-undang No 38/
1999. Garis besarnya, zakat ditujukan untuk membantu fakir miskin,
kesehatan, dan pendidikan mereka.
>
> ''Menggalakkan zakat adalah membantu pemerintah dalam upaya
pengentasan kemiskinan. Daripada menuduh tanpa bukti, saya mengajak
saudara Wawan untuk mempelajari ajaran ZIS,'' kata Kiai Didin. Ia
menambahkan, kebiasaan menuduh tanpa bukti atau sekadar wacana
padahal masalahnya sangat penting berkaitan dengan kebutuhan
masyarakat banyak, adalah perbuatan kontra produktif. ''BAZ dan LAZ
berkhidmat untuk kepentingan masyarakat dan bangsa, bukan untuk
kepentingan kelompok tertentu,'' tandasnya. hri/djo/dam
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ------------ --------- --------- ------
>
>
************ ********* ********* ********* ********* ********* *********
*********
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://
groups. . yahoo.com/ group/ppiindia
>
************ ********* ********* ********* ********* ********* *********
*********
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com
> Yahoo! Groups Links
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ------------ --------- --------- ------
>
>
************ ********* ********* ********* ********* ********* *********
*********
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://
groups. yahoo.com/ group/ppiindia
>
************ ********* ********* ********* ********* ********* *********
*********
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com
> Yahoo! Groups Links
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>