http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=4500



*Pangkoopsau II: PENYIAPAN RADAR TNI AU DI PAPUA TIDAK ADA MASALAH*


Pen Koopsau II, 7/18/2008


Makassar (18/7). *Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal
Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti* menegaskan,  dari aspek penyiapan lahan
untuk pembangunan radar TNI AU di sejumlah tempat strategis di Papua,
hingga saat ini berjalan sesuai rencana dan tidak ada masalah.



"Saat ini dalam proses penyelesaian pembebasan tanah,  di Timika kita
siapkan lahan 30 hektar, proses pembayaran gantri rugi sudah selesai, dan
rakyat disini pun mendukung pembangunan radar TNI AU"  kata Pangkoopsau II
di Timika,  baru-baru ini.



Seperti diketahui, bahwa hingga tahun 2010 mendatang, TNI AU merencanakan
pembangunan satuan radar  di tiga tempat di Papua, yaitu di Biak (sudah
operasi), Timika dan Merauke.



Pangkoopsau II menambahkan,  meskipun dari data intelijen TNI  belum ada
laporan yang mengarah akan datangnya ancaman di wilayah Papua,  tetapi
sebagai negara yang berdaulat,  Indonesia perlu memiliki sistem pertahanan
negara yang kuat dalam rangka menjaga NKRI.  Oleh karena itu, TNI AU
memandang perlu menempatkan beberapa radar di tempat-tempat strategis  di
Papua dalam rangka  melaksanakan deteksi dini  dan pengamatan terhadap
kemungkinan ancaman melalui media udara di wilayah ini.



"Saya tidak katakan wilayah udara Papua rawan, tetapi sebagai negara yang
berdaulat kita perlu memiliki pertahanan yang kuat.  Dengan pertahanan kuat,
maka secara tidak langsung kita akan memiliki deterent power (daya tangkal),
sehingga musuh akan pikir-pikir bila akan menyerang kita" kata Pangkoopsau
II.



Namun demikian Pangkoopsau II mengakui kalau di kawasan timur Indonesia,
khususnya di wilayah udara Papua  masih banyak yang belum ter-cover oleh
radar.  Kondisi ini sudah diketahui oleh negara-negara  asing.  Oleh karena
secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran negara, TNI AU  membangun
satuan radar..



Tidak ada pembelian pesawat baru



Ditanya wartawan soal pembelian pesawat baru, Pangkoopsau II Marsda TNI
Yushan Sayuti  yang didampingi beberapa pejabat teras Makoopsau II seusai
memimpin Sertijab Komandan Lanud Timika, menyatakan kalau hingga 2010 TNI AU
tidak akan melakukan pembelian pesawat baru.  Untuk meningkatkan kesiapan
operasi, yang dilakukan TNI AU adalah  dengan menambah kesiapan
pesawat-pesawat yang ada.



"Kalau selama ini Skadron Udara kesiapannya hanya empat puluh persen,  maka
kedepan akan ditingkatkan menjadi seratus persen, dengan demikian secara
bertahap kesiapan pesawat kita juga bertambah" jelas Pangkoopsau II.



Pangkoopsau II menambahkan, pesawat baru yang akan datang tahun ini adalah
Sukhoi Su-27/30 yang merupakan pembelian tahun sebelumnya.   Untuk tahun
2008, secara bertahap akan datang  tiga unit pesawat.   Pesawat buatan Rusia
itu, akan menggantikan peran pesawat OV-10 Bronco dan Hawk MK-53  dan
ditempatkan di Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin, Makassar.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke