'Kebencian' Allah
http://akmal.multiply.com/journal/item/307
assalaamu¢alaikum wr. wb.
Tempo
hari saya membaca tulisan Djohan Effendy, salah seorang kontributor di
situs resmi JIL yang pemikirannya sering mereka jadikan rujukan. Menurutnya,
MUI tidak usah memberi vonis macam-macam seperti ¡aliran sesat¢ dan
sejenisnya pada berbagai bentuk aliran keagamaan, karena Allah sendiri
tidak memberikan vonis semacam itu. Buktinya, menurut Djohan Effendy, Allah
SWT membiarkan aliran-aliran keagamaan itu tumbuh subur di muka bumi.
Entah
bagaimana orang lain menilainya, namun saya melihat ada sebuah
kesalahan logika yang amat serius pada pemikiran semacam ini. Sebenarnya
kesimpulan semacam itu tidak pantas keluar dari mulut seorang Muslim, kecuali
jika ia benar-benar sedang khilaf. Entah
apakah Djohan Effendy sedang dalam keadaan sadar atau tidak ketika
mengucapkannya, atau ia pura-pura tidak tahu mengenai beberapa hal
penting dalam ajaran Islam.
Dalam
argumennya, seolah-olah Allah SWT akan melakukan salah satu dari dua
hal berikut, yaitu : (1) menumbuhsuburkan hal-hal yang Dia sukai, dan
(2) menghabisi hal-hal yang tidak Dia sukai. Keduanya
menyiratkan pemahaman seolah-olah Allah bersikap reaktif terhadap
segala hal di dunia ini dan Dia akan selalu memberikan solusi yang
¡instan¢.
Kemarin pun saya sempat membalik-balik lembaran majalah Syir¢ah yang dikenal
sangat dekat dengan pemikiran JIL.. Seorang Habib dikisahkan mengundang
seorang pemuka agama Hindu dari India untuk memasuki Masjid. Yang diundang
merasa kaget, karena sepengetahuannya umat Islam menganggapnya kafir, dan
karenanya tidak pantas memasuki Masjid. Berdasarkan penjelasan sang Habib, ia
dibolehkan masuk Masjid karena Allah mencintainya. Argumennya : jika Allah
tidak mencintainya, maka Dia akan menciptakannya sebagai anjing atau barangkali
hewan lain.
Kesalahpahaman sang Habib pun nampak jelas, dan sepertinya memang tidak berbeda
jauh dengan kekeliruan Djohan Effendy di atas. Barangkali kiblatnya pun sama,
dan karenanya mereka terperosok dalam lubang kekacauan logika yang sama.
Argumen saya dapat saya simpulkan dalam tiga kata saja : Allah tidak menyesal.
Tidak seperti manusia dan makhluk-makhluk lainnya, Allah SWT tidak pernah
kehilangan kendali atas segala perbuatan-Nya. Dia tahu persis konsekuensi dari
segala keputusan-Nya. Dia melarang manusia untuk saling menyakiti, tapi toh
manusia tetap melakukannya. Siapa
pun yang menjauh dari jalan yang diridhai-Nya akan merugi, dan Allah
tidak harus bersikap reaktif terhadap kesesatan manusia.
Kita
tahu persis bahwa banyak pantai di dunia ini yang (dalam pandangan
manusia) lebih pantas untuk diterjang tsunami, misalnya pantai-pantai
di mana manusia berbaring telanjang tanpa merasa malu sedikit pun. Di sana,
maksiat bertebaran bebas. Tapi
toh Allah menghendaki tsunami terjadi justru di Aceh, Sumatera Utara,
Nias, Pangandaran, Cilacap, dan berbagai daerah lainnya.
Dalam pandangan manusia, memang segala musibah itu menyakitkan. Kadang-kadang
orang yang berputus asa akan berpikir bahwa Allah sangat membencinya
sampai-sampai terus menimpakan musibah padanya. Tapi Allah bukan manusia, dan
Dia tidak bertindak seperti manusia. Jika
Allah menimpakan musibah belum tentu karena Dia marah, dan jika Allah
memberi kesenangan jangan terlalu yakin bahwa segala perbuatan kita
disenangi-Nya. Kenyataannya, ada waktunya di mana Nabi Musa as. ditimpa
kesusahan, dan Fir¢aun merajalela seolah tanpa lawan. Tapi kita tahu siapa
yang benar, ¡kan?
Pernyataan sang Habib yang dilansir oleh Majalah Syir¢ah pun cukup aneh.
Apakah Allah membenci anjing? Apa salahnya anjing? Anjing tidak salah
apa-apa. Kalau
kita melihat seekor anjing sedang sekarat karena kehausan, lalu kita
memberinya minum, maka hal itu adalah sebuah tindakan yang sangat
terpuji. Memang seorang Muslim harus menjaga
dirinya dari hewan tersebut karena alasan najis, namun tidak pernah ada
dalam ajaran Islam prinsip membenci hewan, apalagi hal tersebut
dilakukan oleh Allah SWT. Sebaliknya, justru seisi langit dan bumi ini
bertasbih kepada Allah, kecuali mereka yang kafir pada-Nya. Mana mungkin
anjing dikatakan kafir, sementara membedakan yang benar dan yang salah pun
tidak bisa?
Hanya kanak-kanak saja yang membandingkan kehendak Allah dengan pola pikirnya
sendiri. Banyak
hal di dunia ini yang dibenci, dikutuk dan dilaknat oleh Allah SWT,
namun Dia tidak ¡turun tangan¢ untuk menyapu habis hal-hal tersebut
dari muka bumi. Jika memang benar Allah akan
mengenyahkan semua pemikiran sesat dengan cara instan seperti kata
Djohan Effendy, maka mengapa hingga hari ini masih ada juga rasialisme,
orang-orang psikopat, dan manusia yang berhubungan seksual dengan
binatang? (Memang menjijikkan, tapi saya harus memberikan beberapa contoh
ekstrem untuk memperjelas masalah ini) Atau mungkin Djohan Effendy tidak
menganggap hal-hal itu sebagai suatu produk dari pemikiran sesat?
Bagaimana dengan sang Habib tadi? Setahu
saya, Hitler tidak menjelma menjadi anjing, demikian juga Pol Pot, dan
sampai detik ini George W.. Bush masih berwujud manusia. Atau
memang sang Habib yang dijadikan narasumber oleh Majalah Syir¢ah itu
juga menganggap bahwa Allah SWT mencintai para tokoh tersebut?
Bagaimana pun, kasih sayang Allah memang mendahului adzab-Nya. Hingga
hari ini para penjahat masih menikmati banyak hal gratisan di dunia
ini, misalnya kesehatan, udara segar, hangatnya sinar matahari, dan
sebagainya. Tapi tidak ada yang tahu sampai kapan. Entah ajal yang duluan
menjemput, atau dunia kiamat duluan. Yang jelas, di akhirat kelak akan jelas
sejelas-jelasnya siapa yang benar-benar dicintai-Nya, dan siapa yang
dimurkai-Nya. Yang dicintai-Nya bisa jadi hidup menderita di dunia, sedangkan
mereka yang dimurkai-Nya bisa jadi hidup senang seumur hidupnya. Kita lihat
saja nanti.
Untuk sementara, ada Al-Qur¢an dan Al-Hadits yang bisa membantu kita membedakan
mana yang benar dan mana yang salah. Kalau sudah tidak mau tahu soal benar dan
salah, nah itu baru masalah!
wassalaamu¢alaikum wr. wb
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/