(dikutip dari milis pembaca kompas):

firdaus cahyadi wrote:
> Dear All, 
> Secara tidak sengaja saya membaca Majalah TEMPO edisi 18-24 Februari 2008. 
> Betapa terkejutnya saya setelah tanpa sengaja membaca iklan Lapindo yang 
> berjudul "Saat Hati Bicara". Dalam iklan itu nama aktivis HAM Hendardi 
> dikutip dalam iklan. Dalam iklan Lapindo itu, Ketua Majelis PBHI, tulis iklan 
> advertorial Lapindo, mengatakan Lumpur Lapindo sebagai bencana alam lumpur 
> Sidoarjo. 
> 
> Ada apa dengan Hendardi sebenarnya? Padahal Walhi dan YLBHI serta aktivis HAM 
> dan lingkungan lainnya bersikeras menggugat kebohongan Lapindo yang 
> mengatakan semburan lumpur itu sebagai bencana alam. Lebih kacau lagi, PBHI 
> adalah salah satu anggota jaringan Walhi. 
> 
> Kalaupun pencatutan nama Hendardi dalam iklan itu tanpa sepengetahuan yang 
> bersangkutan. Seharusnya Hendardi mengajukan keberatan kepada Lapindo yang 
> telah mencatut namanya tanpa ijin. Namun hingga kini saya belum mendengar 
> Hendardi mengajukan keberatan kepada Lapindo. Sekali lagi apakah Hendardi 
> sudah berubah, dari pembela HAM warga tertindas menjadi pembela korporasi 
> penindas? 
> 
> Salam, Daus
 
 
 


 



Satrio Arismunandar 
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
  
 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke