http://www.antara.co.id/arc/2008/7/20/hasyim-muzadi-minta-warga-nu-waspadai-ajakan-golput/

*Hasyim Muzadi Minta Warga NU Waspadai Ajakan Golput*


Surabaya (ANTARA News) - *Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi* menyerukan
warga NU agark tidak golput (golongan putih atau tidak memilih) dan
mewaspadai ajakan golput untuk tujuan politis ,dengan target menjatuhkan
lawan politik dalam Pilgub Jatim pada 23 Juli mendatang.

"Golput itu mubadzir (sia-sia), karena itu PBNU menyerukan kepada warga NU
dan masyarakat Jatim umumnya untuk tidak golput. Gunakan hak pilih dengan
bertanggungjawab untuk agama dan negara," katanya di Surabaya, Minggu.

Selain itu, kata mantan Ketua PWNU Jatim itu, pihak-pihak yang mengajak
golput juga patut diwaspadai, karena hal itu terjadi di Jateng dan Jabar
untuk meningkatkan jumlah golput dengan sejumlah uang, tapi hakekatnya
menjatuhkan lawan politik.

"Jadi, waspadai ajakan golput, karena hal itu kadang dilakukan di
kantong-kantong massa dari lawan politik, apalagi golput itu cenderung
negatif terhadap proses demokrasi selanjutnya.

Kepada penyelenggara Pilgub Jatim, mantan Cawapres dalam Pilpres 2004 itu
meminta untuk melakukan perhitungan secara jujur dan transparan serta
melibatkan saksi di TPS (tempat pemungutan suara) sesuai dengan fungsi-nya.

"Masalahnya, embrio konflik itu sebagaian besar bersumber dari perhitungan
suara, tapi ada juga konflik yang bersumber pada intervensi birokrasi dan
akhirnya menimbulkan kecemburuan yang mendorong persepsi berbeda terhadap
proses demokrasi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Hasyim Muzadi juga mengimbau elite politik untuk tidak
membelokkan demokrasi dengan memberi sembako kepada masyarakat yang miskin
dan belum berpendidikan.

"Jatim harus menjadi barometer Indonesia setelah Jakarta, karena hal-hal
yang terjadi di Jatim seringkali berpengaruh dalam skala nasional. Untuk
itu, jangan sampai terjadi golput teknis yang dilakukan penyelenggara maupun
golput politis yang dilakukan elite politik sehingga merugikan masyarakat
dan mengorbankan demokrasi," katanya.

Selama minggu tenang, katanya, warga NU diimbau untuk melakukan Lailatul
Ijtimak dari provinsi hingga ke tingkat ranting (desa/kelurahan) atau anak
ranting (RT/RW) agar Pilgub Jatim berjalan lancar dan marabahaya yang
mengancam dapat ditolak.

Menanggapi pandangan agar Ketua Umum PBNU tidak mengurus Pilgub Jatim,
Hasyim menyatakan dirinya tidak mengurus Pilgub Jatim, tapi mengurus warga
NU yang akan mengikuti Pilgub Jatim agar tidak dibodohi orang lain.

"Sebagai Ketua Umum PBNU, tentu wajar saja kalau saya mengurus orang NU.
Kalau orang lain yang bukan NU saja boleh mengurus orang NU, masak saya yang
Ketua Umum PBNU kok tidak boleh," katanya, sembari tertawa.

Di tempat terpisah, PWNU Jatim bekerjasama dengan KPU Jatim menggelar
Istighotsah Kubro ke-7 (doa memohon keselamatan secara massal) di Masjid
Nasional Al-Akbar, Surabaya untuk mendoakan keamanan Jatim selama masa
tenang (20-22/7) hingga pelaksanaaan Pilgub Jatim (23/7).

Istighotsah Kubro itu dihadiri KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban/mustasyar
PBNU), KH Muchit Muzadi (mustasyar PBNU), KH Masduqi Mahfudz (mustasyar PWNU
Jatim), KH Miftachul Akhyar (Rais Syuriah PWNU Jatim), KH Agoes Ali Masyhuri
(Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim), KH Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU Jatim),
dan KH Rofiq Syiroj (Semaan Al-Ittihad, Sidoarjo).

Tampak hadir pula, Menkominfo Prof Ir Mohammad Nuh DEA (A`wan PWNU Jatim),
Wawali Surabaya H Arief Affandi (A`wan PWNU Jatim, dan para Cagub-Cawagub,
diantaranya Khofifah (cagub nomer urut 1), Ridwan Hisjam (Cawagub nomer 2),
Ali Maschan Moesa (Cawagub nomer 3), Suhartono (Cawagub nomer 4), dan
Soekarwo (Cagub nomer urut 5). (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke