Asswrwb, berikut adalah data/berita dari lapangan. Dan bukan opini.
Semoga kita semua bisa menganalisa, menilai suatu masalah dengan bijak,
bukan karena sentimenism tapi berlandaskan fakta dan data.
Wassalam,
Sally_sety
---------- Forwarded message ----------
From: ihsan 2005 <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/7/28
Subject: [brigade1924] Kronologi Bentrok Warga dan Mahasiswa Sekolah
Theologi Injil Arastamar
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Kronologi Bentrok Warga dan Mahasiswa Sekolah Theologi Injil
Arastamar [image:
PDF]<http://www.suara-islam.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=221>
[image:
Cetak]<http://www.suara-islam.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=221&pop=1&page=0&Itemid=54>
[image:
E-mail]<http://www.suara-islam.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=221&itemid=54>
[image: Image] ihsan/suara-islam.com
Berikut ini kronologi bentrok warga Pinang Ranti dan Mahasiswa Sekolah
Theologi Injil Arastamar seperti yang diceritakan oleh tokoh masyarakat
Risman Hadi kepada Suara Islam, Ahad (27/7) kemarin.
Jum'at malam (25/7), diawali dari tertangkapnya mahasiswa yang berada di
mess gang melinjo bernama Julius, dipergoki warga karena berusaha mencuri
pompa air. Dari rumah warga dia diamankan ke rumah Ketua RW. Kemudian
diserahkan ke petugas dan dibawa ke Polsek Pinangranti.
Tiba-tiba dari gang melinjo, ada warga melapor ke masjid kalau rumahnya
dilempari oleh mahasiswa SETIA. Kemudian, warga ingin mengecek ke mess
mahasiswa, ingin tahu alasan mengapa melempari rumah warga. "Ada maling dari
pihak mereka, kok seolah-olah mereka nggak terima," ujar Risman.
Pada saat ingin mengecek, ternyata warga sudah disambut dengan batu bata dan
balok (di atas balok ada paku tajam). Ini seolah ada desain dimana ada
pemicu awal. Kemungkinan maling itu sebagai pemicu.
Warga yang merasa terserang akhirnya mundur. Menunggu petugas datang. Begitu
petugas datang, Massa yang ada ingin mengecek lagi kenapa mahasiswa
melempari warga, tapi justru dari pihak mahasiswa lebih beringas akhirnya
warga melayani. Terjadilah perang timpuk-timpukan. Walhasil warga yang kalah
karena warga dari bawah, sementara mereka berada di tingkat 2 mess.
Hari Sabtu (26/7) pukul 1 pagi, massa dari warga kembali ke masjid.
Kemudian dari arah bawah datang 6 orang berbaju hitam dan berkulit gelap,
memancing kisruh kembali dan dikejar oleh warga. Bentrok kembali terjadi.
Mereka mengaku dari polisi, tetapi saat diminta ditunjukkan KTA tidak mau.
Hal itu membuat curiga warga, bahwa mereka itu provokator. Mereka pun
dikejar oleh warga.
Keenam orang tak dikenal tersebut diduga bersembunyi di asrama mahasiswa
putri.Dari dalam asrama, terdengar provokasi dengan kata-kata kasar, maka
akhirnya warga spontanitas menyerang asrama. Penyerangan tersebut
semata-mata akibat provokasi.
Sabtu siang kondisi aman seperti keseharian biasa. Namun malamnya, bentrok
terjadi lagi. Sekitar 8 yang diduga preman dari pihak SETIA terlihat
petantang-petenteng bolak-balik di depan Masjid, sedangkan di dalam Masjid
ada pengajian. Salah satu dari mereka melempar masjid. Warga pun mengejar
mereka.
Delapan orang tersebut masuk kembali ke dalam asrama putri. Ternyata di
dalam asrama sudah ada sekitar seratusan orang. Melihat tersebut, warga
agresif lagi ingin menangkap orang tersebut. Kemudian terjadi saling
menyerang. Warga pada saat itu hanya membawa alat sekadarnya, seperti gagang
sapu dan pentungan. Sementara pihak mahasiswa Kristen tampak lebih siap. Hal
ini terbukti dengan adanya anak panah yang diarahkan pada warga.
Walhasil 15 orang warga terluka, 2 orang terkena panah (panah tersebut
diduga berasal dari kupang). Panah tersebut berbau anyir, dan begitu luka
keluar darah hitam. 3 orang petugas terkena batu yang kebanyakan terkena
dari belakang. Karena posisi petugas dan warga berhadap-hadapan.
Pihak yayasan kemudian memohon pihak kepolisian mengevakuasi mahasiswa yang
berada di sana. "Jadi, selesai bikin masalah, mereka minta evakuasi," kata
Risman. Dia pun sempat bersitegang dengan kepolisian, menuntut preman yang
berada di dalam asrama mahasiswi tersebut untuk ditangkap.
Bentrok masih terjadi. Akhirnya polisi mengeluarkan gas airmata. Evakuasi
dilakukan, dan diduga ada sekitar 100 orang di dalam karena petugas membawa
mereka dengan menggunakan 3 truk.
Pantauan Suara Islam langsung dari lapangan di hari Ahad (27/7) siang,
kondisi kembali tegang setelah tertangkapnya 2 pemuda berkulit hitam oleh
warga. Mereka berusaha masuk ke dalam kampus SETIA. Sementara itu, beredar
isu akan datang preman Ambon dan Tanah Abang yang sengaja dipanggil oleh
pihak yayasan untuk mengamankan kampus.
Sorenya, Walikota bersama jajaran aparat setempat menggelar rapat. Hasilnya,
Walikota berjanji akan mengevaluasi keberadaan kampus SETIA dan jika
dimunginkan akan direlokasi dari Pinangranti. Malamnya, pihak kepolisian
mengevakuasi sekitar 1300 mahasiswa dari dalam kampus SETIA. *[ihsan/
www.suara-islam.com]*
**
*www.suara-islam.com*
*situs berita Islam terdepan
*
------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/>
[Non-text portions of this message have been removed]