--- On Mon, 7/21/08, Mega Christina <megachristina@ gmail.com> wrote:
Date: Monday, July 21, 2008, 1:11 PM




Kawans,

Perkenalkan nama saya Winarko, nim. IMP/98437. Saya adalah salah seorang korban 
lumpur Lapindo di Sidoarjo, dan saat ini sangat memerlukan bantuan. Beberapa 
hari yang lalu, saya bertemu dengan seorang kawan dari Walhi Jawa Timur. Dia 
bercerita bahwa Walhi baru saja melakukan kajian terhadap kandungan berbagai 
zat yang ada di dalam lumpur, yang kemungkinan membahayakan. Dan hasil temuan 
dari kawan2 di Walhi tadi benar-benar membuat saya terperangah. Ternyata selama 
dua tahun ini korban Lapindo secara tidak sadar sudah teracuni oleh gas 
berbahaya yang bernama PAH.

Bahwa semburan lumpur menyebabkan juga keluarnya berbagai gas yang baunya 
sangat menyengat, saya sudah mahfum sejak lama. Pun ketika banyak orang 
mengalami berbagai macam gangguan, mulai dari pernafasan sampai kesehatan 
kulit, hampir semua orang menganggap sebagai hal yang biasa dialami oleh para 
korban lumpur. Dugaan saya dan hampir semua orang di Sidoarjo tentang hal ini, 
karena kandungan gas yang berbau sangat menyengat tadi yang membuat pernafasan 
jadi terganggu. 

Lebih dari itu tidak. Toh, Lapindo juga menyewa perusahaan yang memantau 
keluarnya gas di sekitar area semburan. Selama ini, sebagian besar temuan 
mereka adalah adanya jenis gas yang mudah terbakar, bukan yang membahayakan 
kesehatan. Pun juga pemerintah sudah beberapa kali melakukan pemantauan 
terhadap kandungan gas di dalam lumpur dan disekitar lokasi. Meskipun pernah 
dikabarkan bahwa polisi diberikan peralatan tambahan masker dan suplai oksigen, 
saya berpikir bahwa ini sekedar untuk mencegah dampak terhadap saluran 
pernafasan. Bahkan WHO sendiri sudah pernah melakukan kajian di lapangan pada 
tahun 2006, dan tidak menyebut adanya kandungan gas yang berbahaya.

Maka, betapa terkejutnya saya ketika kawan2 Walhi menyebutkan bahwa studi 
mereka menemukan adanya konsentrasi Policyclic Aromatic Hydrocarbons di dalam 
lumpur Lapindo atau lebih dikenal dengan PAH. Lebih membuat saya kaget 
sekaligus sangat marah adalah, ternyata menurut aturan (Depkes maupun standard 
EPA), konsentrasi PAH yang ditemukan di lokasi adalah 2000 kali di atas ambang 
normal. Ma'af, saya mengetik angka dengan benar. 2000 kali lipat! 

(Sekedar catatan, sampling dari riset ini dilakukan pada tahun 2007. Padahal, 
saat ini jumlah semburan liar di sekitar tanggul lumpur semakin bertambah 
banyak, terakhir ada 94 titik. Dan semuanya terjadi di daerah yang masih sangat 
padat penghuninya) .

PAH ini merupakan senyawa kimia yang terbentuk akibat proses pembakaran tidak 
sempurna dari bahan bakar fosil. United Nations Environment Programme 
menyebutkan bahwa PAH adalah senyawa organik yang berbahaya dan karsinogenik. 
Ia tidak menyebabkan terbentuknya tumor ataupun kanker secara langsung. Tapi 
dalam sistem metabolisme tubuh akan diubah menjadi senyawa alkylating 
dihydrodiol epoxides, yang sangat reaktif dan berpotensi menyebabkan tumor dan 
resiko kanker.

PAH juga bisa berakibat kanker paru-paru, kanker kulit dan kanker kandung 
kemih. PAH dapat masuk dalam tubuh manusia melalui pernafasan akibat menghirup 
asap rokok, asap pabrik yang menghasilkan limbah gas dengan banyak senyawa PAH 
di dalamnya, makanan atau minuman yang terkontaminasi senyawa ini. Misalnya 
memakan ikan yang hidup dalam air yang terkontaminasi senyawa ini, berinteraksi 
secara langsung dengan menyentuh tanah atau air yang tercemar PAH, dimana 
senyawa ini terserap melalui pori-pori kulit walaupun kadarnya rendah.

PAH tidak larut dalam air, beberapa PAH terlarut ringan, tetapi terikat pada 
partikel kecil dapat mengalami fotodekomposisi. Belum pernah diketahui efek 
menghirup PAH dalam dosis tinggi secara langsung. Kontak langsung dengan kulit 
dapat menyebabkan kulit merah, iritasi, dan melepuh. Efek kesehatan dapat 
diketahui beberapa tahun
setelah PAH terakumulasi dalam tubuh, antara lain dapat menyebabkan kanker, 
permasalahan reproduksi, dan membahayakan organ tubuh seperti liver, paru-paru, 
dan kulit.

***
Karena itu, dalam standar industri, adanya paparan terhadap PAH harus diimbangi 
dengan berbagai macam pencegahan dampak. Harus diukur maksimal waktu terpapar, 
perlengkapan bantu, juga perawatan kesehatan secara berkala. Lha ini di 
Sidoarjo, selama 2 tahun terakhir ini, masyarakat ternyata tanpa disadari 
terpapar oleh PAH hampir sepanjang hari, tanpa alat bantu dan perawatan sama 
sekali, dengan dosis yang sedemikian tinggi. Saya benar-benar ngeri 
membayangkan apa yang nantinya akan terjadi pada diri saya, anak dan keluarga 
saya, dan juga ratusan ribu masyarakat di Sidoarjo lain.

Apakah temuan Walhi tadi benar? Saya tidak melihat kawan saya tadi sedang 
bercanda, meskipun saya juga tidak mempunyai kapasitas keilmuan untuk 
membenarkan studi itu. Tetapi naluri saya juga berkata bahwa kawan saya itu 
memang sangat serius. Karena itu, saya menulis ini, untuk meminta tolong dan 
bantuan kepada anda semua. Terutama
mereka yang berlatarbelakang keilmuan Kimia atau kesehatan atau bidang lain 
yang relevan, untuk membantu memverifikasi studi itu.

Saya punya copy document risetnya lengkap, dan dengan senang hati akan saya 
kirim ke kawans yang berminat membantu. Saya ingin mendapatkan gambaran yang 
cukup jelas, mengenai apakah metodologinya benar, apakah data2nya valid, dan 
apakah kesimpulannya tidak mengada-ada. Dengan sangat, saya memohon, kalau bisa 
secepatnya. Sebab kalau ternyata temuan itu benar, kiranya sudah terlalu lama 
dan mungkin sudah terlampau parah dampak yang kami alami akibat PAH ini. Perlu 
dilakukan segera langkah2 yang masif karena ratusan ribu orang benar-benar 
masih hidup dalam radius paparan gas tersebut.

Sekali lagi, sebagai sesama warga bangsa, dan sesama manusia, saya minta 
tolong. Kalau anda mempunyai keahlian, atau mengenal orang atau lembaga yang 
mempunyai keahlian di bidang ini, tolong hubungi saya secepatnya. Ma'af kalau 
mengganggu dan terima kasih atas bantuannya.

Salam penuh keprihatinan dan ketakutan dari Sidoarjo,


Winarko

Silahkan kontak saya di 

031-72594855
winarko.winarko@ gmail.com
http://www.facebook .com/profile. php?id=102193038 5

- Info lain silahkan lihat di www.korbanlapindo. net
- Kalau punya akses ke milis yang lain, minta tolong ikut membantu menyebarkan 
seruan ini. 

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke