http://www.antara.co.id/arc/2008/7/26/indonesia-raih-medali-olimpiade-kimia-internasional/

*Indonesia Raih Medali Olimpiade Kimia Internasional*


Tangerang (ANTARA News) - Tiga dari empat pelajar* Indonesia *meraih satu
medali emas, satu perak dan satu medali perunggu dari Olimpiade Kimia
Internasional di Budavest, Hungaria yang berlangsung pada 12 Juli hingga 21
Juli lalu.

Mereka bersama kontingen Indonesia tiba di tanah air dengan menumpang
pesawat KLM-809 yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,
Tangerang, Banten, Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB.

Kontingen Indonesia terdiri ketua mentor Riwandi Sihombing dan anggota
Djulia Onggo, Deana Wahyuningrum serta Ismurnaryo Munandar, sedangkan empat
pelajar yang ikut Olimpiade tersebut adalah Kelvin Anggara dari SMA Sutomo 1
Medan (meraih medali emas), Vincentinus Jeremy Suhardi (SMA St Loius 1
Surabaya meraih medali perak), Ariana Dwi Candra (SMAN 1 Pati, Jawa Tengah
peraih medali perunggu) dan Zurkarnain (SMAN Leuwi Liang Bogor).

Kedatangan Kontingen Indonesia di tanah air disambut Direktur Pembinaan
Sekolah Menengah dan Madrasah Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional, Dr Sungkowo beserta sejumlah stafnya.

Sungkowo mengatakan hasil yang diraih Kontingen Indonesia pada ajang
International Chemistry Olympiade (IChO) itu sangat mengejutkan dan di luar
dugaan. Sebab, awalnya hanya ditargetkan meaih dua medali perak dan dua
medali perunggu. "Kita sangat bersyukur karena mampu meraih emas," katanya.

Ia mengatakan pihaknya setiap tahun melakukan pembinaan terhadap siswa
berprestasi melalui perekrutan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat
kota/kabupaten hingga tingkat nasional.

Pada ajang OSN Depdiknas merekrut 30 pelajar yang meraih juara I dan juara
II pada kejuaraan tingkat provinsi.

Kemudian tim OSN menyeleksi calon peserta olimpiade hingga jumlahnya empat
orang untuk mengikuti olimpiade tingkat internasional.

Menurut da, keberhasilan para pelajar Indonesia meraih medali pada IChO
berkat persiapan dan pembinaan yang matang serta penggunaan metodologi yang
tepat.

Sementara itu, Kelvin Anggara peraih medali emas pada Olimpiade Kimia
Internasional mengatakan keberhasilannya meraih emas merupakan kebanggaan
tersendiri, dan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena dirinya
harus bersaing dengan 260 peserta dari 73 negara.

"Pesaing terberat adalah peserta dari Cina dan Rusia," kata pelajar asal
Medan ini.

Ia mengatakan soal yang diberikan pihak panitia olimpiade tersebut lebih
menitikberatkan pada logika, sehingga peserta harus lebih kreatif.

Rencananya pemerintah akan memberikan bea siswa dan masuk perguruan tinggi
tanpa ujian seleksi kepada para pelajar yang berprestasi di tingkat
internasional itu.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke