Tadi pagi di koran diberitakan, Arab Saudi (negara Islam) membujuk 
Rusia (negara kafir) agar tidak terlalu dekat dengan Iran (negara 
Islam). Antara lain dengan janji Arab saudi akan membeli banyak 
senjatadari Rusia. Rusia akan dijadikan partner dekat oleh Arab saudi. 
Jadi negara Islam merayu negara kafir untuk bersama-sama menghambat 
negara Islam yang lain. Bagaimana bung Nizami?
Di sisi lain, Turki (negara Islam) sangat dekat dengan Israel (negara 
Yahudi). Bahkan Israel membeli minyak dari negara Islam (Irak, Iran) 
melalui Turki.
Mumet nggak?
kmjp47

----Original Message----
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: 16/07/2008 2:15 
To: <[email protected]>, <[EMAIL PROTECTED]>
Subj: [ppiindia] Re: Foto-foto Tank dan Rudal Buatan Iran

kenapa harus ribut karena urusan antar negara2 lain yang nun jauh 
disana
kenapa tidak bersatu, dengan keberagaman yang ada bahu membahu 
membangun negeri ini agar bangkit dari keterpurukan yang 
berkepanjangan...
apa kita harus larut dalam emosi yang dibentuk oleh sekelompok orang 
agar masyarakat indonesia itu memandang konflik israel - palestina, 
arab - israel, persia - arab, dsb itu adalah konflik agama...
karena kita tahu palestina israel adalah bentuk perjuangan melawan 
penindasan, dimana 35% pejuang palestina adalah orang yang memeluk 
agama nasrani...
kita juga diajarkan sejarah bahwa perseteruan atau minimal perang 
dingin yang cukup lama terjadi antara vatikan dan israel, sehingga baru 
saja beberapa tahun ini mereka menjalin hubungan diplomatik... karena 
isunya mewakili konflik kepercayaan antara penganut katholik dan 
penganut agama yahudi...
atau jangan2 isu itu dibuat oleh intelejen negara adidaya maupun 
negara lain yang berkepentingan, karena betapa dua bangsa itu jika bisa 
menjadi satu akan menjadi kekuatan yang tak terbayangkan.

--- Pada Sel, 15/7/08, Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [ppiindia] Foto-foto Tank dan Rudal Buatan Iran
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 15 Juli, 2008, 12:42 PM










    
            waduh, ayat yg seram, kalo ada musuh Allah, ya pasti gak 
perlu bantuan negara2 Islam manapun apalagi bung Nizami seupil, wong 
Dia adalah Al Khalik, pasti Dia Maha Kuasa utk melenyapkan musuh2 
Nya......... ., tapi dulu tahun 1967 5- 11 juni,ada perang 6 hari 
antara yahudi israel dan Arab yg populasinya berbanding 4 juta dgn 
150juta, tp yg menang yahudi atau arab? coba bung Nizami jawab; yg 
musuh Allah itu yahudi atau arab?.



----- Original Message ----

From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED] com>

To: lisi <[EMAIL PROTECTED] com>; [EMAIL PROTECTED] s.com

Sent: Tuesday, July 15, 2008 9:58:16

Subject: [ppiindia] Foto-foto Tank dan Rudal Buatan Iran



Kapan ya Indonesia bisa buat pesawat tempur, tank, dan rudal sendiri?



Foto-foto Tank dan Rudal2 buatan Iran bisa dilihat di:

http://syiarislam. wordpress. com



“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu 
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan 
persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang 
orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah 
mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya 
akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya 
(dirugikan).” [Al Anfaal:60]



Allah memerintahkan ummat Islam untuk selalu siap siaga dengan segala 
kekuatan yang kita mampu untuk menggentarkan musuh Allah dan musuh 
ummat Islam sehingga tidak berani menyerang.



Tidak pantas ummat Islam membeli senjata kepada orang-orang kafir yang 
memusuhi Islam karena senjata yang dijual pasti mutunya lebih rendah 
daripada yang dipakai oleh negara kafir tersebut. Selain itu jika 
perang, maka negara kafir tersebut dengan mudah mengembargo spare part 
peralatan tempur sehingga senjata-senjata yang ada seperti pesawat 
terbang, tank, kapal perang bisa jadi besi tua yang tidak berguna.



Republik Islam Iran telah berhasil membuat pesawat tempur sendiri 
Saeqeh yang gambarnya bisa dilihat di www.syiarislam. wordpress. com. 
Selain itu mereka juga membuat tank-tank Zulfiqar dengan berat 40 ton. 
Tank tersebut dilengkapi sistem penembakan dengan komputer, penuntun 
laser sehingga tembakannya akurat seperti sniper hingga jarak 4000 
meter, dan alat penglihat di waktu malam.

http://www.globalse curity.org/ military/ world/iran/ zulfiqar. htm



Selain itu Iran juga membuat sendiri rudal (peluru kendali) Shahab 3 
yang mampu menjangkau lebih dari 2.000 km sehingga bisa mencapai Israel 
dan 32 Pangkalan Militer AS yang tersebar di Timur Tengah, Iraq, 
Afghanistan, dan Pakistan.



Rudah Shahab 3 mampu mengangkat 1 ton cluster bomb sehingga banyak bom 
bisa disebar di wilayah yang luas hanya dengan satu rudal. Rudal ini 
bisa dikendalikan dari ruang navigasi sehingga jika melenceng bisa 
dikembalikan ke target sasaran. Jika melenceng terlalu jauh bisa 
dihancurkan.



"Kalau AS atau Israel menembakkan satu saja peluru ke Iran, Angkatan 
Bersenjata Iran tidak akan segan-segan melakukan serangan balasan ke 
jantung Israel dan 32 basis militer AS di kawasan Teluk, " tukas 
Zolnoor, yang menjadi wakil Ayatullah Khamenei di Korps Garda Revolusi 
Islam (IRGC).



Negara-negara Islam lainnya seperti Indonesia, Pakistan, Bangladesh, 
dan sebagainya harusnya berusaha membuat senjata sendiri sehingga bisa 
mempertahankan negerinya bukan hanya dari serangan fisik secara 
langsung, tapi juga penjajahan terselubung seperti penjajahan ekonomi 
yang menguras kekayaan negara-negara Islam sehingga rakyatnya miskin, 
sementara negara-negara kafir harbi tersebut kaya raya.



Berikut gambar-gambar dan artikel-artikel tentang persenjataan Iran 
yang dibuat sendiri oleh mereka.



Iran missile test sends message to US, Israel



By ALI AKBAR DAREINI, Associated Press Writer 1 hour, 8 minutes ago



TEHRAN, Iran - Iran test-fired nine missiles Wednesday, including ones 
capable of hitting Israel, making a dramatic show of its readiness to 
strike back if the United States or Israel attacks it over its nuclear 
program.



The launches sparked strong U.S. criticism and a jump in oil prices — 
underlining fears Iran might seal off the Strait of Hormuz, the Gulf 
waterway through which 40 percent of the world's crude passes, if 
military conflict does break out.



The tests of the long- and medium-range missiles did not appear to 
mark a significant advance in Iran's missile capability — similar ones 
have been tested previously. But the timing and location were clearly 
aimed to send a message, coming as Iran has sharply stepped up the tone 
of its warnings of retaliation if attacked. This week, a top official 
of Iran's Revolutionary Guards, Ali Shirazi, warned Tel Aviv would be 
"set on fire" in any Iranian retaliation.



The tests took place amid a military exercise that Iran has been 
conducting in the Hormuz strait, where Tehran has threatened to block 
oil traffic in response to any U.S. or Israeli military action.



Iran has long warned it would strike back for any attack against it. 
But it has sharpened its rhetoric since Israel's military sent 
warplanes over the eastern Mediterranean in June for a large military 
exercise that U.S. officials described as a possible rehearsal for a 
strike on Iran's nuclear facilities.



Gen. Hossein Salami, the Revolutionary Guards air force commander, 
said Iran's war games this week — code-named "Noble Prophet" — 
"demonstrate our resolve and might against enemies who in recent weeks 
have threatened Iran with harsh language," state TV reported.



"Hundreds and maybe thousands of missiles are ready to be fired at 
specified targets," he said. "A small part of our defense options was 
put on display for the world today. Our real reaction against enemy 
threats will be quicker and stronger."



The West needs to "assess Iran's might accurately," he added.



State TV aired footage of at least six missiles being fired 
simultaneously, and said the barrage included a new version of the 
Shahab-3 missile, which officials have said has a range of 1,250 miles 
and is armed with a 1-ton conventional warhead. That would put Israel, 
Turkey, the Arabian peninsula, Afghanistan and Pakistan within striking 
distance. The TV report did not say whether the test took place near 
the Hormuz strait.



The U.S. Defense Department said it was studying the test to determine 
exactly what was launched and what it shows about Tehran's missile 
capabilities..



Secretary of State Condoleezza Rice called Wednesday's tests "evidence 
that the missile threat is not an imaginary one."



"Those who say that there is no Iranian missile threat against which 
we should build a missile defense system perhaps ought to talk to the 
Iranians about their claims," Rice said while traveling in Sofia, 
Bulgaria.



On Tuesday, Rice and Czech counterpart Karel Schwarzenberg signed a 
deal allowing the U.S. to base a missile defense shield in the Czech 
Republic.



Defense Secretary Robert Gates said the test bolsters the U.S. 
argument that Tehran is a threat and a missile defense system is needed 
in Europe.



A White House spokesman called the tests "completely inconsistent with 
Iran's obligations to the world" and said they further isolate the 
country.



Iran should "refrain from further missile tests if they truly seek to 
gain the trust of the world," said Gordon Johndroe, spokesman for the 
National Security Council, speaking from Japan where President Bush is 
attending the Group of Eight summit.



Democratic presidential candidate Barack Obama said Iran's missile 
tests highlight the need for direct diplomacy as well as tougher 
threats of economic sanctions and strong incentives to persuade Tehran 
to change its behavior..



John McCain, the Republican seeking the presidency, said the tests 
demonstrate a need for effective missile defense, including missile 
defense in Europe and the defense system the U.S. plans with the Czech 
Republic and Poland.. Oil prices rose Wednesday on news of the tests, 
along with a U.S. government report showing crude stockpiles fell more 
than expected. Light, sweet crude for August delivery rose $1.50 to 
$137.54 a barrel in early afternoon trading on the New York Mercantile 
Exchange.



Israeli defense officials said there were no major surprises in the 
latest Iranian missile tests. The officials said they appeared to be 
more of an exercise in psychological warfare than a breakthrough in 
military technology.



"Israel does not desire hostility and conflict with Iran," Israeli 
government spokesman Mark Regev said. "But it is clear that the Iranian 
nuclear program and the Iranian ballistic missile program is a matter 
of grave concern.."



The test could also be aimed to show the West there cannot be a 
military solution to the standoff with Iran over its nuclear ambitions. 
Iran denies U.S. accusations it seeks to build nuclear weapons, and 
earlier this week it sent a response to a Western package of economic 
incentives aimed at pushing it to halt uranium enrichment. EU officials 
have said they are still evaluating the response, but Tehran has 
insisted it will not suspend enrichment..



Iranian leaders have said they don't believe the U.S. or Israel will 
attack, citing U.S. problems in Iraq and the effect on already soaring 
oil prices.. President Mahmoud Ahmadinejad on Tuesday called the idea 
of an attack a "funny joke."



But at the same, Iran has been more vocal in warning of the fallout of 
any U.S. or Israeli strike.



The semi-official Fars news agency, which is believed to be close to 
the Revolutionary Guards, reported details on the missiles tested 
Wednesday, saying they included a "newly upgraded" Shahab-3, first 
tested in its longest-range version in 2004.



The Shehab-3 tested Wednesday has been designed with a "cluster" 
warhead, that allows it to release multiple bombs over a wider area, 
Fars said, without elaborating. It also boasts a more accurate 
navigational system that allows a control room to bring the missile 
back on route if it strays or destroy it if it goes too far off course, 
it said.



Baca artikel selengkapnya di:

http://news. yahoo.com/ s/ap/20080710/ ap_on_re_ mi_ea/iran_ missiles



Jika Diserang, Jantung Israel dan 32 Basis Militer AS Akan Jadi Target 
Iran



Minggu, 13 Jul 08 18:54 WIB



Iran menegaskan, angkatan bersenjatanya akan menjadikan jantung Israel 
dan sekitar 32 basis militer AS sebagai target serangan jika kedua 
negara itu menyerang Iran. Iran bahkan menegaskan, akan melakukan 
serangan balasan sebelum debu-debu akibat serangan AS dan Israel 
menghilang.



"Jika musuh terlalu percaya diri bahwa mereka akan menang dalam 
serangannya ke Iran, mereka tidak akan merasakannya bahkan hanya dalam 
waktu sehari saja, " kata Mojtaba Zolnoor, salah seorang penasehat bagi 
pimpinan Revolusi Islam di Iran.



Saat ini, lewat upaya para pakar di Iran, kemampuan militer angkatan 
bersenjata militer Iran telah mencapai level yang canggih.

"Kalau AS atau Israel menembakkan satu saja peluru ke Iran, Angkatan 
Bersenjata Iran tidak akan segan-segan melakukan serangan balasan ke 
jantung Israel dan 32 basis militer AS di kawasan Teluk, " tukas 
Zolnoor, yang menjadi wakil Ayatullah Khamenei di Korps Garda Revolusi 
Islam (IRGC).



Baca artikel selengkapnya di:

http://eramuslim. com/berita/ int/8713185347- jika-diserang- jantung-
israel- dan-32-basis- militer-as- akan-jadi- target-iran. htm



===

Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media- islam.or. id



Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS



Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252



Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari 
Telkomsel 

Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam. wordpress. com



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .
yahoo.com 



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=%22ramalan+bintang%22&cs=bz&fr=fp-
top

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke