Kalau Anda pernah membaca bukunya Mahatma Gandhi, akan menarik untuk mengetahui 
bahwa bahkan Gandhi berpendapat, pada situasi tertentu, kekerasan itu boleh 
dilakukan, bahkan perlu!

Gandhi mengambil contoh, ada penjahat mau memperkosa ibu atau adik perempuan 
Anda. Rumah Anda jauh dari tetangga. Tidak ada orang lain yang bisa menolong 
mereka, kecuali Anda. Kalau Anda tetap bersikeras dengan metode tanpa 
kekerasan, Anda tak bisa menyelamatkan ibu dan adik perempuan Anda.

"Dalam kondisi itu," kata Gandhi, "Saya akan memilih meninggalkan 
non-violence." (saya tak ingat persis kata per kata, tapi kira-kira begitulah 
tulisan Gandhi).

Kesimpulan saya dari tulisan tokoh besar non-violence itu: 
Prinsip non-violence itu tidak mutlak, harus melihat situasi dan kondisi.


Satrio Arismunandar 
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.comhttp://satrioarismunandar.multiply.com   "Perjuangan
 seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak kakinya telah 
menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal)

--- On Wed, 7/30/08, nneonlight <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: nneonlight <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ppiindia] Re: AGAINST ALL ODDS
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 30, 2008, 5:27 PM










    
            

Huahaha....

ide anda sangat menarik, namun barangkali komentar saya demikian 



Tindak tanpa kekerasan dilakukan dalam terang matahari dan udara

terbuka, dalam arti kita tidak menyembunyikan tindakan kita dari orang

lain karena kita tau bahwa tidak suatu  apapun yang menimbulkan aib

atau memalukan dalam tindakan2 itu.



Jika kita melakukan kekerasan dan bertahun2 kemudian bertemu dengan

korbannya, pincang, menyandang bekas2 luka, kesakitan, kita tidak

merasa bangga atas apa yang telah kita perbuat, 



Namun jika kita bertemu dengan orang yang tidak kita sakiti atau

lukai, kita berterima kasih atau bersyukur karena telah menjaga orang

itu tetap utuh dan sehat 



Bukankah hal demikian lebih melegakan ?



--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Satrio Arismunandar

<satrioarismunandar @...> wrote:

>

> Yang menarik, menurut pengalaman Mahatma Gandhi, pengikut-pengikut

Gandhi yang paling bagus/berhasil dalam menerapkan prinsip

non-violence justru orang yang sebelumnya biasa menjalani hidup dalam

kultur kekerasan (mantan tentara, dsb).

>  

> Tidak jelas mengapa begitu. Mungkin seperti mantan pecandu narkoba,

yang asti tahu betul/menghayati betapa buruknya dampak narkoba.

Sedangkan orang yang tak tahu apa-apa, malah gampang tergoda untuk

coba-coba pakai narkoba. 

>  

> 

> 

> 

> Satrio Arismunandar 

> Executive Producer

> News Division, Trans TV, Lantai 3

> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 

> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627

>  

> http://satrioarismu nandar6.blogspot .com

> http://satrioarismu nandar.multiply. com  

>  

> "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua

telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal)

> 

> --- On Wed, 7/30/08, nneonlight <nneonlight@ ...> wrote:

> 

> From: nneonlight <nneonlight@ ...>

> Subject: [ppiindia] AGAINST ALL ODDS

> To: [EMAIL PROTECTED] s.com

> Date: Wednesday, July 30, 2008, 4:22 PM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> Orang2 yang kita pandang sebagai musuh kita, kerap kali bukan musuh

> kita, melainkan hanya orang yang tidak dapat kita kendalikan, orang

> yang pilihannya berbeda dengan pilihan kita, orang yang melihat suatu

> segi kebenaran yang barangkali tidak kita lihat.

> 

> Tidak berarti bahwa tidak ada orang jahat di dunia

> Hal itu hanya untuk menyatakan bahwa orang jahat jauh lebih sedikit

> daripada yang kita sangka.

> Banyak orang yang kita nyatakan jahat, sesungguhnya tidak jahat, hanya

> berbeda dengan kita.

> 

> Tindak tanpa kekerasan memerlukan kedewasaan atau kematangan rohani.

> Itulah sebabnya, mengapa doa merupakan unsur penting dalam mencapai

> tindak tanpa kekerasan.

> 

> Tindak tanpa kekerasan adalah pendekatan yang rendah hati pada hidup,

> yang berusaha memurnikan diri dari kesia2an yang merintangi

> kebahagiaan kita dan dari keserakahan yang membuat kita bersikap dan

> bertindak keras satu sama lain.

> 

> Jika kita percaya bahwa kebenaran tidak dapat dikalahkan, maka kita

> tidak menyerang orang2 lain untuk menjaga kelestariannya.

> Orang2 yang sungguh2 melayani kebenaran bersikap lemah lembut dan

> rendah hati.

> 

> Kebenaran hanya perlu diucapkan dan daya kekuatannya dapat dirasakan.

> 

> Apabila kita mempertahankan apa yang disebut kebenaran dengan

> kekerasan, kita tidak melayani kebenaran tetapi diri kita sendiri.

> 

> Kita menggunakan kekerasan karena kita sadar pada suatu tingkat

> kesadaran bahwa kebenaran tidak ada dalam diri kita, dan oleh

> karenanya, kita merasa tidak aman dengan apa yang kita kemukakan

> sebagai kebenaran. 

> 

>  

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>       

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke