----> Dr Hidayat Nur Wahid (HNW) ketika berbicara dalam 
Talkshow "Peluang dan Tantangan Islam dalam Mewujudkan Indonesia 
Bermartabat"

***** Lhoooo, 62 tahun merdeka dalam negara yang mayo Muslim, dan 
ratusan tahun setelah walisongo memasukkan Islam ke Nusantara BELUM 
cukup peluang?

Kok tak terlihat apa apa?  Juga di dunia, peluang 2000 tahun belum 
tampak hasilnya?

Bagaimana nih mas Satrio?

Salam

Danardono

PS: juga agama agama Ibrahim lainnya berpeluang sekian ratus tahun 
sejak keprabuan majapahit runtuh... hasilnya? sama dengan kinerja PLN 
byar pettttt



--- In [email protected], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> (Dikutip dari milis Partai Hanura):
> 
> Hidayat: Syariat Tak Perlu Ditakuti
> 
> Penerapan syariat dalam
> berbagai aspek kehidupan tidak perlu ditakuti, sebab diterapkannya
> syariat bukan berarti menghilangkan keberagaman yang ada di tengah
> bangsa Indonesia, tetapi justru menghadirkan maslahat (manfaat)
> sebanyak-banyak bagi masyarakat.
> Demikian ditegaskan Ketua MPR RI Dr
> Hidayat Nur Wahid (HNW) ketika berbicara dalam Talkshow "Peluang dan
> Tantangan Islam dalam Mewujudkan Indonesia Bermartabat" , dalam
> rangkaian acara Festival Wajah Muslim Indonesia di Auditorium 
Fakultas
> Ilmu Budaya Universitas Indonesia Depok, Kamis (24/7).
> Menurutnya,
> secara prinsip sebetulnya syariat sudah diterima dalam kehidupan 
publik
> di Indonesia. Terbukti dengan berkembangnya Bank Syariah, Asuransi
> Syariah dan lembaga syariah lainnya. Bahkan perbankan konvensional 
pun
> juga sudah membuka konter-konter layanan syariah. "Ternyata 
terbukti,
> syariah itu juga tidak selalu menjadi momok, " katanya.
> Namun,
> lanjutnya, ada sebagian pihak yang menafsirkan syariah sebagai 
sesuatu
> yang serba tidak boleh, sehingga akibatnya orang jadi phobia pada
> syariat.
> Selain itu, Hidayat mengatakan, ada juga yang memang
> sengaja menghadirkan phobia terhadap syariat, dengan membuat kajian
> bahwa seolah-olah jika syariat diterapkan maka Indonesia akan bubar 
dan
> semacam itu.
> "Dua-duanya sama-sama salah. Yang benar, dalam
> Al-Qur'an dan Sunnah, syariat tidak eksplisit dimaknai sebagai 
hukum.
> Jadi, syariat adalah yang merealisasikan kemaslahatan. Di mana ada
> maslahat, di situlah syariat, " paparnya.
> Kemaslahatan bagi bangsa
> Indonesia, kata Hidayat, adalah tetap NKRI, masyarakat yang tidak 
lagi
> miskin, menjadi sejahtera dan maju, itulah makna syariat. Hal inilah
> yang semestinya ditampilkan oleh umat Islam Indonesia.
> Wajah muslim
> Indonesia sendiri, Ia menyatakan, sesuai dengan bhinekanya wajah 
bangsa
> Indonesia. Sejarah mencatat, pejuang-pejuang muslim di seluruh
> Indonesia mendarmabaktikan perjuangannya untuk kemerdekaan 
Indonesia. 
> "Sejarah mencatat, Islam yang masuk ke Indonesia adalah Islam
> yang berwajah damai. Masuk dengan cara damai, berkembang dengan 
damai
> pula. Tetapi, tetap mampu menunjukkan etos perjuangan yang tinggi 
untuk
> memerdekaan bangsa dari penjajahan, " ujarnya.
> Etos perjuangan itu,
> tambahnya, harus terus dipertahankan dan dikembangkan oleh umat 
Islam
> Indonesia saat ini. Kata kuncinya adalah pembinaan dan keteladanan 
dari
> semua pihak.
> "Saat ini kita sedang krisis keteladanan. Maka, semua
> harus berupaya menjadi figur teladan. Sekecil apapun, setiap kita 
harus
> menghadirkan keteladanan. Jangan takut menghadirkan wajah muslim 
yang
> bermartabat, karena inilah yang akan melahirkan Indonesia yang
> bermartabat, " tandasnya. (novel)
>  
>        
>       
>       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> 
>       
>       
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke