http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/07/19/3299.html

*Presiden di Simalungun, Sumut:*

*Tidak Ada Pemimpin Yang Ingin Sengsarakan Rakyatnya*


Simalungun: Tidak ada pemimpin di negeri ini yang ingin menyengsarakan
rakyatnya. Sejak Indonesia merdeka memang adakalanya pemerintah terpaksa
menaikkan harga BBM. Misalnya, di era pemerintahan Presiden Soekarno,
pemerintah menaikkan harga BBM sebanyak 12 kali. Presiden Soeharto menaikkan
harga BBM 18 kali. Presiden Habibie yang memimpin hanya 1 tahun, menaikkan
harga BBM satu kali, Presiden KH. Abdurrahman Wahib menaikkan harga BBM satu
kali, dan Presiden Megawati menaikkan harga BBM 2 kali ditambah 7 kali
penyesuaian harga BBM .

Demikian dikatakan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono*, dalam sambutannya
pada acara panen raya dan Penyerahan Bantuan PNPM Mandiri serta penyerahan
KUR (Kredit Usaha Rakyat), di Panambeian Panei, Kabupaten Simalungun,
Sumatera Utara, Sabtu (19/7) pagi. "Saya yang telah memimpin 4 tahun ini,
juga terpaksa menaikkan harga BBM juga telah menaikkan harga BBM 3 kali,
untuk menyelamatkan ekonomi di negeri ini," lanjut Presiden.

Menurut Presiden, awalnya pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin untuk
tidak menaikkan harga BBM, dan berusaha dulu melakukan alternatif, serta
banyak sekali telah dilakukan. Tapi harga minyak dunia naik terus. Maka
kalau tidak dinaikkan jebol ekonomi dan rusak semua kegiatan yang berkaitan
dengan APBN. "Tidak ada pemimpin yang ingin, tanpa tujuan, tiba-tiba
menaikkan harga BBM. Kami punya hati nurani. Itupun telah kita naikan,
setelah melakukan apa saja untuk menyelamatkan program kesejahteraan rakyat
dan ekonomi kita ke depan. Kenaikan harga BBM ini juga dilakukan
negara-negara lain, dan Indonesia masih termurah dibandingkan negara negara
di Asia Tenggara, di luar Brunei Darussalam," kata SBY.

Karena itu Presiden mengajak masyarakat untuk bersyukur, mengingat banyak
juga bangsa -bangsa lain yang mengalami kesulitan lebih besar dibandingkan
Indonesia. "Meskipun ada juga bangsa lain yang lebih maju, lebih dulu keluar
dari kesulitan, karena telah lama merdeka. Marilah kita tidak perlu
menyalahkan siapa-siapa, mari bangkit kita semua mengatasi masalah ini,"
tambah Presiden.

Usai acara, Presiden SBY didampingi Ibu Negara beserta rombongan bertolak
menuju Medan melalui jalan darat, dengan jarak tempuh sekitar 4 jam. Ikut
dalam rombongan Presiden antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Seskab
Sudi Silalahi, Mendagri Mardiyanto, Menbudpar Jero Wacik dan Menteri
Pertanian Anton Apriyantono. (win)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke