Itukan gambaran kasar saja biar mudah menghitungnya. Artinya jika mahasiswa BSI dengan membayar Rp 980 ribu/semester sudah cukup untuk gedung, dosen, ac, segala pelajaran (di luar buku dan seragam), tentu untuk SD-SMP-SMA dengan uang Rp 2,1 juta/semester juga bisa.
Minimal Rp 1 juta/semester untuk sekolah, ada pun pos untuk buku, seragam, dll, rp 1,1 juta/semester atau rp 2,2 juta/tahun sudah cukup. Kalau ada yang gratis dan ada yang bayar, saya khawatir seperti di PTN sekarang. Contohnya yang diterima via SPMB (bisa bayar murah) di UGM hanya 8%. Padahal jumlah rakyat menengah bawah sekitar 80%. --- On Mon, 7/28/08, IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [ekonomi-nasional] Re: Turunkan KPK ke Depdiknas dan Sekolah - Mau Pinter emang Mahal Biaya-nya ???. To: [EMAIL PROTECTED] Cc: "ppiindia" <[email protected]> Date: Monday, July 28, 2008, 8:47 PM Saya sepakat perlu turunnya KPK ke Depdiknas & dept lain.. Namun saya kurang sepakat dengan cara rata"/bagi rata anggaran depdiknas dibagi jutaan siswa tersebut. Mungkin ada yang bisa bantu beri semacam gambaran/rincian anggaran depdiknas (& dept lain) itu apa saja? Rasanya, anggaran suatu dept tidak hanya dibagi untuk satu pos/keperluan saja.. Bahkan dengan buku digital dari Depdiknas, dengan rata" harga cetak antara 10ribu - 25 ribu saja, sementara satu semester bisa mencapai 20 buku, maka kisarannya masih mencapai 250 - 500 ribu juga.. Mungkin yang perlu diupayakan adalah, pemotongan bisnis langsung penerbit dengan sekolah.. dan pemberdayaan kembali perpustakaan sekolah.. Sehingga siswa" sekolah yang kurang mampu dipinjamkan buku.. IMHO, prinsip sekolah gratis mustinya bukan untuk semua orang.. HANYA YANG KURANG/TIDAK MAMPU saja yang berhak mendapat pendidikan/sekolah gratis.. Mereka yang lebih mampu, mustinya membayar sesuai tingkatan kemampuan.. progresif.. Ini baru yang namanya berkeadilan. . bukan pukul rata.. nganter sekolah pake mobil, pengen sekolah gratis.. masih punya malu/ gak? :-p CMIIW.. Wassalam, Irwan.K Pada 29 Juli 2008 09:10, A Nizami <[EMAIL PROTECTED] com> menulis: > Katanya sih anggaran untuk pendidikan DAN gaji guru sudah mencapai > sekitar 20% dari APBN (kalau tanpa gaji guru masih kurang dari 20%). Artinya > dari Anggaran Rp 850 trilyun ada Rp 170 trilyun untuk membiayai sekitar 40 > juta murid sekolah negeri di Indonesia (kalau swasta mahal tak perlu > disubsidi). > > Nah kalau Rp 170 trilyun dibagi 40 juta siswa berarti tiap siswa bisa dapat > beasiswa Rp 4,25 juta/tahun atau Rp 354 ribu/bulan atau Rp 2,125 juta per > semester. Kalau biaya pendidikan D3 di BSI saja hanya Rp 980 ribu/semester > di mana ruangan AC dan ada lab komputernya, masak uang Rp 2,1 juta per > semester tersebut tidak bisa? > > Jadi harusnya sekolah negeri bisa gratis. Tapi kenapa SD dan SMP saja tidak > bisa gratis sementara SMA negeri mahal sekali? > > Cuma untuk mencari di mana kebocorannya, KPK harus diturunkan untuk > memeriksa Depdiknas, berikut sekolah2 negeri yang masih berbayar. > > Silahkan baca juga di: > > http://infoindonesi a.wordpress. com/2008/ 07/16/biaya- sekolah-yang- > mahal-uang- buku-rp-1- jutasemester/ > > Bahwa biaya sekolah bisa dipermurah. > > Salam > > === > > --- On Mon, 7/28/08, Taufik Dwidjowinarto < > taufik_dwidjowinart [EMAIL PROTECTED] id <taufik_dwidjowinar to%40yahoo. > co.id>> > wrote: > From: Taufik Dwidjowinarto <taufik_dwidjowinart [EMAIL PROTECTED] > id<taufik_dwidjowinar to%40yahoo. co.id> > > > Subject: [ekonomi-nasional] Mau Pinter emang Mahal Biaya-nya ???. > To: "Milis : ekonomi nasional" <ekonomi-nasional@ yahoogroups. > com<ekonomi-nasional% 40yahoogroups. com>>, > "milis : eramuslim" <[EMAIL PROTECTED] ps.com<eramuslim%40yahoog roups.com> > > > Date: Monday, July 28, 2008, 6:55 AM > > Selamat pagi. Anak saya baru naik ke kelas 2 SD. Dia bersekolah di SD > Negeri Lanbau 1 yang beralamat di Jl Lanbau Kecamatan Citeureup Kabupaten > Bogor. > > Saya bingung dengan mahalnya buku paket yang harus dibeli. Berkisar sampai > dengan 350,000 dan itu harus debeli melalui Koperasi Sekolah. Padahal > sepengetahuan saya sudah ada imbauan dari Menteri Pendidikan Nasional > (Mendiknas) bahwa untuk SD dan SMP itu sudah disediakan dana BOS untuk > menunjang sarana dan prasara kegiatan belajar mengajar. Termasuk buku paket > itu. > > Tapi, itu tidak berlaku untuk SD di tempat anak saya bersekolah. Kalau > sampai tidak punya buku tersebut si anak tidak boleh mengikuti pelajaran. > Hal ini sudah di konfermasi ke pihak Kepala Sekolah (Ibu Sutini). Jawabannya > sangat tidak mengenakan, "sekolah itu mahal. Kalau mau gratis cari aja yang > gratis." > > Sungguh menyedihkan jawaban seorang pendidik yang terdidik. Saya mohon bagi > pihak yang berwenang untuk dapat menyikapi hal ini karena saya yakin masih > banyak sekolah lain yang seperti ini. Terima kasih > > Suara Pembaca : Mahalnya Buku Paket Sekolah. Febri, Citeureup Bogor. Senin, > 28/07/2008. http://suarapembaca .detik.com/ read/2008/ 07/28/171314/ > 979276/283/ mahalnya- buku-paket- sekolah > [Non-text portions of this message have been removed]

