http://www.antara.co.id/arc/2008/7/25/ue-dinilai-tidak-konsisten/

*UE Dinilai Tidak Konsisten*


Jakarta (ANTARA News) -* Departemen Perhubungan* (Dephub) menilai Uni Eropa
(UE) tidak konsisten dalam hal mengeluarkan kebijakan larangan terbang
terhadap seluruh maskapai di Indonesia.

"Mengapa harus semuanya? Padahal tidak semua maskapai Indonesia mau terbang
ke sana. Toh, negara-negara lain juga tidak semuanya dilarang terbang. Jadi,
pelarangan ini dari sisi sasaran tidak konsisten," kata Kepala Pusat
Komunikasi Publik Dephub Perhubungan Bambang S Ervan menjawab pers di
Jakarta, Jumat.

Ia memberikan contoh, Afganistan yang sedang perang, misalnya, cuma satu
maskapai yang dilarang. "Ini kan aneh dan terkesan tidak konsisten,"
tukasnya.

Selain itu, lebih runyamnya lagi, Kalitta Air, perusahaan penerbangan kargo
Amerika yang mengalami kecelakaan parah saat melakukan "take off" di Bandara
Brussels, Belgia, 25 Mei 2008, tidak terkena sanksi apa pun.

Akibat kecelakaan tersebut, pesawat jenis Boeing 747-200 milik maskapai yang
bermarkas di Ypsilanti, Michigan, itu terbelah menjadi dua bagian.

"Kecelakaan itu jelas-jelas terjadi di depan mata mereka, tempat yang
menjadi jantungnya UE, tetapi mengapa mereka diam saja? Sedangkan maskapai
Indonesia yang sedang tidak ada jadwal terbang ke negara-negara Eropa, malah
di-`banned` (dilarang, red)," kata Bambang.

Bambang juga menyebut fakta lain, hanya selang beberapa hari setelah
larangan terbang dikeluarkan, keluarga kerajaan Belgia malah pergi ke
Indonesia dan dua kali menumpang pesawat Garuda Indonesia.

"Pertama dari Denpasar, Bali, ke Makassar, Ujung Pandang (11/08/2007) dan
dari Makassar ke Denpasar (15/08/2007). Tapi kok mereka santai-santai saja?
Kalau dibilang tidak aman, kenapa mereka berani naik Garuda?" ujarnya.

Pada bagian lain, Bambang mengkritik isi siaran pers yang dikeluarkan
Kedutaan UE di Jakarta, Jumat (25/7).

Dikatakannya, UE yang dalam alasannya mengaitkannya dengan nama organisasi
penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation
Organization/ICAO) sebagai alasan pelarangan, dinilai tidak punya pendirian.

"Sikap UE mencla-mencle. Selalu bawa-bawa ICAO sebagai alasan. Isi dalam
siaran persnya, dari tahun ke tahun sejak larangan terbang keluar, selalu
sama," katanya.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke