http://www.tniad.mil.id/news.php?id=3379
PEMBANGUNAN DUA KAPAL LC UTILITY DIMULAI
Pembangunan dua buah Kapal Landing Craft (LC) Utility pesanan TNI AD mulai
dilaksanakan ditandai dengan peletakan lunas kapal pendarat serbaguna LCU 1000
DWT itu oleh Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsda TNI Eris Herryanto di PT
Dok Koja Bahari Jakarta Utara, Rabu (16/7).
Kedua buah Kapal Landing Craft (LC) Utility itu nantinya untuk mendukung
kekuatan operasional TNI AD khususnya sebagai alat pengangkut pasukan dan
logistik ke seluruh pulau wilayah Indonesia, sehingga masalah-masalah yang
dihadapi di wilayah NKRI dapat diatasi oleh kekuatan TNI AD.
Upacara peresmian peletakan lunas Kapal LCU tersebut ditandai dengan
penandatanganan naskah kontrak kerja yang dilakukan oleh Dirjen Ranahan,
Waaslog TNI AD Brigjen Fuad Basyah, dan Dirut PT. Putrindo Adiyasa Perkasa, dan
Dirut PT. Dok Koja Bahari. Dirjen Ranahan, mengatakan penandatanganan kontrak
jual beli nomor 013/LN/KSAD/DPAT 2004 tertanggal 20 September 2004 tentang
pengadaan kapal pendarat serbaguna 1000 DWT dan suku cadang yang merupakan
program anggaran Kredit Ekspor tahun 2004 dengan nilai US$10 juta yang telah
diageni oleh PT. Putrindo Adiyasa Perkasa. Kontrak pembuatan kapal tersebut
mengalami dua kali perubahan yaitu perubahan leader dari PT. D Bank Trast
menjadi Nord Bag Leiden Bank dari Singapura kemudian perubahan kedua nama
galangan kapal yang mengerjakan yang semula PT. Anak Emas kemudian berubah ke
PT. Dok Koja Bahari.
Perubahan Amandemen ini, menurut Dirjen, merupakan dasar tentang pengadaan
kapal berikut yang telah mengalami beberapa proses cukup panjang dan lama namun
pada hari ini telah dimulai pembangunan kapal 1000 DWT tersebut. Proses
pembuatan kapal ini kurang lebih satu setengah tahun, jadi satu setengah tahun
lagi akan menjadi kekuatan TNI AD yang dikelola oleh Dit Perbekalan dan
Angkutan TNI AD, kata Eris. Pembangunan kapal ini diharapkan akan terjadi
stimulan, dimulai pendayagunaan industri dalam negeri di bidang perkapalan yang
dapat mendukung ketahanan negara dan pada akhirnya dapat melepaskan dari
ketergantungan pangadaan-pengadaan luar negeri dan berakhir kepada penghematan
devisa. Eris mengatakan kemampuan industri pertahanan dalam negeri saat ini
cukup meningkat karena adanya kebijakan Dephan yang bertugas membina dan
mendorong kemampuan industri dalam negeri untuk kepentingan pertahanan negara.
Dengan menambah pengetahuan ini akan lebih bisa
memberdayakan industri nasional diharapkan kedepan dapat mencapai kemandirian
dalam pertahanan yang disuport oleh industri dalam negeri.
Dia mengatakan anggaran TNI secara ideal masih jauh yang diharapkan anggaran
yang diterima TNI baru sekitar 32 persen dari kebutuhan namun demikian TNI AD
untuk dapat menerima kondisi keuangan negara saat ini. Apalagi kedepan
pertahanan negara bukan lagi menjadi prioritas pemerintah tapi kepada bidang
ekonomi dan sosial. Namun kita tidak boleh berkecil hati, kita tetap dapat
menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dengan kondisi yang ada, dan diharapkan
semangat kita semua untuk menjalankan dan menegakkan kedaulatan baik udara,
laut maupun darat, Ujarnya. Sementara itu, Wakil Asisten Logistik TNI AD
Brigjen TNI Fuad Basyah mengatakan dengan penambahan dua unit Kapal Pendarat
serba guna ini bagi Angkatan Darat sudah merupakan tambahan yang sangat berarti
sekalipun masih jauh dari cukup. (Pendam Jaya/Dispenad/Gnr)
[Non-text portions of this message have been removed]