http://www.antara.co.id/arc/2008/7/15/manusia-kawat-akan-dioperasi-di-rsud-aw-sjahranie/


*Manusia Kawat Akan Dioperasi di RSUD AW Sjahranie*


Samarinda (ANTARA News) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie,
Samarinda, Kaltim, telah membentuk Tim Operasi Khusus yang melibatkan tujuh
dokter ahli untuk mengeluarkan 30 kawat yang berada di tubuh "Manusia Kawat"
Noer Syaidah.

"Secepatnya, akan dilakukan operasi untuk mengeluarkan kawat yang berada di
tubuh Noer Syaidah. Kami telah membentuk tim dokter, termasuk dokter jiwa
dan ahli bedah khusus, untuk melakukan pembedahan," kata Direktur RSUD AW
Sjahranie, Dr Ajie Syirafudin, di Samarinda, Selasa.

Ia mengemukakan hal itu saat menggelar jumpa pers bersama Ketua MUI (Majelis
Ulama Indonesia) Samarinda, KH Zaini Naim, di kediaman Noer Syaidah di Jalan
Merdeka III, Samarinda Ilir.

Hasil CT-Scan dan foto rontgen (sinar X) yang dilakukan tim dokter RSUD AW
Sjahranie pada Jumat (11/7) menunjukkan terdapat tujuh kawat melintang di
dalam tubuh Noer Syaidah, sementara 23 kawat muncul dipermukaan perut dan
bahagian dada guru TK Al-Wardah di Kabupaten Kutai Timur.

"Kawat itu hanya berada di bagian bawah kulit sehingga tim hanya melakukan
operasi kecil, namun kami juga tetap akan melakukan penanganan khusus agar
operasi berjalan lancar. Dari hasil pemeriksaan darah, kondisi fisik Noer
Syaidah normal, layaknya orang sehat," ungkapnya sambil memperlihatkan hasil
CT-Scan dan Foto Rontgen Noer Syaidah.

Namun, ia mengaku belum bisa memastikan jadwal operasi itu, sebab masih
menunggu kesiapan pihak keluarga Noer Syaidah. "Semua biaya akan ditanggung
pihak rumah sakit," katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Samarinda, KH Zaini Naim mengungkapkan, penyakit
yang dialami Noer Syaidah dari segi agama, bukan hal yang aneh.

"Saya berbicara dalam konteks agama dan penyakit yang dialami Noer Syaidah
bukan sesuatu yang aneh. Apapun yang terjadi di muka bumi itu atas kehendak
Allah SWT," katanya.

Ia mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia mendoakan proses kesembuhan
sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman Samarinda itu
dan meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyakit yang dialami
Noer Syaidah.

"Saya tetap menyarankan agar dia berobat secara medis. Silahkan melakukan
upaya lain, tetapi tetap dalam konteks agama," ujar Ketua MUI Samarinda itu.

Penyakit aneh yang dialami Guru TK itu, sempat mengundang perhatian
masyarakat, bukan haya di Samarinda, tetapi dari berbagai provinsi di
Indonesia.

Bahkan, sepasang suami isteri asal Kediri, Jawa Timur, Joko Triono dan
Ririn, Selasa, mendatangi rumah Noer Syaidah untuk membantu menyembuhkan
penyakitnya.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke