Pasti ada yang untung dengan besarnya golput.. :-P

Bos Agus, waktu 2004, kalau gak salah batasan pencalonan capres tuh
3% deh.. teoritisnya ada puluhan capres toh.. tapi prakteknya hanya
5 capres doank kan..

Di DKI, batas minimal 15%(?) yang teoritisnya bisa sampai 6 calon,
hanya ada 2 cagub..

Jadi, buat siapa sebenarnya batas besar itu?
Atau ada yang ingin membuat Indonesia menjadi cermin Amrik..
demokrat vs republik..

Enak aja, di sini partai republik gak ada namanya lagi.. :-P
CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

Pada 22 Juli 2008 14:16, Ahmadi Agung <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>   GOLPUT ajah..BERES...
>
> ________________________________
>
> From: [EMAIL PROTECTED] <indonesiaraya%40yahoogroups.com>
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] <indonesiaraya%40yahoogroups.com>]
> On Behalf Of A Nizami
> Sent: Tuesday, July 22, 2008 10:25 AM
> To: [EMAIL PROTECTED] <ekonomi-nasional%40yahoogroups.com>;
> Indonesia Raya; sabili;
> [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>; lisi
> Subject: [indonesiaraya] Mahalnya Biaya Politik dan Perolehan Minimal
> Parpol Pendukung Calon Presiden
>
>
> Saat ini di DPR sibuk diperbincangkan persentase suara minimal dari
> parpol/gabungan parpol yang bisa mendukung Calon Presiden Indonesia 2009
> untuk maju.
>
> Golkar mengusulkan angka 30%, PDIP mengusulkan 20%, sedang Parpol lain
> mengusulkan 15%, 10%, ada pula yang sebatas Electoral Threshold.
>
> Pada angka 30%, maka para Capres jika bisa menggandeng Golkar juga harus
> mengandeng Parpol lain untuk maju. Kadang untuk "menggandeng" ini
> diperlukan banyak uang seperti kasus Pilkada di DKI baru-baru ini di
> mana seorang Calon Wakil Gubernur dimintai uang Rp 1,5 milyar hanya dari
> satu Parpol.
>
> Jadi bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan oleh seorang Capres
> untuk mendapatkan suara Parpol sebesar 30%. Ini bisa menimbulkan biaya
> yang tinggi yang ujung-ujungnya jika terpilih Capres tersebut bukannya
> berbakti untuk rakyat justru sibuk memikirkan cara untuk mengembalikan
> uang yang sudah dikeluarkannya.
>
> Berdasarkan hasil perolehan suara pada tahun 2004 (lihat tabel di bawah)
> di mana Golkar memperoleh 21,62% suara disusul oleh PDIP (18,31%), dan
> PKB (10,61%) maka pada angka 30% jika hanya dari satu parpol saja tidak
> ada Capres yang bisa maju.
>
> Jika 20%, hanya Capres dari Golkar saja yang lolos. Angka minimal yang
> terlalu besar mengakibatkan jumlah Capres terlalu sedikit dan rakyat
> tidak punya pilihan banyak.
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke