Nah disitulah letak masalahnya pak. bedanya antara Pakistan, Malaysia, Brunei dll dengan Indonesia adalah pemerintah msh malu-malu kucing bersikap dlm masalah ahmadiyah. Entah apa sebabnya, mungkin ada hubungannya dg tekanan internasional, sehingga masalah yg mudah, seolah-olah dibuat sulit mirip benang kusut. Sebenarnya pemerintah RI sdh sadar sesadarnya bahwa ahmadiyah memang menyimpang dari ISLAM, yaitu dg keluarnya SKB 3 mentri. Tp sayangnya pemerintah RI kurang tegas merespon kesesatan ahmadiyah. Itulah bedanya antara Indonesia dg negara-negara lain yg telah melarang sesuatu yg sesat & mengganggu umat. Sikap malu-malu kucing ala pemerintah ini dimanfaatkan dg baik oleh Ahmadiyah & pembela-pembelanya. Ahmadiyah yg jelas-jelas sesatpun tdk berani berlaku JANTAN dg mengaku sbg agama di luar islam, mungkin agar ahmadiyah besar, mereka harus mendompleng & berlaku layaknya spt benalu bagi islam & umatnya.
Tentunya siapapun tdk ingin panu, kurap ataupun kadas yg 'menumpang' hidup pd kulit tubuhnya, dianggap sbg BAGIAN dr kulit tsb. Manusia yg msh waras akalnya akan menghilangkan panu, kadas atau kurap tsb krn memang manusia itu sadar bahwa panu, kadas & kurap bukanlah bagian kulitnya. Kecuali bagi orang yg menganggap panu, kadas, kurap sbg bagian dari kulitnya, tentunya akan memeliharanya (panu cs) dan mrasa bangga bahkan memperbanyaknya agar menjadi hiasan yg akan menambah kepercayaan dirinya. Entahlah.. Memang Panu, kadas & kurap tdk akan hilang sendiri dari kulit kita, jika tdk disiran dg obat, mungkin itulah mengapa panu mirip sekali dg ahmadyah. Jadi Pemerintah sbg OBAT wajib membubarkan ahmadiyah yg sdh jelas sesat nan menyesatkan. sederhana bukan? ----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, July 21, 2008 10:38:32 AM Subject: Re: [ppiindia] Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan Di Pakistan, Ahmadiyah Qadiyan tidak diakui sebagai Islam tapi tidak dibubarkan. Juga tidak dirusak masjidnya. kmjp47 ----Original Message---- From: [EMAIL PROTECTED] com Date: 21/07/2008 10:36 To: <[EMAIL PROTECTED] s.com> Subj: [ppiindia] Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan Dalam Tabligh Akbar dan Silaturahmi dengan umat Islam di kota Padang, Amir Majelis Mujahidin, Abubakar Ba’asyir menyerukan agar Ahmadiyah dibubarkan Hidayatullah. com—Amir Majelis Mujahidin, Abubakar Ba’asyir menyerukan agar umat tidak takut untuk selalu berjuang menegakkan Islam dan menumpas segala bentuk kemunkaran seperti membubarkan Ahmadiyah dan kelompok yang membesarkannya. Pernyataan Ba'asyir ini disampaikan pada Tabligh Akbar dan Silaturahmi dengan umat Islam di kota Padang, Padang Panjang, Payakumbuh dan kota Bukitttinggi sepanjang Kamis, Jumat dan Sabtu (19/7). Menurut Ba’asyir perang idiologi (ghazwul fikri) adalah jihad yang paling berat karena kelompok-kelompok yang dimaksud Ba’asyir seperti JAI atau JIL, memerangi dan mengobok-obok Islam dari dalam. “Yang paling berat, jihad non senjata ini,” ungkap Ba’asyir di hadapan umat Islam di Masjid Nurul Iman, Padang. Ba’asyir juga mengingatkan, JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) termasuk golongan kafir harbi, yakni kafir yang aktif memerangi umat Islam. Karena itu Ahmadiyah wajib dibubarkan atau dinyatakan non-Muslim. “Ahmadiyah harus dibubarkan, atau dinyatakan sebagai kelompok non-Muslim, karena Ahmadiyah termasuk kafir harbi, yakni kafir yang aktif memerangi Islam. Oleh karena itu harus dibubarkan,” tegasnya kepada wartawan usai berceramah. Ba’asyir juga memperingatkan, jika pemerintah tidak tegas terhadap JAI dan kelompokpendukungny a, berarti sadar atau tidak sadar pemerintah ikut memerangi Islam. Kedatangan Amir MMI di Padang Panjang, di Masjid Raya Bali Gadang Payakumbuh dan Masjid Agung Bukittinggi, juga mendapat sambutan meriah ribuan umat di ketiga kota itu. Dalam dakwahnya, Ba’asyir mengigatkan akan pentingnya memperjuangkan hukum-hukum Islam bagi seluruh umat Islam terutama yang ada di Indonesia ini. Sebab, menurutnya hukum pemerintahan yang ada saat ini tidak mampu atau telah gagal menjadi pengayom umat Islam. Namun, Ba’asyir juga mengarisbawahi, bahwa perjuangan itu harus dilakukan dengan cara-cara yang damai yaitu dengan berdakwah. [DN/www.hidayatulla h. com] Plang Ahmadiyah Pariaman Dibuang ke Sungai Sunday, 20 July 2008 Gabungan aktivis ormas Islam se Sumatera Barat dikoordinir KPSI membongkar plang aliran sesat Ahmadiyah dan membuangnya ke sungai Hidayatullah. com-- Pembersihan terhadap segala bentuk atribut dan identitas ajaran sesat Ahmadiyah, terus berlangsung di ranah Minang (Sumatera Barat). Setelah kota Padang dan Bukittinggi, Sabtu sore, giliran plang Ahmadiyah Kabupaten Padang Pariaman yang diturunkan gabungan aktivis Ormas Islam se Sumbar dikoordinir KPSI. Setelah dibongkar, plang Ahmadiyah itu kemudian dibuang ke sungai. "Alhamdulillah, aksi kita sore ini berjalan lancar dan tertib tanpa perlawanan dari jemaat Ahmadiyah.Masjid Ahmadiyah di yang berlokasi di Pasar Usang Padang Pariman itu sudah bersih dari segala atribut JAI," jelas Ketua KPSI Sumbar Irfianda Abidin kepada www.hidayatullah. com. Selama ini segala atribut ajajaran sesat Ahmadiyah itu sangat menyesakan dada dan merusak pemandangan, apa lagi berlokasi di sisi jalan raya Padang- Bukittinggi, " Saat aksi pembongkaran Plang merek JAI, kebetulan lewat kenderaan BA 1 yang ditumpangi Gubernur H.Gamawan Fauzi. Gubernur sempat berhenti dan menyaksikan pembuangan plang ajaran sesat itu itu ke sungai," jelas Irfianda. Target berikutnya adalah sisa-sisa atribut Ahmadiyah di Markas JAI Masjid Al Mubarak, jalan Sawahan kota Padang. Di sini masih terbentang baliho perayaan Satu Abad JAI. "Baliho JAI itu sanat merusak aqidah dan keindahan," jelas Irfianda. [DN/www.hidayatulla h.com] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

