Sistem Ekonomi Islam Dan Yahudi

Oleh : Alihozi

sumber, http://alihozi77.blogspot.com/


Pada suatu hari kira – kira tahun 2002 orang tua saya kedatangan tamu
usianya sekitar 45 tahun, dia adalah mantan tahanan politik jaman orde
baru, ia ditahan sekitar tahun 80-an karena sikap kritisnya terhadap
pemerintahan orde baru. dia baru dibebaskan dari penjara setelah era
reformasi saat Gus Dur menjadi presiden. Setelah berbicara banyak
dengan orang tua saya, dia mengajak saya untuk shalat magrib jamaah di
mushola di dekat rumah saya. Sepanjang perjalanan ke mushola terjadi
percakapan antara saya dengan dia,

"Kamu sekarang kerja di mana , ozi ? Tanya dia dengan hanya menyebut
nama belakang saya saja.

"Sekarang saya bekerja di bank syariah Om.." Jawab saya sambil
memperhatikan dia secara seksama.

"Bagus sekali itu, yang terpenting kamu harus bekerja dengan jujur
karena jaman sekarang ini sangat sulit sekali mencari orang jujur,
dulu waktu saya masih bekerja di bea dan cukai saya sampai bermusuhan
dengan teman karena memperebutkan anak buah yang jujur " pesan dia
kepada saya.

"Insya Allah, Om saya akan berusaha menjalankannya " jawab saya.

Setelah selesai Shalat Magrib , orang tua saya menyuruh saya untuk
mengantarkan pulang tamu tsb dengan motor sampai di halte bus yang
menuju terminal kampung melayu. Sepanjang perjalanan menuju halte bus
dia banyak menanyakan tentang saya dan keluarga saya, tetapi yang
paling menarik adalah ketika dia berbicara mengenai system ekomomi 
islam

"Hozi, kamu tahu tidak kenapa orang yahudi itu sangat membenci Islam?

"Tidak tahu Om", jawab saya singkat karena saya harus memperhatikan
jalan agar tidak menabrak orang.

"Orang yahudi membenci islam karena ajaran islam yang melarang riba
dan menggantinya dengan system bagi hasil (mudharabah/musyarakah) dan
system jual beli (murabahah), dengan system ekonomi islam tsb
eksistensi ekonomi orang – orang yahudi yang memakai system riba
terancam." Dia menjelaskan kepada saya dengan penuh semangat.

Sayangnya sebelum dia melanjutkan penjelasannya, kami sudah sampai di
halte bus yang dituju dan dia langsung naik bus jurusan kampung 
melayu.

Pada waktu malam tanggal 24 April 2008 ketika saya berfikir tentang
judul apalagi yang akan saya tulis di blog saya , tiba – tiba saya
teringat pertemuan saya dengan orang yang pernah mengunjungi orang tua
saya tsb, saya memutuskan untuk menulis judul SYSTEM EKONOMI ISLAM DAN
YAHUDI , saya mencari bahan – bahan yang ada kaitannya dengan orang
yahudi membenci islam karena salah satu faktornya adalah system
ekonomi islam seperti apa yang disampaikan tamu orang tua saya tsb.
Awalnya saya menemui kesulitan karena di buku – buku tarikh (sejarah
islam) karya Muhammad Haekal dari Masa Nabi Muhammad sampai Masa 4
Kahlifah tidak saya temukan alasan mengapa yahudi membenci islam
karena factor system ekonomi islam , di buku – buku sejarah hanya
menceritakan tentang intrik – intrik orang yahudi untuk mengahancurkan
islam.

Pada akhirnya saya menemukan sebuah buku karya Dr.Fuad Moh.Fachrudin
yang berjudul "Riba pada Bank, Koperasi dan Perseroan" , beliau
(Dr.Fachrudin) menceritakan bahwa sebelum ajaran islam hadir
kedaulatan system riba telah berkuasa dan dunia waktu itu dibawah
pimpinan peradaban Yahudi. Apa yang terjadi, orang mengusir Yahudi
dimana mereka berada. Dan akhirnya tatkala Islam lahir, penantang dan
pembangkangnya yang pertama adalah orang Yahudi, sehingga terjadi
bentrokkan panas antara mereka dengan Islam selama ratusan tahun.(1)

Berawal dari kota madinah yang pasarnya didominasi oleh Yahudi ,
begitu Nabi Muhammad datang ke kota madinah Rasulullah, SAW membuat
pasar yang menandingi pasarnya orang – orang yahudi, sehingga orang –
orang yahudi merasa terancam perekonomiannya. Lalu mereka (orang –
orang yahudi )mulai melakukan intrik – intrik untuk menghancurkan
islam dan Rasulullah, SAW yang tejadi puncaknya adalah mereka
menghasut seluruh kabilah arab untuk memerangi ummat islam maka
terjadilah perang khandaq (parit). Setelah terjadi perang khandaq tsb,
Rasulullah, SAW dan para sahabat memerangi orang – orang yahudi yang
telah menghasut para kabilah arab, maka meletuslah perang khaibar,
Rasulullah, SAW dan sahabat berhasil mengusir orang – orang yahudi
dari khaibar dan berakhirlah kekuasaan yahudi di jazirah arab.(2)

Kemudian hari ternyata orang – orang yahudi menyimpan dendam dengan
masih melakukan intrik – intrik terhadap ummat islam dengan mengadu
domba ummat islam yaitu pada jaman khalifah Usman ibnu Affan yang
mengakibatkan terbunuhnya sang khalifah dan juga jaman khalifah Ali
bin Abi Thalib karena intrik – intrik orang yahudi terjadi perang
saudara antara khalifah Ali bin Abi Thalib dengan sahabat Rasulullah
yang lain sampai terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib sendiri. 
(4) .

Selanjutnya kedaulatan ekonomi orang Yahudi di seluruh dunia terus
menerus akan menentang dan menyerang peradaban ummat Islam, sampai
Ummat Islam tunduk di bawah kedaulatan perekonomian mereka. Mereka
(Yahudi) sadar akan hal ini karena Allah, SWT telah memeperingatkan
seluruh manusia bahwa siapa yang tidak mau meninggalkan riba,
bersiaplah untuk berperang dengan Allah dan Rasul..

System riba yang sekarang ini, adalah dari golongan Yahudi. Sifat
orang Yahudi terhadap agama dan kemerdekaan beragama sudah nyata dalam
sejarah. Mereka hendak menguasai seluruh dunia dengan system
ekonominya itu. Dan karena manusia kurang sadar atau tidak mau sadar
sekarang manusia pada umumnya sudah terjebak dalam perekonomian ala
Yahudi, dan kalau hendak melepaskan diri adalah sukar dan payah
sekali. Mereka ini terdiri dari golongan manusia yang memberikan hak
kekuasaan (Imperialisme) kepada modal (kapitalisme), dalam arti yang
tidak terbatas. Banyak sekali yang membenci dan menentang imperialisme
dan kapitalisme tetapi dalam soal ekonomi ini tidak menolak atau pura
– pura tidak menolak.(1)



sumber, http://alihozi77.blogspot.com/

Salam Cinta,
agussyafii






Sumber referensi :

Dr.Fuad Moh. Fachrudin : "Riba dalam Bank, Koperasi dan Perseroan"

Dr.Muhammad Husain Haekal :"Muhammad"

Dr.Muhammad Husain Haekal :"Umar Ibnul Khatab"

Ali Audah :"Ali Bin Abi Thalib"


Kirim email ke