Masya Allah? Dimana Tanah Suci yang sebenar-benarnya?

  ----- Original Message ----- 
  From: yuni asriyanti 
  To: Aliansi Rakyat miskin ; milis fpk ; milis mediacare ; milis kelas stf ; 
milis jil 
  Sent: Thursday, July 17, 2008 3:07 PM
  Subject: [mediacare] Siaran Pers : Pemerintah Harus bertanggung jawab atas 
hilangnya Jenazah Sri Puji Astuti




                Maaf untuk Double Posting






                SIARAN  PERS

                Institute for Migrant Workers (IWORK) dan LBH Buruh Migrant 
IWORK



                Pemerintah Harus bertanggung jawab atas Hilangnya Jenazah Sri 
Puji Astuti, Buruh Migran Perempuan Korban Traficking di Arab Saudi



                            Sudah dua bulan berlalu, kematian Buruh migrant 
Perempuan Sri Puji Astuti di Arab Saudi masih menjadi misteri. Seperti 
pengaduan pihak keluarga Sri Puji Astuti (38th) asal RT 03 RW 04 Linggapura, 
Tonjong, Brebes, Jawa Tengah dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit King 
Abdul Azis Jeddah tanggal 8 Mei 2008 lalu. Sri Puji Astuti sebulan sebelumnya 
pernah memberi kabar kepada pihak keluarga bahwa ia dalam pelarian dari rumah 
majikannya karena tak tahan disiksa. Dan sempat ditangkap oleh Polisi Arab 
Saudi sebelum diserahkan ke sebuah penampungan milik orang Indonesia . 
Almarhumah juga sempat menceritakan bahwa di penampungan tersebut terdapat 
ratusan orang yang nasibnya serupa dengan dia. Sebelum di meninggal almarhumah 
mengeluhkan sakit di bagian uluhati akibat tendangan dan pukulan dari 
majikannya. Dipenampungan tersebut BMI mayoritas mereka adalah pelarian yang 
ditampung, dan selama dipenampungan dikenakan biaya perhari sebagai ganti uang 
makan dan tempat tidur. Dalam proses upaya permohonan pemulangan jenazah dan 
pemenuhan hak-hak Sri Puji Astuti oleh pihak keluarga, pihak perwakilan RI di 
Jeddah ternyata bersikap sangat lamban. Dari Laporan yang dikirimkan LBH Buruh 
Migran IWORK pada tanggal 9 Mei 2008 dan beberapa kali kontak lewat telphone, 
baru pada tanggal 7 Juli 2008 balasan dikirim dan menyatakan bahwa Jenazah Sri 
Puji Astuti tidak ada di RS King Abdul Azis, dan sampai hari ini tidak 
diketahui ada dimana dan pihak mana yang secara sepihak memakamkan jenazah 
tersebut. Informasi ini sedikit berbeda dengan informasi yang di dapatkan 
keluarga, pada sekitar tanggal 17 Juni 2008 keluarga mendapat telephone dari 
salah seorang teman Almarhumah Sri Puji Astuti yang menanyakan apakan pihak 
keluarga masih mengurus kepulangan Jenazah karena sudah terlalu lama di Rumah 
Sakit, dan pihak keluarga menjawab masih dalam proses pengurusan. 

                            Kematian Sri Puji Astuti menambah panjang deretan 
kasus kematian BMI di luar Negeri. Antara January-Juni 2008 ini Institute for 
Migrant Workers (IWORK) mencatat telah 57 BMI meninggal dunia. Ini menunjukkan 
bobroknya sistem penempatan dan perlindungan BMI . BMI yang mendapat perlakuan 
tidak menyenangkan dan mendapat penyiksaan terpaksa harus melarikan. Akibat 
minimnya informasi dan perlindungan yang diterima oleh BMI , mereka tak tau 
harus berlindung kemana. Setelah mereka berhasil keluar dari sarang Harimau,  
banyak dari mereka yang terperangkap ke mulut buaya, di tampung oleh agency 
untuk dijual kembali ke majikan baru dengan resiko yang sama atau di tampung 
oleh penampungan-penampungan illegal yang terindikasi melakukan tindak pidana 
Trafficking, seperti pada kasus Sri Puji Astuti . Lemahnya pemantauan 
keberadaan BMI di Luar negeri oleh KBRI di Negara-negara tempat bekerja 
menyebabkan lemahnya perlindungan BMI ketika mereka bekerja. Padahal didalam 
undang-undang 37 Tahun 1999 pada pasal 18 – 21 dinyatakan tugas dari Perwakilan 
RI diluarnegeri yang antara lain melindungi dan membantu apabila WNI di Luar 
negeri menghadapi masalah hokum dan yang membahayakannya bahkan wajib 
memulangkan atas biaya Negara. Undang-undang 39 tahun 2004 tentang Penempatan 
dan Perlindungan TKI di Luar Negeri pada pasal 78 juga menyebutkan tugas 
perwakilan RI di luar negeri untuk melindungi BMI pada saat mereka bekerja.

                            Untuk itu Institute for Migrant Workers dan Lembaga 
Bantuan Hukum Buruh Migran sebagai kuasa Hukum dari Keluarga Almarhumah Sri 
Puji Astuti menuntut :



                  1.. Segera Usut keberadaan Jenazah Sri Puji Astuti, Kemudian 
segera Pulangkan
                  2.. Berikan Hak-haknya sebagai Buruh Migran ; Gaji, Santunan 
dan Asuransi
                  3.. Pemerintah harus meminta pihak kepolisian Arab Saudi 
mengusut Tuntas sebab  kematian Almarhumah Sri Puji Astuti
                  4.. Berantas penampungan-penampungan illegal sarang kejahatan 
Trafficking dan Perbudakan
                  5.. Pemerintah harus mengevaluasi dan menghentikan Pengiriman 
BMI ke Negara-negara pelanggar HAM Migran.
                  6.. Berikan Perlindungan yang menyeluruh kepada Buruh Migran


                STOP PELANGGARAN HAM BURUH MIGRAN !



                Jakarta , 15 Juli 2008







                Yuni Asriyanti , S.H.I (0817256872)                 Yudho Sukmo 
Nugroho, S.H (0818189964)

                Direktur IWORK LU Jakarta                                       
Direktur LBH Buruh Migran



                            







                ---------------------------------------------------------
                Institute for Migrant Workers (IWORK)

                Sekretariat Nasional;
                Liaison Unit DIY & Jateng:
                Jl. Nyi Pembayun 36 Kotagede Yogyakarta 55172
                Phone.: +62-274-6800550 Fax.: +62-274-7113098

                Liaison Unit Jakarta:
                Jl. Pustaka Jaya II No. 3, Rawamangun,
                Jakarta Timur, Indonesia 13220.
                Phone/Fax: +62-21-4757281.

                Email: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] 
                Legal Aid: [EMAIL PROTECTED]
                Homepage: http://www.iwork-id.org
                Website: http://www.buruhmigran.com 

       

   

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke